Archive for ‘dancing’

April 1, 2018

Bhinneka di Alun-Alun 2018

d198989e-7fe4-4ff4-b6e6-7db5e0f889ba-1

Merah: Rial, Clarice, Miranda, Cia, Kanya. Hijau: Alid, Jasmine, Shaby, Dhiya, Alsa dan saya

“Hari ini aku happy” demikian pesan saya di Telegram kepada suami.

“Happy kenapa?”

“Habis latihan nari lagi.” sahut saya

Balasan suami saya? Tak lain dan tak bukan:

“Ooo.”

Khas deh. Mo saya cerita panjang lebar kek, mo cuma kasih titik kek, jawabannya pendek, padat dan penuh arti. Silahkan diterjemahkan sendiri sesuai penafsiran masing-masing. Untung aja sayanya udah kebal dengan “Ooo.”

Balik lagi ke cerita soal nari, kali ini Bhinneka diundang tampil oleh PPIA Victoria untuk acara Alun-Alun 2018 di KJRI Melbourne. Seru? Hohoho, pastinyaa! Ada satu gerakan yang sama sekali baru buat saya plus satu gerakan yang baru saya tahu pas acara AASC beberapa minggu sebelumnya. Trus juga kali ini seru karena banyak teman-teman baru yang join Bhinneka.

Latihan nari bareng Bhinneka sukses bikin saya merasa muda 15 tahun dari usia saya sesungguhnya. Masa ya, tiga anggota baru Bhinneka ternyata kelahiran 1999. Sekali lagi: SEMBILAN-SEMBILAN! Gile, saya udah masuk semester pertama mereka baru lahir. Plus bahasa mereka itu bahasa kekinian anak muda jaman sekarang. Aih, gimana ga bikin saya merasa lebih muda. Waktu saya tanya

“Kalian tau acara tipi Teko Ajaib ngga? Yang bidip bidip.. terbang! terbang!! Teko ajaiiiiib”

Semuanya memandang saya dengan tatapan aneh.

Sedih.

 

Ya gitulah pokoknya, sepanjang latihan, sebelum tampil, pas tampil, bahkan pas beberes setelah tampil juga isinya ketawa-ketiwi. Can’t wait to have another gig with you, Bhinneka mates 😀

 

March 25, 2018

Harmony Day Workshop di St Anthony’s Primary School

Australia itu multikultural. Beragam etnis, kebudayaan, gaya hidup dan bahkan bahasanya bermacam-macam. Yang saya sukai dari Australia, dan juga Amerika, tempat saya pernah tinggal dulu, adalah semua perbedaan itu dihargai. Saya pernah minta pendapat salah satu mahasiswa PhD Unimelb untuk keperluan penulisan OZIP Magazine, dan ada satu kalimat yang saya suka: everyone’s differences are celebrated.

Keberagaman ini bahkan sudah dikenalkan pada anak-anak sejak masih usia dini. Salah satu yang saya lihat langsung ya di St Anthony’s Primary School, sekolah yang baru-baru ini mengundang Bhinneka untuk mengisi workshop dalam rangka Harmony Day. Baru kali ini saya melihat sekolah yang benar-benar bervariasi. Rasanya anak-anak dari berbagai negara dan etnis ada di situ, mulai dari kulit sawo busuk kayak saya, kulit putih Asia, kaukasian sampai yang eksotis dan kulitnya keren banget. Sayang karena di lingkungan sekolah, saya dilarang keras mengambil foto mereka.

IMG_0015.jpg

Hari itu, seperti biasa kalo lagi workshop, saya berangkat pagi buta. Matahari di sini baru terbit sekitar jam 7.20-an, saya jam 6 lebih udah keluar dari apartemen pake baju hitam, celana hitam, kerudung hitam dan jaket hitam. Ga beda jauh sama maling.

Ketemuan sama teman di stasiun Southern Cross, saya dan si teman berangkat bareng menuju stasiun Noble Park untuk kemudian dijemput pihak sekolah. Workshop kali ini berlangsung dengan repetisi sebagai berikut:

  1. Nari penuh 1 putaran
  2. Buka kesempatan untuk bocah-bocah itu bertanya
  3. Ngajarin satu gerakan sederhana
  4. Ulangi langkah ketiga diiringi gendang
  5. Ngajarin gerakan lain
  6. Ulangi langkah kelima dengan gendang
  7. Mengulangi gerakan nomor 3 dan nomor 5 bareng krucils
  8. Makein kostum ke anak-anak
  9. Nari bareng anak-anak yang berkostum
  10. Ulangi lagi langkah no 9 dengan lebih cepat

Udah?

Hooo tentu belum donk. Itu sepuluh iterasi di atas diulang sebanyak 4 kali dengan kelompok murid yang berbeda. Saya jamin, habis workshop pasti berat badan turun, ya sekitar 5 sampe 10 ons-an lah, itupun kalo ngga dibalas dengan makan siang yang kalap. Gara-gara syarat dan ketentuan yang di-bold itulah workshop dan berat badan saya nggak pernah berbanding terbalik. Gimana mo turun, wong pulang workshop trus ngganyang macem-macem. Ealah mbaknya malah curhat.

Setelah empat sesi selesai dan saatnya beranjak pulang rombongan tim workshop udah pada tepar. Beberapa di antaranya langsung ketiduran di kereta pas balik ke Melbourne. Oya, sekolah ini berlokasi di Noble Park yang berjarak kurang lebih 40 menit naik kereta. Lumayan lah ya buat bobok-bobok bentar.

Begitu sampe rumah pokoknya saya langsung tepar, ga kuat ngapa-ngapain lagi. Kapok? Engga lah 😀

February 28, 2018

Bhinneka di Welcoming AASC 2018

WhatsApp Image 2018-02-23 at 21.56.05

Walaupun bukan awardee beasiswa Australia Awards Scholarship (AAS), tapi udah bolak-balik acara AAS yang saya ikuti sebagai penari. Yaaa kali aja ini sebuah #kode kalo suatu saat saya bakal jadi awardee AAS? Amiiiien. Hahahaha.

Hari Jum’at, 23 Februari 2018 lalu Bhinneka diundang tampil dalam acara Welcoming party dari AAS. Nah, untuk penampilan kali ini ada dua gerakan baru yang belum pernah saya tarikan: Kutiding dan Amin. Awalnya saya agak ragu, bisa ngikutin apa enggak. Wong pas banget selama hari latihan itu ternyata saya pas lagi ada di New Zealand. Untung aja bisa kekejar buat latihan dua gerakan baru itu, walopun dengan sedikit salah, hihihi.

 

WhatsApp Image 2018-02-23 at 21.55.41

Kiri dan kanan: LPDP. Tengah: AAS

Sempat ada cerita seru sebelum tampil nih. Jadi awalnya formasi penari udah disusun buat ditarikan oleh 7 orang penari. Tahu sendiri kalo yang namanya Ratoh Duek itu gerakan penarinya beda-beda, atau yang biasa kita sebut ‘naik dan turun’. Ada penari yang ‘naik’ dan ada yang ‘turun’. Contohnya di foto di atas, saya dan Evelynd pakai baju berwarna beda yang artinya kami beda gerakan.

Satu jam sebelum tampil tiba-tiba salah seorang penari yang memang lokasi tempat tinggalnya jauh mendadak kena macet! Mana pun dia belum dandan, belum gladi resik dan sebagainya. Akhirnya di detik-detik terakhir pun dilakukan perombakan yang cukup lumayan. Untuuuung banget trus semua berjalan lancar. Penampilan Bhinneka disambut cukup meriah oleh penonton yang datang dari berbagai negara. Alhamdulillah 🙂

WhatsApp Image 2018-02-23 at 21.55.50.jpeg

 

Berhubung saya belum punya video lengkapnya jadi yang ditunjukin baru cuplikannya aja yah.

December 5, 2017

Bhinneka di Moreland Primary School Fete

Pernah denger istilah fete? Belum? Sama donk, saya juga baru kali ini denger istilah ini. Ternyata fete itu artinya sama dengan festival atau perayaan. Nah kali ini ada perayaan di sebuah sekolah di Melbourne yang namanya Moreland Primary School (MPS). Di MPS kebetulan buanyak banget anak Indonesia-nya.

Jadi mayoritas ibu-ibu seperti saya dan bapak-bapak yang mengambil Master ataupun PhD di Melbourne menyekolahkan anaknya di Moreland Primary School ini. Kekeluargaan para ibu dan bapak muda di sini kuat lho, mereka sampai punya group pengajian yang namanya Pengajian Brunswick dan Pengajian Aisyah. Saya pernah datang sekali ke salah satu pengajian ini, walaupun trus ngga pernah datang lagi.

Balik lagi ke acara fete ini, Bhinneka diundang buat tampil mengisi acaranya. Seperti biasa saya trus langsung aja ngedaftar buat ikutan, kebetulan tari yang bakal dibawakan adalah tari Saman dengan gerakan yang kurang lebih sama seperti biasanya. Jadi walopun minim latihan dan acaranya mepet banget dengan ujian akhir, masih pede lah daftar buat tampil.

Seperti yang terlihat di video itu, saya terlihat agak lebih gemuk ketimbang biasanya tetap bersemangat walapun salah-salah dikit. Ini ga tau deh kenapa, rasanya tiap perform kok selalu ada yang slip dan keliru gerakan walopun udah latihan berulang-ulang. Tapi seperti biasa, tiap habis nari itu rasanya seneeeeng banget.

Apalagi seperti yang udah diceritain sebelumnya, fan utama saya, Por, datang panas-panasan dan rela ngambilin video penampilan kami. Trus setelah acara tahu-tahu saya dapat WhatsApp message dari teman yang dulu anaknya sekolah di MPS juga dan sekarang udah balik ke Indonesia

“Puuuuuttt… amaziiiiing!! Keren banget, gw ampe merinding nontonnya.”

Dan ternyata tau ngga sih, dia nonton dari Facebook live salah satu ibu-ibu di situ. Hahahaha.. Emang ya teknologi itu keren banget, bisa menyelaraskan kehidupan Melbourne dan Jakarta.

Trus disambung lagi sama si teman yang bilang bahwa dia kangen Moreland Primary School, kangen MIS Unimelb dan terutama.. kangen Melbourne. I know, Melbourne memang ngangenin sih.