Menonaktifkan Media Sosial

Biasanya dalam kondisi tertentu saya akan meminimalisir buka-buka sosmed yang nagih itu, terutama kalau kerjaan lagi banyak-banyaknya. Begitu juga dua minggu lalu, kebetulan di kantor sedang ada project yang cukup signifikan menyita perhatian. Jadi deh saya nonaktifkan Instagram dan Facebook. Khusus buat Facebook, saya akhirnya mengaktifkan lagi karena: butuh login ke Goodreads buat cari buku. Dulu memang bikin akun Goodreads pake Facebook karena malas mengingat-ingat password baru. Jadi ya gitu, kalo pas lagi butuh review buku, si Facebook-nya juga harus aktif.

Ada gunanya juga sih saya deaktivasi akun, karena trus jadi lebih fokus buat baca buku. Terbukti dalam 2 minggu saya berhasil menyelesaikan 3 buku:

  1. Psych101: A Crash Course in the Science of the Mind 
  2. HBR’s 10 Must Reads on Strategy 
  3. Value Proposition Design

Cerita dikit deh tentang buku-buku ini ya.

Psych 101: A Crash Course in the Science of the Mind

Kalo kamu tertarik dengan psikologi buat sekedar tahu, buku ini akan berguna sebagai teaser, pembuka. Makanya dikasi judul Crash Course, karena isinya memang singkat. Di buku ini dijelaskan soal teori-teori psikologi yang terkenal, termasuk sedikit latar belakangnya. Karena singkat, kadang-kadang ada kasus yang merangsang rasa ingin tahu dan membuat saya mencari penjelasan lebih jauh. Contohnya: Stanford Prison Experiment.

Di tahin 1971, ahli dari Stanford University mengadakan penelitian untuk mengetahui perilaku dasar manusia, apakah sebenernya kita sebagai manusia normal mampu bertindak di luar batas kemanusiaan apabila ditempatkan dalam kondisi tertentu. Mengambil subyek penelitian dari 24 mahasiswa baik-baik, para sukarelawan ini dibagi menjadi dua kelompok. Ada yang kebagian menjadi penjaga penjara, ada juga yang menjadi tahanan. Situasi dan kondisi dibuat persis sebagaimana kondisi penjara aslinya, termasuk perlakuan, kekerasan dan pelecehan terhadap tahanan.

Di luar dugaan (atau malah sesuai dugaan?), penelitian ini mengakibatkan hasil yang tidak menyenangkan. Saking buruknya efek yang ditimbulkan, sampai-sampai penelitian ini dihentikan setelah enam hari. Jelas prematur, karena awalnya kondisi ini dirancang untuk dijalankan dalam dua minggu. Hiii.. Ngeri.

Stanford Experiment ini cuma salah satu cerita yang dikisahkan, masih banyak penelitian lain yang ditulis walaupun (lagi-lagi) benar-benar singkat.

HBR’s 10 Must Reads on Strategy 

Dulu sewaktu kuliah, saya sudah familiar dengan artikel-artikel Harvard Business Review. Berkualitas, saking tingginya kadang-kadang saya sampai ngga paham, hahahaha! Tapi saya suka, karena menambah kemampuan kosakata. Tahu sendiri khan bahasanya Harvard gimana, banyak vocab aneh yang tidak jamak ditemukan. Minggu lalu saya kebetulan ngecek website Periplus dan melihat buku-buku HBR didiskon sampai 50%. Langsung saja saya sambar satu; ya si On Strategy ini.

Ngga gampang menyelesaikan bacaan ini, karena baca satu kali kadang ngga ngerti. Apalagi tulisannya Michael E. Porter, sang Bapak Manajemen. Pemaparannya selalu panjang, dilengkapi dengan boks-boks khusus untuk memperjelas poin-poin yang disampaikan. Jujur, kalau baca tulisan yang ada boks-boks gitu kadang bikin perhatian saya teralihkan. Alih-alih membaca tulisan utama, saya jadi baca boks, trus pas balik lagi ke tulisan utama saya sudah lupa lagi itu lagi bahas apa.

Tapi berkat kenyataan jarang main sosmed, akhirnya berhasil juga selesai bacaa.. Hahahaa.. Happy sekali saya.

Value Proposition Design

Sekarang masuk ke buku ketiga yang dibeli tanggal 19 April 2020 dan baru sampai 6 Juni 2020. Wha, lama amat? Iya, soalnya beli di Book Depository dan dikirim dari UK. Website-nya Book Depository sih bilang katanya kalo barang yang di-dispatch dari UK cuma butuh waktu 7-10 hari, tapi ada kemungkinan terlambat gara-gara Covid-19. Dan dugaan saya sih mungkin proses di bea cukainya juga memakan waktu yang lumayan. Masih untung sih buku ini ngga kena pajak, jadi jatuh-jatuhnya harganya jauh lebih murah daripada kalo beli di toko buku Indonesia.

Buku ini tentang apa sih? Menarik banget lho buat yang pengen ngebangun bisnis sendiri. Karena di sini dibahas soal Business Model, how to identify your business’ key points, trus juga dikasi template buat mengaplikasikan.

Ya, kurang lebih demikian ya Bapak-bapak dan Ibu-ibu.. Cerita singkat soal buah dari ngga main sosmed. Lumayan menghasilkan juga ternyata, hihihi..

6 Comments to “Menonaktifkan Media Sosial”

  1. Wah tertarik baca buku yang pertama. Aku lagi ada minat belajar yang ada hubungannya dgn psikologi. Lagi ikut kursus online juga. Level Bahasa inggrisnya gampang dipahami ya Put?

  2. Memanglah yaa socmed ini bikin gak bs fokus yg lain2 haha. Aku gak bisa kelar2 baca buku karena main socmed mulu + nonton 🙈

  3. Nice, saya hanya fokus ke dua medsos yaitu twitter dan IG, twitter utk memantau berita dan trend, IG untuk sosialisasi dg teman2. Kadang-kadang bisa berhari-hari nggak log in. Buku yang pertama menarik dulu banyak di Gramedia seri 101 ini..cuma belum tertarik beli saja karena masih banyak yg numpuk. Sekarang jadi berminat..Thanks for sharing..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: