New Zealand – Hari Keempat

Highlight hari ini: treking di Mt. Cook yang berakhir dengan saya hampir nangis ketakutan.

Sebenarnya sih niat mau treking berdua sudah ada dari jaman masih di US dulu, tapi seringnya jalan-jalannya cuma singgah sebentar-sebentar aja di 1 tempat (karena banyak banget yang pengen didatangi di sana), makanya ga pernah kesampaian. Begitu pula pas masih di Oz, Yoga juga pas visit ga pernah bisa lama. Akhirnya bener-bener baru bisa dieksekusi pas trip yang ini.

Sudah sejak berbulan-bulan sebelumnya Yoga itu ribut banget nyuruh saya ngurusin badan dengan latihan fisik secara teratur. Bukan karena udah bosen sama saya atau hal aneh lainnya, tapi lebih ke kepengen ngajak saya naik Mt. Cook! Saya sih dengan pedenya cuma bilang

“Khan udah lari seminggu sekali, cukup lah itu pasti!”

Ternyata yang namanya mendaki Mt. Cook itu ga cuma butuh fisik yang prima, tapi juga nyali yang cukup. Trek yang kami jalani bernama Sealy Tarns Track dengan deskripsi sebagai berikut:

Dubbed the ‘stairway to heaven’, 2,200 steps take you straight up to the freshwater lakes of Sealy Tarns. This energetic walk provides spectacular views of the Hooker valley and peaks of the area, including Aoraki/Mount Cook. An abundance of alpine flowers in summer and the views from the tarns make the effort worthwhile. The track is steep and stepped. There is a height gain of 600 m.

Tuh! Tuh! Udah ditulis kalo curam sih sebenernya. Tapi saya cukup pede dengan kemampuan dan kemauan saya.

sebelum pendakian dimulai

Oya, walaupun namanya pendakian, di sini area footpath-nya teratur dan rapih banget. Di sepanjang trek pendakian udah dibikinin tangga, jadi para trekker tinggal menyusuri tangga itu aja kalo mau naik ke atas. Sepanjang jalan saya ga habis mikir ini pekerja yang ngebikin tangga trus ngabisin berapa ribu hari buat mendaki naik ke atas dan masang satu per satu. Terpujilah mereka!

tangganya kelihatannya sih ga susah-susah amat buat didaki, tapi ini baru 4 dari 2200 anak tangga!

Perlengkapan perang kami waktu itu cukup banyak: air mineral, isotonik, protein bar, pisang plus permen. Jadi sebentar-sebentar saya minta berhenti entah sekedar buat minum atau sekalian makan pisang.

isi bensin dulu

Medan yang awalnya terlihat nyantai dan ngga perlu effort besar ternyata makin lama makin menunjukkan aslinya. Semakin tinggi jalan semakin menyempit, walaupun tetap ada anak tangganya. Di beberapa titik malah dibarengi dengan tepi jurang. Ngeri banget ngeliatnya. Beberapa kali saya minta Yoga buat berhenti, pengen minta turun tapi takut. Agak segan, soalnya Sealy Tarn ini spot yang udah dia googling berbulan-bulan sebelumnya. Bener-bener pengen banget dia nyampe atas, kayak para youtuber itu. Memang, sepertinya belum ada youtuber asal Indo yang berhasil sampe atas. Rata-rata sih bule ya.

Oya, yang bikin saya geleng-geleng kepala adalah, tiga kali saya papasan dengan bule yang gendong bayi! Gilaaaa, saya bawa beban berat badan sendiri aja menggeh-menggeh, ini mereka menggendong bayi di punggungnya dan santai aja naik turun tanpa kesulitan. Biasanya yang menggendong adalah si ceweknya sementara pasangannya menggendong backpack. Sama-sama bawa backpack, cuma yang satu isi bayi, hahahaha.. Dan senengnya, muka si bayi yang digendong itu juga hepi-hepi aja, malah ada yang menatap saya dengan mata bundar yang ceria. Usianya beragam, ada yang masih di bawah 12 bulan, ada yang udah agak gede.

Yoga terus mendorong saya untuk naik, ga peduli saya capek ataupun terengah-engah. Ga masalah sih, sampai di suatu titik saya bener-bener ketakutan. Ketinggian semakin unbearable buat saya, plus di sisi kiri itu ga ada apa-apa, langsung jurang. Di sinilah saya menyerah, minta turun. Kalau jalan menanjak atau jauh masih bisa saya teruskan, tapi tinggi dan menyeramkan, itu sudah membuat saya takut.

Untung aja Yoga mau diajak turun, mungkin juga karena melihat air muka saya yang ga karuan. Takut gila! Sebelum turun, Yoga minta difoto di titik teratas pendakian kami. Lihat saja foto di bawah ini.

Begitu sampai di daratan dengan ketinggian rendah, muka saya langsung sumringah. Tuh liat aja di foto ini, keliatan kayak bebas dan lepas.

… cerita hari ini masih belum selesai. Disambung ke blog post berikutnya ya…

One Trackback to “New Zealand – Hari Keempat”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: