Archive for ‘america’

January 20, 2014

New Orleans, Louisiana

New Orleans, Louisiana atau yang sering disebut dengan NOLA merupakan sebuah kota yang cantik dengan kebudayaan unik. Kota ini lekat dengan Perancis, mulai dari asal usul namanya, makanan khas, kawasan terkenal, musik bahkan sampai festival tahunan yang kental dengan pengaruh Perancis. Kami tiba di New Orleans Minggu larut malam. Untung saja hotel kami terletak di French Quarter, kawasan paling tua di sini dan sekaligus terkenal akan hiburan malamnya. Perkiraan saya akan mendapati kota yang hiruk pikuk ternyata salah. Mungkin juga disebabkan karena waktu yang tidak tepat, siapa yang masih dugem di Minggu malam, hehehe.. Ditambah cuaca saat itu hujan rintik-rintik, jadi semakin sepilah French Quarter.

Walaupun sepi, banyak bar, pub dan restoran yang buka di sepanjang jalan. Atau jangan-jangan ramainya itu ada di dalam bar ya?


Selepas beristirahat semalam, sebelum check out kami sempatkan diri untuk menjelajahi daerah sekitar hotel.


Dari hotel, kami melanjutkan ke tujuan berikutnya yaitu Mardi Gras World yang memiliki tagline ‘Where Mardi Gras is Made!’. Dengan harga tiket sebesar $19.95 untuk dewasa dan $15.95 untuk pelajar, saya cukup puas menikmati aneka ragam aktivitas yang ditawarkan di sini. Tour dimulai setiap setengah jam, diawali dengan briefing singkat sambil melihat-lihat workshop sungguhan di mana pengrajin menyiapkan berbagai patung, kendaraan, ornamen dan gemerlapnya benda-benda yang digunakan untuk parade Mardi Gras. Mardi Gras tahun 2014 akan diadakan bulan Februari dan beginilah suasana workshop mereka. Sibuk.. sibuk.. dan sibuk!

Seusai briefing, pengunjung dipersilahkan mengambil foto seluruh benda yang ada di sana. Satu pengecualian dari tour guide: dimohon tidak mengganggu pengrajin yang sedang bekerja, karena mereka sedang bekerja sungguhan, bukan pura-pura.

Berikutnya kami digiring memasuki ruang gelap untuk menyaksikan pemutaran film asal usul Mardi Gras dan siapa yang ada di balik workshop tersebut. Bukan hanya itu, pengunjung diijinkan untuk mencoba kostum yang mereka sediakan dan berfoto segila mungkin. Kesempatan yang jelas saja tidak kami sia-siakan.

Setelah ajang foto-foto dengan kostum selesai, tour guide mengumumkan bahwa kami boleh kembali ke workshop apabila masih belum puas berfoto dengan properti mereka. Hohoho… si mas tahu aja nih!

Suami saya sempat mengintip ke area yang agak tersembunyi letaknya dan iseng menjepret pengrajin yang sedang mewarnai patung. Ckckckck… bisa dibayangkan ribetnya pekerjaan mereka khan.

Bagi yang tidak bisa menyaksikan parade Mardi Gras secara langsung, rasanya kunjungan ke workshop ini bisa cukup mengobati rasa penasaran akan festival akbar tahunan tersebut 🙂

Tags:
January 19, 2014

Winter Break Map

Setelah menghabiskan waktu dengan cruise ship dan mampir ke Mexico, masih ada banyak waktu liburan yang tersisa. Dari jauh-jauh hari kami sudah menyusun itinerary untuk melakukan perjalanan ke West Coast dengan rincian seperti di peta di bawah ini.

winter break map

Yang jelas dari liburan kali ini kami mendapat pelajaran berharga: jangan lupa membawa paspor ke mana-mana, hahahaha.. Sewaktu menempuh perjalanan ke Tucson dari San Antonio, di dekat-dekat Deming, New Mexico ternyata ada border patrol. Border patrol adalah sebuah pos penjagaan dari pihak berwenang Amerika. Mereka mencegat setiap mobil yang lewat, memeriksa dokumen keabsahan memasuki wilayah Amerika dan menanyakan tujuan perjalanan kita. Saat itu ada seorang teman yang tidak membawa paspor karena selama ini dokumen tersebut cukup digantikan oleh State ID saja. Sempat deg-deg-an juga nih. Untung saja kami lalu diijinkan melanjutkan perjalanan.

Belajar dari pengalaman tersebut, sewaktu menuju Phoenix dari San Diego, kami sengaja mengarahkan GPS ke Escondido terlebih dahulu supaya tidak lewat Yuma. Karena konon kabarnya di Yuma juga ada border patrol. Well, mungkin karena letaknya sangat dekat dengan Mexico sih ya, jadi ada pengecekan dokumen segala. Fiuhh..

Tags:
December 11, 2013

Albuquerque, New Mexico & Amarillo, Texas

Berkunjung ke kota ini di musim panas saat bulan Ramadhan benar-benar sebuah ujian. Ya, saat melakukan road trip tersebut kami saat itu tetap menjalankan puasa Ramadhan dan terus terang saja di New Mexico merupakan saat terberat karena sinar matahari yang sangat panas.

Sandia Peak Tramway

Sandia Peak ini adalah kereta gantung dengan lintasan terpanjang ketiga di dunia. Di musim dingin kereta gantung ini dipenuhi oleh para pengunjung yang ingin bermain ski.

2013-07-23 11.13.05

Pemandangan dari atas kereta gantung cukup membuat ngeri, apalagi bagi yang takut ketinggian. Saya yang tidak bermasalah dengan ketinggian saja agak deg-deg-an membayangkan yang macam-macam. Tetapi pemandangan yang didapat sewaktu sudah sampai puncak cukup menakjubkan, apalagi suhu sewaktu di atas tidak terlalu panas seperti di bawah.
2013-07-23 11.27.50
2013-07-23 11.33.12

Petroglyph National Monument

Kunjungan ke National Monument yang satu ini benar-benar kunjungan kurang kerjaan karena kami ingin berbuka puasa di sebuah restoran steak di Amarillo tetapi kalau berangkat langsung setelah dari Sandia ternyata terlalu cepat. Maklum, di musim panas khan matahari bersinar lebih lama ketimbang musim lainnya. Saat itu waktu berbuka adalah sekitar pukul 20.45. Jadilah kunjungan kurang kerjaan ini dilakukan. Jelas-jelas sekali kurang kerjaan wong tempatnya menanjak dengan bebatuan besar di mana-mana dan panas tanpa ada pohon untuk berteduh.
2013-07-23 13.02.30

Awalnya kami terkecoh dan mengunjungi visitor center yang letaknya agak jauh dari monumen. Saat masuk ke dalam ruangan sebenarnya agak heran juga karena kosong tanpa ada siapapun. Ternyata sang ranger, sebutan untuk pegawai National Park atau National Monument, sedang berada di dalam. Ia langsung keluar saat mendengar kedatangan kami dan menyapa ramah. Ia menanyakan berapa lama waktu yang kami miliki untuk berkunjung saat itu. Setelah kami sampaikan bahwa kami tak bisa lama, mungkin hanya 1 atau 2 jam, sang ranger menyarankan rute hiking tersingkat yang bisa ditempuh dalam 1 jam saja. Di sana kami juga mendapat peta yang menunjukkan ke monumen sekaligus keterangan mengenai apa saja yang akan kami lihat.
2013-07-23 13.17.01

Sewaktu pada akhirnya kami sampai di lokasi, sempat bertemu dengan pasangan kakek nenek yang menuruni bebatuan ini. Walah, nenek-nenek saja berani ke sini. Petroglyph National Monument ini adalah salah satu yang terbesar di  North America, dengan gambar dan simbol yang diukir oleh native American di batu vulkanik sekitar 400 – 700 tahun yang lalu.
2013-07-23 13.23.32

Dari foto ini saja kelihatan khan betapa gersang dan panasnya tempat ini.
2013-07-23 13.32.03

Cadillac Ranch

Selepas menengok gambar dan simbol di New Mexico, kami melanjutkan perjalanan ke Amarillo. Di tengah perjalanan kami mampir ke sebuah ranch dengan beberapa mobil cadillac yang tertanam di dalam tanah. Area ini adalah tempat di mana corat-coret hore dilegalkan, hehehe..

2013-07-23 17.44.38

Kalau mau niat corat-coret boleh membawa spidol atau spray paint. Saat itu sih kami hanya memanfaatkan pylox bekas yang tersedia, itupun isinya sudah hampir habis. Apa boleh buat, daripada tak ada sama sekali.

The Big Texan Steak Ranch

Nah akhirnya sampai juga di restoran yang terletak di Interstate 40 ini. Saatnya menunggu waktu berbuka puasa, marilah berfoto-foto dahulu 😀
2013-07-23 19.15.54

December 10, 2013

San Antonio, Texas

Dua hari satu malam di San Antonio kami manfaatkan untuk berkunjung ke Benteng Alamo, River Walk dan Natural Bridge Caverns.  Alamo atau yang aslinya bernama Mission San Antonio de Valero ini dulu awalnya dimaksudkan sebagai gereja Katolik Roma yang kemudian dijadikan benteng. Benteng Alamo tercatat di dalam sejarah sebagai benteng yang banyak memakan korban. Saat ini benteng Alamo terbuka gratis untuk umum. Sayang sekali dilarang memotret di dalam benteng sehingga kami hanya bisa melihat-lihat.
2013-07-24 16.26.31

Berhubung saat itu musim panas, matahari cukup menyengat dan membuat lelah jadi kami putuskan untuk beristirahat di hotel saja dan malam hari baru mulai berjalan-jalan lagi. Lagipula River Walk, tempat yang akan kami kunjungi memang lebih indah dinikmati saat malam hari. River Walk ini sesuai dengan namanya adalah wilayah sepanjang sungai yang disulap menjadi area berbagai restoran, kedai dan kafe. Lampu-lampu apartemen di sepanjang sungai makin menambah kesan elegan.
2013-07-24 20.40.11

Bukan hanya sisi sepanjang sungai yang dijual sebagai tempat wisata, tetapi juga sungainya sendiri. Water Taxi hilir mudik ke sana kemari, lengkap dengan ocehan sang pemandu yang menjelaskan sejarah kota San Antonio dan River Walk pada khususnya. Saya dan suami sih tidak tertarik ikut mencoba naik Water Taxi. Cukup melihat-lihat sajalah, namanya juga turis hemat.
2013-07-24 20.50.53

Keesokan harinya kami mengunjungi Natural Bridge Cavern yang terletak di luar kota San Antonio. Natural Bridge memiliki berbagai pilihan paket tour mulai dari yang sederhana alias hanya berjalan kaki sampai yang memerlukan usaha ekstra. Kami memilih yang sederhana saja, wong fisik sudah tidak memungkinkan untuk bergerak macam-macam alias sudah berumur, hihihi. Berkunjung ke sini memerlukan kesabaran karena tour tidak dimulai setiap saat melainkan sesuai jadwal. Itupun kalau peserta terlalu banyak terpaksa diundur ikut tour pada jam berikutnya.

Rombongan yang kami ikuti terdiri dari kurang lebih 20 orang, mulai dari bayi dalam gendongan sampai simbah-simbah dan dipandu oleh Rachel, seorang gadis muda cantik yang lebih cocok jadi model. Rachel ini ramah dan luwes dalam menyampaikan informasi mengenai gua ini. Sebelum memasuki gua kami sudah diwanti-wanti untuk tidak menyentuh apapun selama di dalam karena minyak dari kulit manusia dapat merusak struktur permukaan gua dan nantinya berakibat tidak indah lagi. Jarak perjalanan di dalam gua cukup jauh, dengan beberapa titik pemberhentian di mana Rachel menjelaskan lebih dalam mengenai titik-titik tersebut.

2013-07-25 10.16.06

2013-07-25 10.27.38

 

Bagi yang ingin berkunjung ke gua ini, sangat disarankan sekali membawa kamera yang bagus supaya dapat menangkap keindahan gua ini dengan sempurna 🙂

Tags: