Archive for ‘work’

September 14, 2018

Hello from Pondok Indah

Hai haiii.. Ga kerasa udah seminggu saya aktif kerja di kantor yang berlokasi di area Pondok Indah ini. Secara keseluruhan sih saya menikmati hari-hari di sini, soalnya ga kerasa seperti kerja. Sehari-hari saya belajar, bebas ngabisin waktu dan dikitari temen-temen yang baik. Hari saya biasanya dimulai dengan:

06.30  Suami berangkat ke kantor
06.45  Turun buat nge-gym
07.35  Pulang ke apartemen trus masukin baju ke mesin cuci trus sekalian mandi
08.05  Berangkat nyegat Kopaja yang ke arah Blok M, trus sambung Metromini ke arah kantor
09.15  Mulai aktif di kantor
19.00  Pulang

Nah kalo berangkat itu jalurnya enak banget karena Kopaja dan Metromini yang saya naikin biasanya ga penuh jadi bisa duduk. Udah gitu sayanya juga ga kepanasan, ga kayak kalo naik ojek.

img_1712

di dalam metromini

Beda dengan jalur pulang, saya belum nemu urutan angkutan umum yang murah, cepat dan nyaman dinaiki. Akhirnya.. gojek to the rescuee :D.

Oiya, kantor saya ini bener-bener beda dari perusahaan tempat saya kerja sebelumnya. Di sini lebih bebas dengan jam kerja yang fleksibel, ada opsi buat kerja dari rumah, dan juga pakaian yang ga diatur. Banyak tuh anak-anak yang datang hanya pake kaos, datang jam 11 siang. Di sini yang dikedepankan itu adalah tanggung jawab, selama kerjaan selesai dan oke, mau ngapain aja jam kerja juga terserah elu.

Bos saya malah sambil guyon bilang “HR ini gimana sih, harusnya ngerekrut orang itu yang main Mobile Legend!”

Dan temen saya juga bilang “Put, lo kalo mau nyari pak X (si pak bos), ga cukup cuma lewat WA atau Slack atau Trello. Lo mesti chat di ML juga.”

Heyaaaa. Ada-ada aja ini mah.

Oiya, ini saya kasih intip dikit bagian kantor saya ya. Konsepnya di sini itu terbuka, tanpa sekat, ga ada sungkan-sungkanan kalo mau ketemu CEO atau CTO. Mereka duduk di meja yang sama, di sini juga.

img_1713

Di luar ada ruangan terbuka dengan sofa yang bebas aja dipake tidur-tiduran, ngerokok, ngopi atau cuma main game.

img_1715

img_1716

Intinya, si CEO sih pengennya kantor ini adalah rumah. Temen kerja adalah keluarga. Ga ada istilahnya kalo ada yang kesusahan trus ngga ada yang bantu. Semua programmer di sini biasanya ga pelit bagi ilmu dan pengalaman.

Oh ya, seminggu sekali di sini ada sesi curhat one-on-one dengan seorang pakar. Bakalan ada yang dateng trus per hari dijatah 5 orang dengan masing-masing orang kira-kira dapat satu jam sesi ngobrol. Bisa soal apapun, kerjaan, keluarga, atau masalah lain. Tujuannya ya apalagi kalo bukan supaya karyawan di sini bahagia dan ngga tertekan dengan masalah kerjaan.

Seru ya?

September 6, 2018

Setelah Lulus

Ga tau ya dengan alumni LPDP yang lain, tapi saya merasa bahwa setelah lulus saya bingung mau ngapain. Mau bikin perusahaan, saya bukan seorang yang berjiwa enterpreneur. Balik ke kantor lama jelas bukan opsi. Meneruskan hobi menari, ternyata di sini termasuk sulit karena faktor usia. Iya, sanggar-sanggar yang saya hubungi rata-rata hanya melayani usia sekolah. Aih, tua itu kok susah.

Kirim lamaran? Ok, let me tell you that finding a job is not as easy as counting one two three. Untuk seseorang dengan pengalaman seperti saya, atau istilahnya experienced hire, lowongan itu baru akan terbuka kalau ada yang resign atau ada pelebaran organisasi yang jadinya butuh tenaga kerja baru. Trus jangan sangka kalo ada lowongan dan saya apply trus udah pasti langsung ketrima. Seringkali apa yang dibutuhkan itu belum cocok dengan kualifikasi saya. Terbukti, beberapa kali saya sudah menjalani proses seleksi di dua bank di Indonesia, ternyata yang mereka butuhkan bukan saya.

Well, to be honest I have nothing to worry about. I mean, I’m not a breadwinner yet I have monthly wife allowance. But, I’m still the woman that need to be active, need to have something to do, activate my brain cell, contribute onto something. This, my friend, when something unpredictable happen. One day, I registered myself to a job seeker platform and clicked apply to a vacant position in startup company whose name I’ve never heard about. The day after, I got a phone call that invited me to have interview. Not long after that, only within days, I got an offering letter from them. WOW! That’s so quick!

Ya, jadi minggu ini saya langsung tanda tangan kontrak dan minggu depan akan sudah mulai aktif kerja. Total jendral ternyata saya hanya menganggur satu bulan sahaja. Alhamdulillah.

Startup, ini jelas pengalaman kerja baru banget buat saya. Belum pernah saya ada di lingkungan di mana satu kantor isinya kurang dari 1.000 orang, belum pernah saya kerja di kantor yang mengijinkan saya pakai celana jeans dan sepatu keds setiap hari. Belum lagi kalo dari sesi wawancara saya kemarin, CEO kantor ini orangnya menyenangkan, terbuka dan tak segan untuk ngobrol tentang topik apapun. Beberapa pertanyaan yang diajukan oleh sang CEO ini bener-bener menarik dan mengundang saya untuk berpikir. Karena yang dia tanya bukan ke hard skill tapi lebih ke soft competency saya, dan ini beda banget dengan yang diajukan dalam wawancara di perusahaan-perusahaan lain yang sudah saya lalui.

I’m so looking forward to having fun in this new company 😀 

June 27, 2016

Last Day

d3c28d59-8eda-4c18-86da-b7e2bd9b5297_zpskrb8rf3z

Wuaa.. Akhirnya saya mengalami last day yang ketiga kalinya dalam 11 tahun ini di hari Jum’at, 24 Juni lalu. Rasanya? Excited banget. Apalagi di hari terakhir kelimpahan banyak bingkisan yang begitu dibuka isinya bikin hepi.

Pagi-pagi bos saya menyerahkan goodie bag sambil bilang “Lu pasti suka deh sama ini, Put! Buka sekarang!”

ea9fa113-5161-4d34-ba05-85d0fb74e14d_zps6npjaymb

Semua anggota team saya lengkap digambar dalam kartun ini. Tulisannya: ‘happy for you but a little bit sad too.’

Menjelang waktu berbuka puasa makin banyak yang berkumpul di area kerja saya dengan bungkusan-bungkusan lain. Belum sah donk kalau belum foto-foto. Ini dia salah satu hasil jepretan yang saya suka. Kata salah seorang teman:

“Ci Putri keliatan girang sekali di foto ini.”

Teman yang lain berkomentar:

“Iya. Nyebelin”

Wkwkwkwk.. Khan memang semua akan (p)indah pada waktunya, ya ngga?

9c31e7f5-16c2-475b-94ce-2f970281958f_zpsoh03gfyn

Kalau yang ini salah satu user saya yang paling cerewet, paling dodol, paling banyak mintanya, paling banyak revisi business requirement, paling nuntut ini dan itu, paling ribet, paling komplain kenapa saya pergi di tengah project tapi juga paling baik dan perhatian. Dia juga suka protes sewaktu tahu saya akan submit surat pengunduran diri.

“Aku ngga suka liat senyummu belakangan ini, Put. Ngga seneng pokoknya.”

222f5ce4-6c85-499e-a6ff-e2acbefecbe6_zpsfao20lqq

Malam itu, saat membongkar satu per satu bingkisan dari teman-teman dan membaca kartu-kartunya, mulai deh baper. Sayang isi kartunya sangat personal jadi nggak bisa ditulis di sini buat kenang-kenangan.

Bayangkan, ada yang sengaja membuatkan gantungan kunci berupa boneka kelinci lengkap dengan inisial huruf P di dadanya.

“Ini kelinci, Put! Si kelincinya mau sekolah, makanya dia bawa tas, hihihi.”

Trus ada yang bela-belain muter toko mas di ITC Kuningan demi mencari liontin kalung dengan inisial P. Belum lagi tumbler lucu, mukena, large pouch motif batik dan yang paling tak terduga adalah: Dowa Bag! Ini tas Dowa pertama saya. Setelah sering membaca review tentang tas ini berseliweran di media sosial, akhirnya saya punya juga, hahahaha!

 99742275-c49e-4ef7-b665-1fd79078faf3_zpsvgziyjxr

Terlalu banyak cerita, suka dan duka. Senang, lucu, bikin mengernyit, marah, sedih dan semuanya di kantor ini. Ah, sudut ini akan selalu saya kenang.

84cf53f6-10df-4af5-ac27-b2e294749e52_zpsdunsugua

August 22, 2015

Dimuat di Female Magazine – Maret 2015

Saya suka iseng membeli majalah untuk mengintip rubrik apa saja yang bisa saya isi. Salah satunya ya Female Magazine ini. Setelah melihat ada rubrik Travel, saya berinisiatif untuk mengirim naskah ke redaksi tanggal 14 Desember 2014. E-mail saya dibalas tak lama kemudian, kurang lebih tanggal 8 Januari 2015 dan akhirnya dapat konfirmasi akan dimuat 31 Januari 2015.

deskripsiBeda dari media lain, saya diminta mengirimkan foto lengkap dengan deskripsi diri secara singkat. Waduh, apa ya yang mau saya tulis. Ini seperti kalau interview kerja dan ditanya “how do you describe yourself?”

Akhirnya saya ngarang sajalah, hehehe

Berikut hasil tulisan versi mentah-nya

Terpesona Arizona

Apabila disuruh memilih antara wisata gunung atau laut, saya akan mengajukan opsi baru ketiga yaitu wisata batu. Bukan batu biasa melainkan bentukan alam yang terjadi dari pasir selama berjuta-juta tahun lamanya dan masih berdiri kokoh sampai saat ini. Warna merah bebatuan terlihat kontras dengan birunya danau dan bahkan hijau pucatnya kaktus. Semua itu hanya bisa didapatkan di Arizona, negara bagian di perbatasan Amerika dengan Meksiko.

Mencapai Arizona

            Arizona memiliki dua bandara yang terletak di kota yang berdekatan, yaitu Phoenix (kode PHX) dan Tucson (kode TUS). Tiket pesawat pulang pergi menuju Arizona ditawarkan mulai dari harga 16,5 juta rupiah. Untuk menjelajah di tempat-tempat yang lazim dikunjungi seperti Grand Canyon dan Hoover Dam, Anda dapat dengan mudah mengikuti berbagai tur yang tersedia. Namun bagi yang berjiwa petualang dan ingin lebih puas menjelajahi dengan jadwal yang lebih bebas, maka persewaan mobil menjadi solusi yang lebih tepat.

            Mayoritas perusahaan Tour & Travel yang menawarkan paket hemat tidak memulai perjalanan dari Arizona, melainkan dari tetangga-tetangganya yang lebih komersil, yaitu Nevada dan California. Harga ditawarkan mulai dari USD 79 per orang. Tak ada salahnya untuk melakukan simulasi budget perbandingan antara menggunakan jasa tur atau berkelana sendiri. Untuk pilihan paket tur, bisa cek beberapa web seperti www.canyontours.com atau www.tours4fun.com.

Kaktus di Tucson

Suhu di kota Tucson di musim semi bisa mencapai 110 derajat Fahrenheit atau sekitar 43 derajat Celcius. Tak heran apabila kaktus tumbuh dengan subur di mana-mana. Tak puas dengan hanya memandangi kaktus di sepanjang jalan, saya memutuskan untuk mengunjungi Arizona-Sonora Desert Museum. Tiket masuk museum yang sering masuk dalam sepuluh besar Zoological Park di dunia ini sebesar 14.5 USD per orang. Di dalam museum terdapat kebun binatang, museum dan taman. Walaupun disebut taman, tetapi yang ada di dalam museum ini mayoritas adalah, apalagi kalau bukan, kaktus!

Senja di Sedona

Sedona adalah kota kecil di antara Coconino dan Yavapai di Utara Arizona. Daya tarik Sedona terletak pada deretan bebatuan merah yang memantulkan cahaya magis terutama di saat di saat matahari terbenam. Letak kota ini hanya berjarak sekitar 113 mil yang bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dari Grand Canyon. Semburat warna oranye yang dipantulkan saat matahari terbit dan terbenam mampu memukau turis sehingga merupakan hal yang umum bagi penyelenggara Tour & Travel untuk menyediakan paket ke Grand Canyon sekaligus ke Sedona.

Di puncak Sedona terdapat sebuah gereja, Chapel of Holy Cross yang banyak dikunjungi wisatawan. Berlokasi di tengah deretan bebatuan yang dramatis, pemandangan dari jendela gereja sangat spektakuler, apalagi saat matahari tenggelam. Tak heran saat saya ke sana menjelang pukul enam sore, banyak pengunjung yang menyempatkan diri berdoa di dalam kapel suci ini.

Ngarai Berpasir Antelope Canyon

Antelope Canyon adalah ngarai yang terbentuk dari batu berpasir selama ribuan tahun. Saat ini obyek wisata Antelope Canyon dikelola oleh suku Navajo karena memang terletak di kawasan milik mereka. Suku Navajo adalah suku Indian yang tinggal di Timur Laut Arizona, Tenggara Utah, dan Barat Laut New Mexico. Terdiri dari dua ngarai, Lower Canyon dan Upper Canyon, keduanya menawarkan keunikannya masing-masing.

Kedua ngarai ini bagaikan surga bagi para fotografer, amatir maupun profesional sehingga tak heran apabila ada yang menyebut Antelope Canyon merupakan obyek ngarai yang paling banyak dipotret. Untuk mengabadikan keelokan keduanya tidak diperlukan keahlian fotografi khusus, hanya timing dan sudut yang tepat. Waktu terbaik untuk mengunjungi ngarai adalah siang hari di saat musim panas karena sorotan cahaya matahari yang masuk melalui celah sempit akan dipantulkan dengan anggunnya oleh dinding batu ngarai.

Upper Antelope Canyon dikenal dengan sebutan Tsé bighánílíní dalam bahasa Navajo, yang artinya “tempat di mana air mengalir melalui batu”. Upper Antelope Canyon lebih sering dikunjungi wisatawan baik dalam maupun luar negeri karena lokasinya yang mudah dijangkau dan seluruh areanya terletak di atas tanah sehingga untuk mengunjungi ngarai tidak dibutuhkan kondisi fisik yang prima. Ngarai ini menarik pengunjung berbagai usia, mulai dari anak-anak sampai kakek-nenek.

Lain halnya dengan Lower Antelope Canyon. Kondisinya yang terletak di bawah tanah dengan medan yang lebih menantang membuat ngarai ini hanya dikunjungi oleh wisatawan dengan kondisi fisik yang baik. Dalam bahasa Navajo ngarai ini disebut dengan Hasdeztwaz yang berarti “lengkungan batu spiral”, sebuah ungkapan yang tepat karena di dalam ngarai berlekuk liku.

Lake Powell & Glen Canyon Dam

Pernah membayangkan bendungan yang sedemikian cantiknya sampai-sampai menarik minat wisatawan? Salah satu bendungan yang apik di Amerika terletak di Arizona, yaitu Glen Canyon Dam yang membentuk Lake Powell. Danau ini merupakan salah satu bendungan tertinggi di dunia yang membelah Utah dan Arizona. Walaupun merupakan yang tertinggi, danau buatan ini masih kalah besar dibandingkan Lake Mead yang tersohor dengan Hoover Dam.

Di balik birunya Lake Powell tersimpan fungsi yang istimewa, yaitu sebagai penyedia tenaga listrik bagi Colorado, Utah, Wyoming dan New Mexico. Sebagai tempat wisata Lake Powell sering dikunjungi karena menawarkan spot yang menarik untuk memancing, berenang, atau sekadar wisata dengan menggunakan boat atau kayak.

Lake Powell dapat dinikmati dari beberapa sudut. Saat itu saya menikmatinya dari Wahweap Bay yang terletak di sisi Selatan. Dengan mengeluarkan uang sebesar 45 USD per orang pengunjung bisa menikmati boat tour selama kurang lebih 60 menit. Boat ini dilengkapi dengan audio tour, di mana peserta tour dipersilahkan untuk mengambil headset dan semacam alat penerima radio untuk kemudian didengarkan sepanjang perjalanan. Efektif dan efisien, karena kru kapal tidak perlu berteriak-teriak sepanjang tour dan peserta dapat mendengarkan informasi dengan suara jernih.

Horseshoe Bend

Horseshoe Bend adalah meander dari Sungai Colorado yang berbentuk tapal kuda. Meander merupakan bentukan sungai yang berkelok-kelok akibat terjadinya erosi dalam jangka waktu yang lama. Lokasi Horseshoe Bend sekitar 5 mil atau 8 kilometer dari Lake Powell. Kombinasi antara jernihnya air Lake Powell dengan bentuk meander yang unik dan bebatuan merah di sekitarnya menjadikan harmoni warna yang senada.

Untuk menjangkau obyek wisata ini tidak diperlukan biaya. Di dekat areal parkir mobil ada papan yang memberi informasi bahwa masih diperlukan ¾ mil atau 1.2 kilometer lagi sebelum sampai di tujuan. Harus saya akui, ¾ mil mungkin terdengar dekat tetapi sesungguhnya perjalanan itu tidak mudah karena kontur bukit yang naik turun dan berpasir bagaikan di pantai.

Tak ada pagar pengaman di tepian tebing Horseshoe Bend sehingga pengunjung dapat mencapai mengambil gambar sedekat mungkin dari tepi ngarai. Terlalu menyeramkan bagi saya yang takut ketinggian untuk mengambil pose tepat di tepian tebing sehingga saya cukup puas dengan beberapa gambar yang saya abadikan dari kejauhan.

Hoover Dam

Kalau Lake Powell dimaksudkan untuk menyediakan daya bagi empat negara bagian, Lake Mead ditujukan menyokong enam negara bagian. Hoover Dam, bendungan yang membentuk Lake Mead ini dibangun tahun 1931 – 1936. Nama Hoover diambil dari Herbert Hoover, Presiden Amerika Serikat ke-31. Walaupun secara geografis Hoover Dam terletak di Nevada, tepatnya di kota Boulder, tetapi bendungan ini terletak persis di perbatasan antara Arizona dan Nevada. Jadi

Hoover Dam berfungsi sebagai penyimpanan cadangan air terutama untuk irigasi pertanian di Southern California. Tak hanya itu, bendungan ini menyediakan daya listrik dan air bagi kota metropolitan di sekitarnya seperti Los Angeles. Namun Hoover Dam punya arti lain bagi Amerika, yaitu sebagai simbol kemegahan yang menjadi pengingat bahwa di tahun 1930 Amerika berhasil memanfaatkan alam dengan menerapkan teknologi mutakhir.

Visitor Center Hoover Dam menawarkan Powerplant Tour bagi pengunjung yang berminat. Terdiri dari 30 menit tour dengan kombinasi antara pemandu, audio dan film yang berisi penjelasan lebih mendalam tentang sejarah Hoover Dam, pembangunan yang melibatkan 6 negara bagian dan 6 perusahaan besar, manfaatnya di masa kini, bahkan sampai ke generator, tangga, terowongan dan pipa yang digunakan di awal pembangunan Hoover Dam. Cukup mencengangkan, mengingat bendungan ini dibangun tahun 1930. Tour ini bisa diikuti dengan mengeluarkan uang sebesar 11 USD.

Monument Valley

Suku Navajo memiliki sebutan sendiri untuk bentangan alam yang menakjubkan ini. Tsé Biiʼ Ndzisgaii, yang artinya lembah berbatu. Dataran tinggi tandus ini terletak di perbatasan antara Arizona dan Utah sekaligus merupakan bagian dari deretan Colorado plateau yang tersohor.. Tak mungkin salah mengenalinya karena monumen alami ini memiliki ciri khas gugus batu berpasir setinggi 1.000 kaki atau sekitar 300 meter.

Sebelum memasuki area Monument Valley kita harus membeli tiket terlebih dahulu sebesar $20 per mobil dengan penumpang maksimal 4 orang. Apabila lebih dari 4 akan dikenai biaya tambahan $10 per orang.

Setelah melewati loket tiket, pengunjung bebas untuk memilih menyusuri self guided tour atau ikut salah satu tur dengan menggunakan jeep. Harga yang harus dikeluarkan untuk mengikuti guided jeep tour berkisar antara $50 – $85 per orang, tergantung dari jenis dan kapasitas tur yang dipilih. Konon perjalanan menggunakan jeep lebih disarankan karena jenis kendaraan ini lebih tangguh dan dapat menempuh jarak yang lebih jauh ketimbang tur dengan mengendarai mobil biasa. Kontur jalan yang berbatu serta debu yang beterbangan dan mengganggu pandangan menjadi penghalang utama.

Grand Canyon

Walaupun disebut paling akhir, bukan berarti Grand Canyon merupakan obyek wisata paling tak menarik. Justru sebaliknya, bentukan alam ini mampu mengundang decak kagum siapapun yang memandangnya. Sisi yang jamak dikunjungi oleh wisatawan adalah South Rim karena ketersediaan fasilitas yang lengkap. Namun sesungguhnya pengunjung dapat menikmati dari berbagai sisi yaitu Utara, Barat dan Selatan. Ada beberapa cara untuk menikmati obyek wisata ini yaitu dengan berjalan kaki, naik sepeda atau dengan menggunakan shuttle. Setelah membayar tiket masuk sebesar 25 USD per mobil yang berlaku selama tujuh hari, pengunjung dapat langsung masuk area parkir dan mengunjungi pusat informasi.

Di sini pengunjung mendapat peta yang berisi informasi hiking trail yang ditawarkan, sepeda yang dapat disewa, bahkan rute shuttle gratis yang disediakan. Penjaga Visitor Center itu juga memberi saran titik mana saja yang paling banyak diminati wisatawan. Berdasarkan informasi yang diberikan, saya pun bersemangat menuju Hermit Rest Route dan singgah di Trailview Overlook, Hopi Point, Mohave Point dan Pima Point. Saran yang diberikan sungguh tepat karena pemandangan yang tersaji tak henti-hentinya membuat saya terpesona.

Arizona ternyata memang negara bagian penuh pesona. Dari perbincangan dengan beberapa pengunjung di setiap obyek wisata dapat ditarik kesimpulan bahwa nama negara bagian ke-48 ini harum di luar Amerika. Saya bukan satu-satunya pengunjung mancanegara. Beberapa dari mereka bahkan menghabiskan waktu beberapa minggu untuk berkelana mengelilingi Arizona. Beberapa hal yang perlu diingat sebelum mengunjungi Arizona adalah jangan sampai melupakan tabir surya, air minum dan mengenakan pakaian serta sepatu yang nyaman. Tiga hal tersebut mungkin sering dipandang enteng namun sesungguhnya sangat penting mengingat perjalanan yang cukup melelahkan.

Tips for Your Trip!

Arizona merupakan salah satu negara bagian yang beruntung mendapatkan curahan matahari terus-menerus sepanjang tahun. Bulan April – Mei merupakan waktu yang ideal untuk menikmati keindahan bebatuan Grand Canyon dan sekitarnya tanpa harus tersiksa oleh sinar matahari yang sangat menyengat.

Persewaan mobil di Amerika relatif cukup mudah bagi wisatawan. Cukup dengan menunjukkan identitas diri berupa paspor, SIM dan kartu kredit, kita dapat memilih mobil yang ingin digunakan. Jangan lupa untuk memastikan bahwa nama di ketiga dokumen tersebut sama karena penyewa tidak diijinkan membayar dengan menggunakan kartu kredit orang lain. SIM dan kartu kredit Indonesia diakui di Arizona, jadi jangan ragu untuk melangkah menuju konter persewaan mobil.

Tarif mobil yang ditawarkan sangat bervariasi tergantung model yang diinginkan, tanggal ambil dan pengembalian mobil, durasi dan tentunya perusahaan persewaan. Jangan lupa untuk mengecek harga antar perusahaan di situs penyedia pembanding harga seperti www.hotwire.com, www.kayak.com, www.expedia.com dan tentu saja situs perusahaannya langsung. Beberapa nama yang tersohor antara lain Hertz, Enterprise, Avis, Budget, Alamo dan Thrifty. Anda juga bisa memesan langsung dari Indonesia, lho.

Selain tarif yang tercantum, Anda disarankan mengambil asuransi yang nominalnya beragam, mulai dari USD 9 sampai USD 25 per hari. Perhatikan dan baca betul klausul yang tertera. Apabila ada hal yang tidak Anda mengerti, petugas konter akan dengan senang hati menjelaskannya.

Visa

Informasi lengkap pengajuan permohonan visa Amerika dapat dilihat di link berikut: http://indonesian.jakarta.usembassy.gov/id/visas/mengajukan_visa.html

Secara singkat, langkah-langkahnya dapat dirangkum seperti di bawah ini:

  1. Membayar biaya visa sebesar $160 (Rp. 1.865.000,00)
  2. Mengisi Formulir DS-160 di web Kedutaan Amerika
  3. Mengisi profil permohonan wawancara
  4. Mengikuti wawancara (tidak dapat diwakilkan)

Mata Uang

Mata uang yang digunakan adalah US Dollar (USD)

How to Get There

Tiket Jakarta – Phoenix dapat diperoleh mulai dari $1.524 pulang pergi dengan rute Jakarta – Tokyo – Los Angeles – Phoenix. Waktu yang tepat untuk berkunjung adalah di bulan April karena belum terlalu panas.

Where to Sleep In

Website pembanding harga juga berguna untuk mendapatkan gambaran harga hotel. Hotel di kota dekat tempat wisata seperti Sedona memasang harga minimum 500.000 per malam di musim non liburan dan bisa mencapai 1,5 juta per malam saat peak season.

Tags: