Grey’s Anatomy

Serial Grey’s Anatomy muncul pertama kali di tahun 2005, beberapa bulan setelah saya mulai kerja. Dulu saya suka banget karena selain ceritanya menarik, kasus-kasus operasi yang muncul di episode seru-seru. Trus soundtrack-nya baguuus, saya sampai ngumpulin judul-judul soundtracknya dan dijadiin satu playlist di iPod. Dulu masih jamannya iPod, hehehe. Selang beberapa season, saya udah ngga ngikutin lagi. Kalo ga salah terakhir saya nonton intens itu cuma sampai season 3 atau 4 gitu deh. Bukan karena ngga tertarik, tapi memang akses untuk nontonnya ngga ada.

Kira-kira dimulai dari tiga bulan lalu, pas mulai working from home gitu deh, saya iseng-iseng buka Netflix dan menemukan serial ini di salah satu playlist. Cukup kaget juga, lha kok udah season ber-belas-belas gitu. Iseng, saya klik dan pelan-pelan menikmati sihirnya. Banyak tokoh baru selain dari beberapa pemeran yang (ceritanya) sudah mati. Meredith Grey, sang tokoh utama, saat ini sudah jauh berubah. Dulu masih kinyis-kinyis, sekarang terlihat sangat matang. Walaupun badannya masih tetep kecil nan langsing. Wow ini Ellen Pompeo jago banget jaga badan. Nggak butuh lama buat saya untuk catch up dengan alurnya, dan bisa ditebak saya langsung ngga bisa berhenti buat nonton!

Sialnya, Netflix yang saya gunakan ini adalah Netflix Australia yang ternyata hanya memiliki stok Grey’s yang terbatas. Kalau ngga salah hanya season 14 dan 15. Itupun berakhir persis di 30 Juni 2020. Jadilah saya kebut nonton dua season itu berminggu-minggu. Pokoknya weekend adalah waktu saya nonton Netflix, soalnya kalo hari kerja biasanya ga sempat gara-gara keasikan kerja sampai malam. Singkat cerita, di 30 Juni saya harus mengucapkan selamat berpisah pada serial kesayangan.

Sudah? Sampai situ saja? Hohoho, tentu tidak. Setelah tahu kalau saya nge-fans banget sama serial ini dan juga ternyata Grey’s ada di Netflix US, Yoga bergerilya cari info untuk bisa mengakses Netflix US. Pakai apa? Jelas pakai VPN.. Oh I so love technology! Satu malam, Yoga daftar VPN, langganan trus klak klik dikit di TV.. Voila! Netflix saya sekarang sudah diputar arah jadi Netflix US.

Sekarang saya masih dalam tahap mengejar ketertinggalan cerita dengan mulai nonton season 4. Kali ini tidak terlalu terburu-buru karena toh di Netflix US bakal masih ada terus, belum ada pengumuman kapan serial ini akan berhenti tayang. Nggak tahu kenapa, sampai sekarang saya masih belum menikmati nonton drama Korea atau yang sering disingkat drakor-drakor itu. Kepincutnya malah sama serial lama yang pemain utamanya bahkan sudah berusia kepala lima, hahaha.. To each their own khan yaa 😀

2 Comments to “Grey’s Anatomy”

  1. Aku juga suka banget nih sama Grey’s anatomy. Dasarnya memang suka lihat serial tentang kehidupan dokter2 di RS. Berhenti nonton Grey’s anatomy pas suaminya Grey meninggal. Trus ada lagi di TV sini mbuh tapi session berapa. Mau nyoba nonton lagi, takut ketagihan ga berhenti2. Trus lupa nyetrika haha.

  2. Terlalu sedih tp si GA ini (dan spinoff-nya). Aku mesti ambyar deh klo nonton. Akhirnya cm tahan ga sampe se-season trs bhay. Lbh pilih Scrubs aja, wkwkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: