Posts tagged ‘nyc’

September 13, 2013

New York City, New York – Sept 2013

Selain menyaksikan US Open 2013, saya dan suami punya beberapa agenda mengunjungi New York City untuk mengunjungi Miss Libert, Grand Central Terminal dan beberapa ikon kota lainnya.

Liberty National Park

Untuk mengunjungi patung Liberty secara langsung, pengunjung harus menyeberang ke Liberty Island dengan menggunakan ferry dari Battery Park. Tiket yang kami beli seharga $17 hanya mencakup patung bagian luar saja. Apabila ingin mendaki sampai ke crown, harus mengeluarkan biaya ekstra. Tiket akses ke crown harus dibeli sebelum menaiki ferry. Bila ingin berkunjung pastikan dulu apakah ingin masuk sampai atas atau cukup hanya di luar saja.

Setelah membeli tiket, pengunjung harus antri memasuki security screening yang ketat bagaikan di bandara. Saking ketatnya, pengunjung harus melewati area XRay dengan melepas seluruh barang bawaan, ikat pinggang, handphone dan benda elektronik lain serta tidak diijinkan mengambil foto sama sekali.

Antrian saat itu tidak terlalu panjang sehingga setelah melewati security screening kami bisa langsung masuk ke ferry. Walaupun demikian, ferry ternyata cukup penuh, kami terpaksa duduk di lantai bagian luar, karena cukup melelahkan juga berdiri terlalu lama.

Sesampainya di Liberty Island, pengunjung diberi alat semacam walkie talkie yang berfungsi sebagai audio tour. Kita tinggal mendengarkan sejarah Liberty yang disampaikan oleh alat ini.

Menyeberang ke Liberty Island berarti dapat menikmati pemandangan dari seberang Manhattan, dan ternyata pemandangan yang disajikan indah sekali, ditunjang dengan bersihnya Hudson River.

Shake Shack

Teman saya sangat bersemangat mengajak ke Shake Shack, sebuah restoran burger yang sedang happening di NYC. Apa boleh buat, kami ikut sajalah walaupun tidak terlalu suka sesuatu yang hype seperti ini.

New York Public Library

Kami berkunjung ke sini bukan karena rajin, tetapi karena perlu mencetak dokumen. Seperti public library pada umumnya, di sini kami bisa memanfaatkan fasilitas internet dan printer dengan gratis. Bonusnya: puas melihat-lihat di dalam perpustakaan ini.

Times Square

Times Square benar-benar tak pernah mati. Walaupun saat itu kami berkunjung di jam wajar, tetapi saya sudah pernah melihat Times Square di tengah malam dan pagi buta. Memang benar-benar never sleep! Saat itu ada cowgirl seksi yang mengundang berfoto bersama. Teman saya bersemangat sekali mengajak berfoto dengan cowgirl tersebut.

Grand Central Terminal

Terminal raksasa ini terletak di 42ns Street and Park Ave dan memang berukuran luas sekali, kurang lebih 19 hektar. Bangunan seluas dan semegah ini padat penuh orang berlalu lalang, ngobrol, bahkan ada yang tampaknya baru menikah dan mengambil foto di sini. Luar biasa!

Kunjungan kami saat ini adalah yang ke-empat kalinya dan masih saja kami belum puas. Rasanya belum semua tempat terjelajahi dengan baik. Kapan-kapan harus kembali ke sini 😀

Tags:
September 11, 2013

US Open 2013

Tahun ini saya diajak teman untuk menonton US Open secara langsung. Sebenarnya saya bukan penggemar olahraga tennis, tapi mumpung sedang ada di Amerika, bolehlah pergi menonton apalagi lokasinya tak jauh dari Syracuse, yaitu di Flushing Meadow, Queens, New York. Dari tempat kami menginap tinggal naik subway 1 kali dan sampailah sudah di lokasi pertandingan.

Stadion yang digunakan besar sekali dengan beberapa lapangan dan layar lebar lengkap dengan penanda saat itu sedang ada pertandingan siapa melawan siapa.

Satu hal yang saya sayangkan, ternyata di dalam stadion tidak diijinkan membawa tas berukuran agak besar. Jadi terpaksa kami menyewa loker yang disediakan dan beberapa bawang bawaan ditenteng dengan tas transparan. Agak sedikit menyulitkan, tetapi apa boleh buat mungkin penyelenggara tidak mau menanggung resiko.

Kami sengaja pesan tiket untuk menonton Final Single Wanita dan Double Pria, karena suami ingin melihat yang bening-bening, katanya.. hahahaha.. Sewaktu kami datang Stepanek dan Paes sedang merayakan kemenangan mereka. Memang sih kami sengaja datang agak terlambat karena cuma ingin melihat Azarenka vs Williams.

Seusai pertandingan Ganda Putra, ada jeda waktu beberapa jam yang dimanfaatkan oleh pengunjung untuk makan malam atau sekedar berjalan-jalan. Kami memutuskan untuk belanja beberapa souvenir, makan dan secara kebetulan melihat Serena Williams sedang pemanasan.

Bagaimana hasil akhir pertandingan? Seperti yang sudah diketahui, Serena Williams unggul dari Victoria Azarenka. Salut atas stamina Williams yang jelas terlihat tangguh di usia 30 lebih ini. Hebat!

Tags:
July 7, 2013

4 Juli 2013

4 Juli tahun ini adalah satu-satunya 4 Juli kami di US. Tahun lalu kami belum mendarat. Tahun depan kantor suami sudah memanggil. Berhubung cuma satu-satunya, jadi harus dimanfaatkan dengan maksimal donk. Konon kabarnya setiap tanggal keramat ini ada kembang api besar-besaran di NYC dan Washington DC. Saya sempat ragu memutuskan apakah ingin ke NYC atau ke Washington. Dengan berbagai pertimbangan, jadinya ke NYC 😀


Forest Hills

rumah tempat kami menginap

rumah tempat kami menginap

Kalau ke NYC kami bisa menginap di Forest Hills, kawasan cukup elite di Queens. Walaupun sudah dua kali ke sini rasanya tak pernah bosan dengan daerah ini. Hampir semua rumah di sini merupakan bangunan kuno karena konon kabarnya di sini adalah konservasi budaya jadi rumah-rumah yang ada tak boleh dirombak tanpa ijin pemerintah.


Lapor Diri

Konjen RI

Konjen RI

Kami belum lapor diri sama sekali padahal sudah berada di US  sejak berbulan-bulan lalu. Sebelum berangkat saya mengecek website Konjen RI dahulu untuk memastikan apakah mereka libur tanggal 3 Juli atau tidak. Untung saja kantor Konjen buka seperti biasa saat itu.

Awalnya saya kira lapor diri cukup hanya dengan datang lalu mengisi formulir, selesai sudah. Untung saja saya cari-cari informasi dulu karena dokumen yang diperlukan banyak, antara lain:

  1. paspor asli (ini untuk dicap)
  2. fotokopi paspor
  3. fotokopi visa
  4. fotokopi I-20
  5. fotokopi I-94
  6. fotokopi bukti alamat tempat tinggal
  7. foto diri

Tuh khan lumayan banyak. Kalau tidak disiapkan bisa-bisa bolak balik ke Konjen atau terpaksa kirim lewat pos. Sebenarnya lapor diri bisa lewat internet tapi web yang disediakan justru menyulitkan karena sewaktu akan memasukkan tanggal lahir, kita harus berkali-kali refresh sampai mendapatkan tanggal lahir yang benar. Mungkin yang pernah mencoba lapor diri lewat internet paham maksud saya 🙂


American Museum of Natural History

Museum yang menjadi setting film Night at the Museum ini sebenarnya sudah menjadi incaran sejak lama. Tapi entah mengapa belum juga kesampaian. Setiap kali ke NYC selalu saja ada agenda lain sehingga museum ini belum sempat kami kunjungi.

2013-07-03 14.18.43

salah satu dokumen berhuruf Arab

salah satu dokumen berhuruf Arab


2013-07-03 13.02.48
shrunken head

shrunken head


2013-07-03 13.50.392013-07-03 14.11.372013-07-03 14.18.04


Laduree

di Madison Ave

di Madison Ave

Seorang teman berkali-kali menyebutkan macaroon Laduree ini sebagai kudapan favoritnya, apalagi sejak Laduree buka di Singapore. Saya jadi penasaran, seperti apa sih rasanya. Lokasi Laduree di Manhattan dekat sekali dari Konjen RI, jadi kenapa tidak mampir sekalian.

Pas masuk tokonya agak kagok juga. Sang pelayan toko ganteng-ganteng dan cantik-cantik (lho!). Sepertinya mereka orang Prancis, karena saya mendengar logat yang asing (bukan aksen Amerika maupun British). Dugaan saya terbukti sewaktu saya menunjuk macaroon pilihan saya kemudian membayar di kasir. Suara mereka sengau-sengau gimana gitu. Apalagi saya dipanggil ‘Madame’.


Kembang Api

polisi berkuda

polisi berkuda

Ini dia tujuan utama kami: Macy’s Fireworks! Ternyata bos yang rumahnya kami tebengi menginap juga ingin melihat kembang api. Jadi sejahteralah kami, berangkat ke Manhattan dengan menumpang mobil bos, hihihi.. Berangkat dari Queens sekitar pukul 3, lalu saya dan suami diturunkan di 34 th Street sementara pak Bos dan keluarga parkir mobil di kantor kemudian jalan-jalan dulu. Pada akhirnya malam itu pulangnya juga sendiri-sendiri kok. Kerumunan yang padat tidak memungkinkan untuk janjian tunggu-tungguan, jadi saya sudah bilang ke pak Bos kalau akan pulang naik subway saja.

Seperti saat tahun baru di Times Square, saat itu luar biasa ramai. NYPD di mana-mana, berjaga ketat membentuk barikade, patroli dengan kuda, sepeda, mobil bahkan helikopter. Mereka membuka barikade sekitar pukul 4 sore, itupun beberapa kali mengusir-usir kami. Pasrah diusir, kami mengikuti sajalah disuruh pindah ke tempat yang ditunjuk.

secuil foto keramaian

secuil foto keramaian

Kembang api yang dijadwalkan pukul 9 malam ternyata agak molor. Ledakan kembang api yang meriah baru dimulia sekitar 9.25 dan berlangsung selama 25 menit. Memang tak sia-sia menunggu sampai antri segala, karena nuansa perayaan yang megah itu terasa sekali.

sunset di tepi Hudson River

sunset di tepi Hudson River


pojokan bersejarah

pojokan bersejarah


2013-07-04 21.28.222013-07-04 21.28.352013-07-04 21.28.492013-07-04 21.39.09

Tags:
January 10, 2013

Tahun Baru di Times Square

Berhubung kami penasaran dengan gebyar New Year’s Eve di Amerika yang nampak selalu glamor di layar kaca jadilah saya, suami, mbak Arie yang sekolah di Cleveland dan Furkon yang sekolah di New Bedford serta teman-teman yang kuliah di Pittsburgh  janjian untuk merayakan tahun baru di Times Square NYC. Terus terang awalnya saya mengira seseruan di Times Square memungkinkan bertemu dengan teman, bercengkerama sambil menunggu ball drop yang terkenal itu.

Kenyataan yang dihadapi ternyata berbeda.

Stigma yang dibawa dari tanah air bahwa setiap acara rame-ramean di jalan yang melibatkan massa sebegitu besarnya berlangsung bebas dan tanpa pemeriksaan sama sekali tidak berlaku di sini. Inilah yang beberapa kali terbukti menyulitkan kami saat berencana memasuki lokasi ball drop.

Beberapa kali kami diusir oleh NYPD officer karena mereka hendak membentuk barikade jalan dan membuat pos pemeriksaan bawaan pengunjung. Repotnya, penentuan entry point terkesan dibuat improptu di lokasi, seperti mengesankan acara semacam ini baru akan digelar pertama kalinya malam itu, dan sama sekali tidak ada informasi sebelumnya, lokasi resmi di mana pengunjung bisa menunggu selama formalitas itu mereka setup.

lokasi pertama kami, duduk-duduk sebelum diusir

lokasi pertama kami, duduk-duduk sebelum diusir

Awalnya kami menempati posisi di W 44th St & 7th Ave (persis di sebelah panggung pertunjukan di mana waktu itu belum begitu banyak kerumunan), kami diminta bubar dan diberitahukan untuk menunggu pos pemeriksaan barang dibentuk oleh pihak berwenang. Setiap pengunjung harus melewati pos pemeriksaan itu untuk bisa masuk ke dalam.

Tak lama kemudian datang lagi pengumuman bahwa kami diharapkan mulai antri di W 47th St (yang artinya 2 blok lagi dari posisi kami saat itu). Lalu setelah menunggu cukup lama kami diharuskan pindah lagi 1 blok ke W 48th St. Setelah ketiga kalinya diusir dan tidak ada kejelasan informasi, saya dan suami sempat merencanakan akan langsung cabut dari lokasi. Tetapi ternyata kami berhasil juga masuk barikade.. nggak jadi pulang deh.

Untuk event yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun, bukannya seharusnya setup perimeter lokasi sudah terpola dari tahun-tahun sebelumnya ya? Kami agak kecewa dengan acara yang tidak nampak diatur layaknya Amerika. Kaya di Indonesia, pikir saat itu.

foto diambil sekitar pukul 1.23 siang

foto diambil sekitar pukul 1.23 siang

Akhirnya, sore menjelang malam barulah kami berhasil menerobos pemeriksaan polisi dan mendapat lokasi yang cukup dekat dengan gedung 1 Times Square, lokasi New Year’s Ball dinaikkan, sekitaran W 47th St & Broadway. Tapi karena kerumunan yang sangat padat jadi saya dan suami terpisah dari mbak Arie dan Furkon.

5.54 malam

5.54 malam

tetep senyum walopun kegencet

tetep senyum walopun kegencet

Boleh dibilang perayaan tahun baru di Times Square tidak layak untuk diperjuangkan karena sepanjang menunggu ball drop tidak ada hiburan yang bisa dinikmati. Kalau ada pun tidak jelas apakah yang musik yang terdengar itu rekaman atau live music, karena panggung pertunjukan yang dipergunakan oleh para penghibur manggung tidak nampak terlihat dari tempat kami berdiri. Walaupun banyak display layar lebar terpampang di seputar Times Square tetapi tidak ada satupun yang dipergunakan untuk display show layaknya konser musik pada umumnya. Displaydisplay itu tetap keukeuh menayangkan jualan mereka masing-masing. Berjubelnya Times Square dengan pengunjung saat itu juga sama sekali tidak mendukung untuk bertahan lama di sana.

Setelah NYE ball dinyalakan di atas gedung 1 Times Square sekitar jam 6, saya dan suami memutuskan keluar dari kerumunan dan beralih ke Rockefeller Center Plaza yang di luar dugaan tidak terlalu padat.

O iya, kalau kita memutuskan keluar dari kerumunan, jangan berharap bisa masuk lagi ke dalam.  ‘You have to choose either in or out the crowd…’, begitu kata seorang polisi ketika suami saya bertanya perihal ini. Dan polisi beserta barikadenya banyak terlihat di setiap titik berjaga-jaga untuk segala kemungkinan.

di skating rink Rockefeller Center

di skating rink Rockefeller Center

Pukul 9 malam kami memutuskan untuk pulang saja, menimbang kondisi fisik yang sudah lelah, kedinginan serta kecil kemungkinan bertemu dengan teman-teman dari Pittsburgh. Paling tidak kami sudah merasakan secara langsung keramaian di kota yang tak pernah tidur ini..

Tahun depan kita ke mana, Sayang?

Tambahan cerita terkait NYE ini:

* Sepulang dari Times Square, suami masih sempat nonton live New Year’s Eve ball drop di layar televisi bersama rekan kami Furkon. Lucunya, mereka berdua tidak ketemu kata sepakat soal apa yang terjadi pada bola itu sesaat sehabis countdown tahun baru terjadi. Padahal keduanya nonton di depan TV, dalam kondisi segar-bugar, hehe

* Mbak Arie dan Furkon sempat menemukan jasa pengantar pengunjung hingga ke depan panggung. Jasa itu ditawarkan saat mereka berupaya keluar dari kerumunan Times Square, dengan membayar ongkos cukup 40 dolar, orang itu berjanji membawa mereka ke posisi sedekat mungkin dengan lokasi ball drop. Tidak cukup itu, dia garansi tidak perlu bayar kalau tidak sampai ke depan. Tertarik?

Tags: