Archive for ‘unimelb’

April 5, 2018

Things I’m Grateful for Today (2)

Hari ini hari Kamis, lagi libur tengah semester antara Week 5 dan Week 6. Walopun libur, yang namanya ke perpus sih tetep jalan seperti biasa soalnya saya nggak mau kelabakan menjelang deadline. Sebisa mungkin tugas dan bacaan dicicil satu per satu. Nah di tengah-tengah libur dan kesibukan perpus, ada beberapa hal yang bikin saya seneng.

Tugas yang mulai kelihatan hilalnya

Maksudnya tak lain dan tak bukan adalah saya perlahan-lahan udah mulai ngerti ide yang mau dibawa ke tulisan itu seperti apa. Kadang seakan otak saya ini agak macet, udah baca jurnal berkali-kali tetep ngga ngerti maksudnya apa, hahahaha. Hari ini, entah kenapa, perjalanan saya nugas mulus kayak mukanya Lucinta Luna. Baca jurnal, ngerti. Cross check ke sumber lain, paham. Lagi encer kayaknya otak saya, hehehe.

Suami dan liburan

Suami saya bentar lagi datang, yes! Dan istilah ‘sebentar lagi’ itu literally sebentar lagi, tepatnya: lusa! Trus udah gitu dia sengaja mau bawain sesuatu spesial buat saya, apalagi kalo bukan asupan Tolak Angin, panadol dan juga SK-II. Yess, kurang random apa coba mahasiswa yang satu ini. Suami dijadikan supplier tiga bulanan produk kesehatan dan kecantikan istri. Ada rencana ke mana? Hehe, itu nanti bisa jadi blog post khusus lah.

Service Management and Innovation Assignment

Lah, kayaknya ini udah dibahas pas posting kemarin? Ngomongin mata kuliah yang satu ini mah bisa saya jadiin series khusus. Mungkin kapan-kapan saya mo ngompyang soal subject kontroversial tapi menarik ini. Kenapa saya bersyukur? Karena lagi-lagi teman-teman sekelompok saya baik dan pengertian.

Minggu lalu saya udah bilang “Guys, my husband will be coming to town next week so is it okay for you to have discussion on this week only?”

Mereka semua (tiga orang) setuju dan hari Minggu kemarin kita udah ngobrol sehari penuh dari jam 11 siang sampe jam 8 malam. Gila emang ini subject, udah tak terkatakan lagi lah pokoknya. Nahhh, mendadak siang ini salah satu teman iseng donk pengen bahas hitung-hitungan matematikanya secara lebih mendalam. Saya bingung lah pokoknya kenapa kok ada yang semangat 2018 banget gitu buat nguthek lagi. Berhubung saya lagi asik ngerjain tugas yang dibahas di poin pertama tadi, saya minta ijin buat ga ikut diskusi. Eh trus mereka selow aja dan bilang “Don’t worry about us”. Okelah, qaqa.

 

Jadi gitu deh, sekilas lintas tentang hidup saya hari ini yang ga jauh-jauh dari tugas dan perpustakaan. Jangan bosen yak 😀

April 3, 2018

Library at the Dock, Melbourne (2)

Ceritanya digabung aja sama hari kemarin kali ya. Jadi minggu lalu saya baca status Facebook temen MIS (Master of Information Systems) yang bilang kurang lebih “bad things happen to me recently.” Otomatis trus saya kirimi pesan, nanya ada apa trus ada yang bisa dibantu ga. Mungkin aja dia cuma butuh teman cerita. Dia bilang “That’s okay, I’ve talked to someone. But it’s great that you ask, we have to catch up!”

Jadilah hari Senin kemarin kami ngopi-ngopi cantik di kedai kopi yang namanya Code Black. Memang kami udah lama banget ga ketemu, padahal biasanya tiap semester paling engga ngobrol di kelas lah. Kedai kopi ini disaranin sama dia. Saya jelas senang soalnya bisa sekalian nyobain tempat baru.

img_0086

Sambil ngopi dan cerita-cerita, dia bilang kalo selama mid semester break ini ga ke mana-mana. Nah kebetulan saya dan teman lain punya rencana mau main ke Library at the Dock, perpustakaan cantik yang pernah saya tulis di blog post yang ini. Dan pas saya ajakin, eh kok ya kebeneran dia mau. Sip, jadi sejauh ini rencana saya dan tiga teman lain plus si teman satu ini mo belajar bareng di Library at the Dock.

Hari ini, sekitar jam 10-an saya mangkal dulu di perpus favorit sepanjang masa: Baillieu library. Gimana ga jadi perpustakaan kecintaan, di sinilah saya menghabiskan hari-hari semester sampe nginep-nginep segala. Cintaku padamu lah, mas Baillieu! Tiga teman janjian saya: Kanya, Ica dan Sheby kebetulan juga kuncen Baillieu jadi tanpa janjian pun saya berhasil menemukan mereka di sana.

Kami berempat rame-rame nge-tram ke Library at the Dock buat ketemuan sama teman saya. Si teman ini sebelumnya bilang ke saya “I might leave early so we’ll meet there instead of meeting at tram stop.” 

Okaaaay.

Begitu nyampe library, kita berempat berpisah cari tempat kesukaan masing-masing. Saya milih duduk bareng si teman sementara Kanya, Sheby dan Ica entah ke mana. Si teman ini asyik sendiri dengerin lecture capture sambil manggut-manggut. Lecture capture ini adalah video rekaman dari pelajaran kampus, bermanfaat banget buat ngulang materi.

Belakangan trus Ica muncul dan langsung tenggelam dalam bacaan jurnal, walaupun di tengah-tengah baca juga Ica colak-colek saya buat diskusi soal bahan yang dia baca. Soalnya dia kebetulan mau menggali soal Knowledge Management System, yang kebetulan kelasnya memang lagi saya ambil semester ini.

Beberapa jam kemudian….

Kanya dan Sheby muncul. Bilang “Kita menyerah, Kakaaaak.”

Okelah akhirnya kita berempat, para mahasiswa Indo ini pamit pulang duluan sama teman saya. Ironis, soalnya si teman yang tadinya bilang “I might leave early” malah dia bertahan lebih lama dari kita, hwaaaa… Energi dan semangatnya memang luar biasa.

Udah gitu ya, melihat pemandangan yang cantik di luar perpus bikin kita ga tahan buat ga foto-foto. Jadi inilah dia..

78383c27-e300-4918-9797-743fb3300af2

Atas: saya dan Ica. Bawah: Kanya dan Sheby

Saya yakin deh, besok kalo ke Baillieu pasti saya akan menemukan gerombolan ini mendekam sejak pagi. Yeah, student lyfe..

March 12, 2018

Things I’m Grateful for Today (1)

Heyaaa! Hari ini hari Senin. Week 3 baru aja mulai. Tapi entah kenapa rasanya kayak bukan Week 3 saking banyaknya tugas. Walopun berbagai kesibukan ini bikin saya jadi penghuni tetap perpustakaan dan pengunjung setia Seven Seeds demi secangkir flat white, banyaaak hal yang bisa saya syukuri.

OZIP Assignment

Di Melbourne ada Moomba Festival, sebuah acara tahunan gratis nan meriah yang diadakan selama tiga hari berturut-turut dari Jum’at malam sampai Senin malam. Sengaja sampe Senin soalnya hari Senin ini kebetulan libur nasional, tepatnya bernama labour day. Labour Day di Australia tanggalnya berbeda-beda, tergantung state, nah kebetulan di state Victoria ini jatuh di hari Senin kedua di bulan Maret.

Puncak Moomba Festival adalah Moomba Parade, yang diadakan hari Senin pagi. Saya kebagian tugas liputan nulis tentang Moomba Festival ini untuk OZIP Magazine. Bahkan saya udah ngajak teman untuk nonton bareng Moomba Parade. Ternyata oh ternyata, semua hanya tinggal rencana. Persis di jam Moomba Parade diadakan ternyata saya harus kerja kelompok. Oh no!

Untungnya yaa. Untuuung banget banget banget.. Si teman yang awalnya saya ajak itu ga keberatan pergi sendiri. Dan bahkan dia juga bersedia saya mintain tolong buat ambil foto-foto.

“Please take good pictures for me. I need those for my article.” saya bilang ke dia

“No worries, Putri. No worries.”

Balik-balik dari parade dia nunjukin beberapa hasil jepretannya yang bagus-bagus. Saya sampe bilang ke dia

“You saved me. Thank you very much.. Thank you!”

 

Service Management and Innovation Assignment

Salah satu mata kuliah yang saya ambil kali ini berjudul Service Management and Innovation yang diajar oleh pak Sentimen Amerika yang saya gosipin di blog post yang ini. Quiz, tugas, presentasi dan analisa yang dikasih ngga tanggung-tanggung. Dua minggu sekali ada kuis. Seminggu sekali bikin analisa performance untuk perusahaan, sekaligus langsung eksekusi di LINKS, semacam simulator untuk manager. Di tengah-tengah semester ada kompetisi antar kelompok. Belum lagi di akhir semester ada presentasi akhir. Ditutup dengan ujian. Yassalam…

Trus kok mau?

Habis gimana lagi. Dosennya menarik sih. Trus juga si pak Sentimen Amerika ini menjalin kerjasama dengan ANZ buat kompetisi tersebut di atas. Mendengar nama ANZ, jujur, kuping saya langsung tegak berdiri. Hihihi, maklumin ya, abis kelar kuliah saya jadi pengangguran nih. Jadi apapun yang bisa mempercantik CV, langsung saya hajar. Termasuk mengorbankan diri saya buat daftar mata kuliah ini.

Oya, beda dengan mata kuliah lain, buat enroll ke subject ini kita harus pitch diri kita sendiri ke pak Sentimen Amerika. Peminat kudu kirim transkrip plus beberapa ratus kata tentang kenapa kita tertarik pengen belajar mata kuliah ini dan gimana diri kita kalo kerja kelompok. Inilah yang namanya jual diri. It seems that the way I present myself was convincing enough, made him picked me among others. 

Deadline untuk tugas kelompok mingguan ini sebenernya Selasa malam. Kelompok saya mulai kerja bareng dari Jumat pagi. Lanjut hari Minggu siang sampe malam. Lanjut lagi Senin pagi sampe siang. Lanjut lagi Senin malam. Kepotong-potong begitu soalnya jadwal kelas kami semua beda-beda. Saya kebagian kelompok yang isinya cowok semua, sebut saja A, B dan C.

Kenapa saya beruntung? Karena saya denger dari temen lain

“Oh, A is your group mate? He’s good! I was his team in Emerging class during last semester and he’s very good.”

Ada lagi temen yang bilang

“I know C. I was in his group during my first semester. He always submits his part on time. You don’t even need to proofread his part. It was perfect.”

Girang donk saya. Makin girang lagi pas baru aja saya balik lagi buat kerja kelompok setelah habis kelas malam, tahu-tahu si B bilang

“You can go home now, Putri. I will do the report and submit the simulation tonight.”

I was like.. How on earth I can be so lucky like now? Sekarang ini aja saya nge-blog sambil liatin si B ngupdate report di Google Docs. A kebetulan lagi ada kerja kelompok mata kuliah lain, sementara si C lagi kuliah. Memang malam ini yang available hanya saya dan B. Saya mikirnya, jelek-jeleknya besok saya harus kerja kelompok lagi. Ealah ternyata pas saya ada kelas tadi siang, mayoritas pekerjaan udah di-handle sama A.

Alhamdulillaaaaah…

March 7, 2018

Libur Musim Panas 2018

Sama kayak tahun lalu, libur musim panas kali ini juga berlangsung selama 3.5 bulan. Dan seperti tahun lalu juga, liburan saya dihabiskan dengan beragam kegiatan mulai dari:

Ketemuan Teman Lama

Cerita ketemuan dengan teman ini yang saya bikin blog post-nya sampe berseri-seri panjangnya ituuu. Beragam teman saya kunjungi dan bajak buat makan siang bareng. Rejeki saya cukup gede, tiap kali makan sama teman selalu ditraktir, hihihi. Alhamdulillah. Kenyang, enak, ga bayar pula. Selain janjian makan, tiap akhir pekan saya berhasil menggeret suami untuk nemenin ke beragam kedai kopi di Jakarta. Daftarnya belum selesai, memang. Kemungkinan akan dilanjut lagi setelah saya balik dari Melbourne Agustus tahun ini.

Summer Semester

26952059_10213849853653804_1210717266869984716_o

Ini hal yang berbeda dari tahun lalu: saya ambil summer semester dengan pertimbangan agar semester berikutnya bisa lebih bernapas. Normalnya, mahasiswa Unimelb itu harus ambil 4 mata kuliah per semester. Saya kapok ngap-ngap-an di tengah semester, jadi begitu ada kesempatan buat ambil kelas summer, jadilah. Hasilnya, semester terakhir ini saya hanya perlu ambil 3 mata kuliah sahaja, bukan 4. YASS!!

Jalan-jalan

Dahulu kala, suami saya pernah bilang kalau pengen keliling dunia berdua bareng saya. Kalimatnya dia dulu romantis deh, sayang sekarang lupa persisnya gimana. Nanya dia? Beuh, percuma. Kalo diingetin soal hal-hal yang menurut saya romantis, responnya pasti gini “Emang dulu aku pernah bilang gitu ya? Ga inget.” Romantis ala dia memang terselubung, ga pake diomongin dan ga pake kata-kata. Tapi langsung diajak pergi ke New Zealand.

Menjelajah Melbourne

19642684_10213880606822614_7793259712677826366_n

udah oke belum gayanya?

 

26910219_10213879160426455_6784720688547556960_o

orat-oret di tembok

 

26962064_10213869227258132_3074083732178710541_o

mlaku-mlaku pinggir kali, Cak!

 

27021340_10213887740160943_5479444071859288006_o

perkantoran, anak-anak, halte tram bahkan mbak-mbak modis bisa berada di satu area yang sama

Melbourne is exceptionally beautiful! 

Berhari-hari saya habiskan jalan kaki sendirian ke sana ke mari buat sekedar ke perpus, pinjem buku, tidur-tiduran di rumput, beli kopi, berburu grafiti bahkan sampai nyobain main piano di pinggir jalan. Bener-bener ga heran kalo Melbourne sampe dinobatkan jadi kota ternyaman buat ditinggali di dunia selama tujuh tahun berturut-turut.

27710163_10214001789252099_815713574933540576_o.jpg

ini adegan pas nonton Melbourne Symphony Orchestra gratis

 

Sekarang sih liburannya udah lewat, malah udah masuk Week 2. Kalo mau cerita tentang keseharian saya sekarang-sekarang ini ya isinya ga jauh-jauh dari perpus dan perpus dan perpus terus. Makanya disempetin nulis beginian buat refreshing sekaligus mengingat-ingat masa-masa menyenangkan pas liburan musim panas kemarin, hahahaha!