Archive for ‘ura ura’

April 20, 2018

Refleks

Susah memang kalo punya kebiasaan refleks dan ngga bisa nyembunyiin perasaan lewat air muka atau komentar. Apapun yang dipikirkan dan dirasakan, pasti langsung kelihatan lewat ekspresi. Entah itu senang, lagi mikir, sedih, atau kecewa.

Sehari-hari saya ini orangnya suka cerita. Apalagi kalo ketemu teman yang enak diajak bicara. Kalo ga ada? Suami lah jadi korban dengerin semua kisah hidup saya. Segala hal remeh saya ceritain ke dia.

“Aku siang ini makan sama si ini.”

“Tadi aku ngobrol sama barista Seven Seeds, dia nanya bla bla bla..”

atau

“Di mushala aku ketemu si ini.”

See? Hal ga penting semacam ketemu si ini di mushala aja diceritain padahal mana lah suami saya tahu si ini itu siapa, kuliah di mana dan kenal sama saya di mana. Saya rasa sih sekarang suami saya udah maklum.

Kebiasaan saya suka cerita ini juga diadopsi oleh teman saya: Sonam. Dia ini suka cerita sehari-hari ngapain aja, sekelompok sama siapa, ngerjain tugas sama siapa, dan sebagainya. Beberapa nama yang pernah dia sebut: Alice, Lulu, dan Gavin. Kata Sonam, Alice ini anak Malaysia sementara Lulu dan Gavin dari China. Awalnya saya ngga kenal sama mereka bertiga, sampai suatu saat di sebuah kelas ada cewek yang duduk di belakang saya nyolek-nyolek dari belakang.

Si cewek: “Hey hey! What’s your name? From Indonesia, haa?” *dengan aksen Melayu.*
Saya: “Yes. I’m Putri. You?”
Si cewek: “Alice.”
Saya: “Hooo! So you’re Alice!” 
Si cewek: “You know me?” *muka kaget
Saya: “You’re Sonam’s friend’s right! She talks about you”
Si cewek: “What?”
Saya: “No no, not talking about you. I mean, mention your name.”

Hyaah, salah ngomong deh. Jangan sampe disangka Sonam sering nggosipin dia. Beberapa menit berikutnya saya habiskan dengan ngejelasin bahwa Sonam sering cerita tentang kuliahnya dan sering nyebut temen-temennya bla bla bla…

Hal yang sama terulang waktu saya ketemu Lulu dan Gavin, hanya saja kali ini kebetulan ada Sonam jadi dia bisa komplain keras.

Saya: “What’s your name?”
Lulu: “Lulu..”
Saya: “Aaaah! You’re Lulu!”
Lulu: “You know me???”
Sonam: “PUTRI!”

Dengan Gavin juga.

Saya: “What’s your name?”
Gavin: “Gavin..”
Saya: “I see..! You’re Gavin!”
Gavin: “What do you mean???”
Sonam: “P U T R I ! Don’t do that again!”

Dan saya cuma bisa ketawa sambil bilang “I couldn’t help it, sorrryyyy. It’s my reflex response.”

April 13, 2018

Instagram Feed ala n1ngtyas

Saya sadar diri kalo sifat saya ini mudah banget terpengaruh, entah energi positif atau negatif. Ngga tau kenapa, kesannya kok kayak ga punya kepribadian gitu. Makanya, berdasarkan hasil analisa atas diri sendiri otomatis saya langsung menjauh kalo ada hal yang menurut saya bisa bawa dampak negatif, entah gampang marah, kesel, sedih atau apapun lah. Salah satunya ya dalam dunia blog dan media sosial.

Tiap mau klik ‘follow‘ blog, saya baca-baca dulu blog post-nya. Isinya kebanyakan positif atau sebaliknya. Makanya saya suka sama blog yang cerita tentang traveling, makanan, dan juga anak-anaknya soalnya biasanya si pemilik itu punya cara pandang positif. Gitu juga sama instagram, saya selektif banget. Begitu ada yang post konten yang saya ga suka, langsung unfollow.

Ini dia beberapa di antara akun yang memenuhi feed instagram saya.

 

Adventure in a Bus
Waktu kecil dulu saya suka berkhayal gimana rasanya tinggal di karavan. Dan ternyata beneran ada (banyak malah!) yang tinggal di dalam bus!

 

Bethany Hamilton
Peselancar dari Amerika ini harus kehilangan salah satu lengannya di tahun 2003. Pernah kebayang ga kondisi yang sebelumnya sempurna dengan dua kaki dan dua tangan trus mendadak harus hidup dengan satu lengan saja?

 

Babak Tafreshi
Fotografer Amerika keturunan Iran ini rajin memenuhi feed instagramnya dengan foto-foto luar biasa. Dia juga fotografer National Geographic, jadi ga heran lah ya dengan kualitas foto-fotonya.

A frequent question I receive is if we can see the same view with our eyes? Swipe left for the answer. At dark we are almost color-blinded except for bright stars or anything with bright concentrated light that activates our cones, the photoreceptor cells in the retina. Under a natural moonless night sky you see much more, when your eyes are dark adapted, being outside of the room/car for several minutes and not looking at any bright white light (cellphone/streetlight). The Milky Way is spectacular visually, specially in the summer sky (or from the southern hemisphere). It’s a must to do experience for anyone who cares for the natural world. The Galaxy band shows a lot of details and dark clouds, similar to what you see in my images, but not the color. Also the camera’s long exposure records much more background stars that we can see, but still even visually you are able to see well over a thousand star in a dark sky. You find some of my images with lower contrast and colorless Milky Way which resembles what we can see. @twanight #twanight #milkyway #grandteton #astrophotography #longexposure #nightvision #stargazing @natgeo @natgeocreative @natgeotravel

A post shared by Babak Tafreshi (@babaktafreshi) on

 

Fox Fairy Twins
Bayi kembar cowok-cewek yang perjalanan hidupnya udah saya ikuti sejak mereka baru lahir sampe sekarang udah berumur hampir dua tahun. Oh I love their Instastory so much!!

 

Father of Daughters
Bapak EMPAT anak ini suka posting foto dengan caption yang bikin ketawa ngakak. Kelakuan dia dalam mengasuh empat putrinya selalu kocak, tapi dia juga tetap berhasil nge-date romantis sama istrinya. Salut deh.

You know when you do something & your kids find it so snot bubblingly hilarious that, much like a court jester, you are forever requested to do it over & over & over again just to satisfy the powers that be? About a month ago, I made the mistake of making a den (essentially my legs propping up the duvet) for the Ottie & Delilah to drink their morning milk in. I then shut them in & ticked from the outside. Standard really. They loved it. They loved it so much that they now demand it every morning. The only problem I have with this is that I have now be clocked square in the balls on no less than 3 occasions by a twin who's adapted their bottle from a energy giving vessell of Morning sustainence into a weapon that renders men impotent. The results – a grown man wincing in the fetal position while 2 small girls look on, giggling like saddistic mainiacs while chinking milk bottles – they now think this is part of some kind of slapstick routine which im just thrilled about. What demeaning things are you subjected to in order to entertain little ones? #twins #morningfeed #duvetden #beatenbyababy #cheapbirthcontrol #squareinthenuts #parenting #fod #Fatherofdaughters #dadlife #instadad

A post shared by Simon, also known as FOD (@father_of_daughters) on

 

Kurang lebih itu deh feed yang saya lihat sehari-hari. Pokoknya kriterianya gampang: ga bikin emosi, fotonya bagus, atau caption-nya lucu.

 

March 15, 2018

Rambling Thought

I love being myself. I have no obligation to seek validation from others. I’m into a thought that silence can be a gift, and some people surely need wisdom to know when it is necessary. People will talk, they always have and always will. I’m fully aware that no matter what I do, I say, the way I behave, what kind of tops and bottoms I wear, the decisions I make, will always be observed and criticized by others. Most of my experiences told me that the more people care about their own appearance, the sharper they judge others’. They insist others to be as ‘stylish‘ as them, as ‘elegant‘, ‘classy‘ and whateva they perceive as ‘beautiful‘.

I don’t think I can afford to spend time concerning your response about me. Your opinion absolutely has nothing to do with me. Thank you.

February 28, 2018

Bhinneka di Welcoming AASC 2018

WhatsApp Image 2018-02-23 at 21.56.05

Walaupun bukan awardee beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS), tapi udah bolak-balik acara AAS yang saya ikuti sebagai penari. Yaaa kali aja ini sebuah #kode kalo suatu saat saya bakal jadi awardee AAS? Amiiiien. Hahahaha.

Hari Jum’at, 23 Februari 2018 lalu Bhinneka diundang tampil dalam acara Welcoming party dari AAS. Nah, untuk penampilan kali ini ada dua gerakan baru yang belum pernah saya tarikan: Kutiding dan Amin. Awalnya saya agak ragu, bisa ngikutin apa enggak. Wong pas banget selama hari latihan itu ternyata saya pas lagi ada di New Zealand. Untung aja bisa kekejar buat latihan dua gerakan baru itu, walopun dengan sedikit salah, hihihi.

 

WhatsApp Image 2018-02-23 at 21.55.41

Kiri dan kanan: LPDP. Tengah: AAS

Sempat ada cerita seru sebelum tampil nih. Jadi awalnya formasi penari udah disusun buat ditarikan oleh 7 orang penari. Tahu sendiri kalo yang namanya Ratoh Duek itu gerakan penarinya beda-beda, atau yang biasa kita sebut ‘naik dan turun’. Ada penari yang ‘naik’ dan ada yang ‘turun’. Contohnya di foto di atas, saya dan Evelynd pakai baju berwarna beda yang artinya kami beda gerakan.

Satu jam sebelum tampil tiba-tiba salah seorang penari yang memang lokasi tempat tinggalnya jauh mendadak kena macet! Mana pun dia belum dandan, belum gladi resik dan sebagainya. Akhirnya di detik-detik terakhir pun dilakukan perombakan yang cukup lumayan. Untuuuung banget trus semua berjalan lancar. Penampilan Bhinneka disambut cukup meriah oleh penonton yang datang dari berbagai negara. Alhamdulillah 🙂

WhatsApp Image 2018-02-23 at 21.55.50.jpeg

 

Berhubung saya belum punya video lengkapnya jadi yang ditunjukin baru cuplikannya aja yah.