Archive for ‘ura ura’

June 14, 2019

I Like Me

simple question

Suatu hari saya ngga sengaja melihat foto ini di internet. Gambar yang sederhana, tapi membuat berpikir panjang. Iya juga ya, misalnya saya ketemu saya sendiri kira-kira apa kesan pertama? Dan mau diajak ngobrol apa?

Skenario pun mulai tersusun. Sepertinya saya akan mulai dengan ngobrol tentang hal santai, mulai dari aslinya dari mana, anak ke-berapa dari berapa bersaudara. Lalu beranjak ke kuliah di mana dan pernah tinggal di mana saja.

Selanjutnya saya akan ajak ngopi bareng. Flat white, tentu saja. Sambil ngopi, saya akan bahas buku terakhir yang dibaca. Apakah Sheryl Sandberg dan Michelle Obama memiliki karakter yang sama. Siapa yang lebih disukai, Bill Gates atau Jeff Bezos. Mengingat karakter saya, besar kemungkinan kami berdua akan lebih memandang Bill Gates ketimbang bos Amazon.

Kemudian saya akan curhat sedikit tentang bobot badan yang bertambah secara signifikan begitu usia menginjak kepala 3. Ingatan mulai berkurang dan suka lupa nama orang yang diajak bicara. Betapa dulu suka geli sendiri kalau Mama sudah memanggil dengan absen semua nama anaknya satu per satu dan sekarang mengulangi hal yang sama. Lalu kami akan tertawa bersama.

Semalam saya lempar ide itu ke suami. Respon dia?

“Nggak, aku ga akan suka kalo ketemu dia. Kamu memang bakal suka ketemu aku karena kamu cerita sesuatu dan aku mendengarkan. Tapi aku engga suka ketemu aku.”

“Lah, kenapa? Khan kalian bisa cocok dan ga saling ganggu karena toh sama-sama pendiam.”

“Iya tapi kalo ada dia khan jadinya diam. Trus aku juga diam. Ngga ada bedanya donk? Jadi mending ngga usah ketemu.

Hmmmm… Logis. Tapi ya maksudku ga gitu juga sik (–“)

June 9, 2019

Libur Tlah Berlalu

Sebutkan dua kata yang paling mengerikan minggu ini! Menurut saya: Besok masuk.

Mau gimana lagi, namanya juga orang kantoran khan ya. Mau dapat gajinya ya harus kerja. Pengen dapat fasilitasnya ya harus masuk. Saya punya tips dan trik supaya masuk kerja setelah libur panjang bisa tetap menyenangkan.

  1. Melakukan deep clean seantero ruangan apartemen. Semua ruangan saya sikat, lap, vacuum dan pel tanpa kecuali. Benda-benda yang sudah ga terpakai langsung saya singkirkan. Demi apa ternyata saya masih menyimpan kartu garansi kamera yang dibeli 2 tahun lalu padahal garansinya hanya berlaku selama satu tahun? Belum lagi nota pembelian benda beberapa bulan lalu dan corat-coret relasi table sebuah project yang sudah ga relevan lagi sekarang. Bungkus! Masuk ke tempat sampah! Yes!
  2. Body scrub, maskeran dan baby facial. Sukaaa banget kalo udah pakai scrub favorit yang beraroma kopi. Kalo facial, saya memang rutin seminggu sekali pakai Sukari Babyfacial dari Drunk Elephant. Kalau keadaan kulit lagi berantakan, langsung terasa cekit-cekit deh itu kulit muka. Tapi setelahnya.. Segaar.
  3. Ganti pengharum ruangan. Semua ruangan saya ganti aromanya.. Sekarang ruang kamar dan perpustakaan beraroma kayu-kayuan, ruang tengah disemprot dengan pewangi jeruk, sementara kamar mandi saya pasang pengharum kopi. Nuansa masing-masing ruangan bener-bener beda gitu 😀
  4. Berenang. Oh my! Ini aktivitas yang dulu rutin saya lakukan seminggu sekali dan mendadak terhenti begitu saja. Padahal renang di apartemen saya ini gratis, plus ga perlu usaha lagi buat parkir dan sebagainya. Saya niatkan mulai sekarang harus rutin lagi.
  5. Nge-gym. Ini juga sebuah niat yang dari dulu tertunda-tunda. Selama beberapa bulan belakangan jatuh-jatuhnya hanya bayar iuran bulanan gym tapi ngga pernah menjejakkan kaki di studio. Ampuuuuun!

Lima hal simpel tersebut ternyata cukup manjur lho untuk menambah semangat kerja besok. Terbukti sekarang saya siap-siap untuk istirahat, ga sabar untuk bisa memulai rutinitas kembali besok pagi 😀

June 7, 2019

Serba-serbi Lebaran 2019

Yang namanya Lebaran pasti selalu punya cerita. Bisa tentang pengalaman mudik, ucapan mohon maaf lahir batin, atau makanannya.

Mohon Maaf Lahir Batin
Sudah beberapa tahun belakangan ini saya tidak memusingkan ucapan melalui pesan singkat. Mau mengucapkan ke saya atau tidak, tidak masalah. Saya sendiri juga tidak mengirim pesan ke banyak orang, hanya orang-orang terdekat yang saya kirimi. Kata-katanya pun bukan template karena saya tidak suka yang tidak personalised langsung ke orangnya. Kalimat yang saya kirim kurang lebih

Cuy!

Met Lebaran yaa

Mohon maaf lahir batin kalo ada salah.

Dengan begini tak heran lalu sampai terjadi percakapan yang berlanjut sampai berbalas kabar. Tentu ini ga akan kejadian kalau pesan yang saya kirim berupa template, ya ga?

Baju Lebaran
Semenjak mulai kerja dan punya uang sendiri saya malah ga pernah beli baju Lebaran. Kalau momen Idul Fitri tiba, baju yang saya pakai ya baju lama, malah kadang baju kerja. Saya memang kurang suka dengan yang model gamis, karena tidak sesuai dengan keseharian saya. Ga bisa dipake ngantor, ga bisa dipake bwt sekedar turun ke bawah buat beli makan, ga bisa dipakai tidur, hanya bisa dipakai di saat tertentu. Jadinya ya baju Lebaran saya pada umumnya berupa blouse atau outer batik dan dipadu dengan celana jeans. Praktis!

Makanan
Lebaran di rumah orang berarti saya pasrah ngikut saja dengan menu yang disuguhkan. Untungnya saya dan suami sama-sama ga neko-neko nuntut Lebaran harus dengan opor dan sambal goreng atau apalah. Yang penting makan, itu sudah hamdalah.

Mudik
Jogja itu ternyata beneran murah buanget ya. Enam hari saya di Jogja, saya makan di sana sini, nonton, ngopi ke sana kemari dan untuk masing-masing itemnya hanya menghabiskan biaya maksimal 75% dari yang saya habiskan di Jakarta. Edyaaan. Mau donk dapat gaji Jakarta tapi hidup di Jogja 😄.

Hmmm.. Apalagi ya yang bisa ditulis tentang Lebaran. Nanti kalau ada tambahan lain saya tulis di blog post terpisah deh.

June 4, 2019

Mudik Lebaran 2019

Haseeek, akhirnya saya ngerasain lagi hal yang lagi trend di kalangan orang-orang: mudik! Sebagai anak yang sudah ngga punya orang tua dan ngga ada kampung halaman, biasanya kalo pas musim Lebaran gini saya ngendon aja di Jakarta. Untung saja status sudah ngga sendiri, dengan suami yang punya kampung di Jogja.

Seperti layaknya orang kantoran, saya dan suami baru libur mulai hari Sabtu 1 Juni lalu. Jam 7 lewat 15 menit kami mulai jalan dari Kalibata City. Seperti yang sudah diduga, Cikampek padat merayap. Parah sih macetnya, hampir sampai jam 11 siang tapi untung kami kebagian jalur contra flow alias mlipir lewat jalur berlawanan secara legal. Pas saya lewat, contra flow yang dibuka baru 1 lajur, tapi pak polisi sedang membukakan lajur baru jadi nantinya akan ada 2 lajur contra flow.

Lebih hepi lagi pas masuk Karawang, ternyata jalur tol sebelah dibuka bebas untuk kendaraan yang melaju dari Jakarta alias one way. Beneran itu taktik one way sangat membantu banget karena jalanan jadi lancar jaya. Beberapa kali malah suami bisa melaju sampai kecepatan 120 km/jam saking kosongnya jalan. Suami sampe komentar

“Ini mah serasa kayak nyetir di Amerika, bisa kecepatan segini.”

“Tanpa kuatir kena denda speeding, pula” timpal saya

Sebelumnya kami menyangka jalur one way hanya dibuka sampai Brebes. Lha ini kok selepas Brebes masih bisa jalan terus.. Tegal, Pekalongan.. terlewati dengan ngebut. Ealah ternyata hari itu jalur satu arah dibuka sampai Kalikangkung, Semarang.

Kami menginjakkan kaki di Jogja kurang lebih jam 19.00. 12 jam perjalanan, not bad at all, mengingat tahun 2016 dulu kami menghabiskan waktu hampir 18 jam di jalan!

Biaya tol kira-kira 391 ribu rupiah, plus bensin 250 ribu jadi total biaya mudik sekali jalan hanya 641.000. Wow, biaya yang relatif murah 😀

Kalau kalian gimana? Tahun ini mudik ngga? Share donk cerita mudiknya