New Zealand – Hari Pertama

Akhir November 2019 lalu Yoga ngajak saya jalan-jalan buat ngabisin block leave. Kalo di tempat dia istilahnya apa ya, mandatory leave deh kalo ga salah. Di kantor saya dulu sih nyebutnya block leave. Block leave, mandatory leave, intinya sama aja: cuti yang wajib diambil oleh karyawan. Tidak boleh tidak. Berhubung yang namanya mandatory leave ini lumayan, harus tiga hari berturut-turut, jadi kita mainnya agak jauhan dikit: South Island New Zealand.

Heran deh, yang namanya perjalanan kok ga pernah lepas dari drama. Kali ini dimulai dengan:

SIM Internasional ketinggalan.

Hadeeeeeuhhh.. Ini nyadarnya juga pas udah duduk manis di kafe bandara. Untung aja belum boarding, jadi saya dan Yoga gerilya di internet buat nyari jasa terjemahan yang bisa kasi dokumen dalam hitungan jam. Ga seru aja kalo pas udah sampe NZ trus kita ga bisa sewa mobil khan. Untung aja Yoga berhasil menemukan link yang bisa kirim dalam waktu 20 menit saja: https://internationaldriversassociation.com/

Sebagai backup, saya juga nyari penerjemah yang ada di Indonesia. Sekali saya coba hubungi yang dari Aussie, rate-nya 150 AUD. Gila, mahal banget. Akhirnya nemu juga dari Bandung dengan harga terjangkau: 200 ribu rupiah.

Beres urusan terjemahan SIM, kita langsung menuju ruang tunggu dan ga lama kemudian boarding. Maskapai yang saya pilih waktu itu adalah Qantas Airways. Nyaman, makanannya enak, hangat dan kami dapat tempat duduk di sisi yang dua seat jadi tidak berbagi dengan penumpang lain.

Kami berangkat dari Jakarta pukul 8 malam dan mendarat di Sydney jam 6 pagi waktu setempat. Transit dulu ceritanya, 2 jam kira-kira. Di Sydney saya muter-muter bandara bwt jajan makanan kecil dan minuman khas Aussie, sekalian nostalgia. Sekitar jam 9 waktu Sydney, kami lanjut terbang lagi dengan maskapai Emirates. Menurut saya sih lebih enak naik Emirates ketimbang Qantas karena tempat duduknya lebih lega dan lebih bersih. Pramugara-nya juga lebih ramah.

Jam 14.30 waktu Christchurch akhirnya kami menginjakkan kaki di New Zealand. Yeay!

Masih deg-deg an nih saya, takut dokumen SIM yang diajukan suami tidak diterima. Mbak penjaga counter-nya juga kayak agak ragu gitu, dia minta ijin buat konfirmasi ke supervisornya dulu sebelum memproses pengajuan rental mobil kami. UNTUNG AJA trus dia balik lagi dan senyum-senyum bilang kalo “it should be no problem.” HORE!

Untung saja hari itu sudah menginjak musim panas jadi matahari tenggelam lebih lama dari biasanya yaitu pukul 10 malam. Kalo engga, wah masa baru mau keluar jam 3 sore, 3 jam kemudian udah gelap. Ga seru. Hari itu kami cuma jalan bermobil ke penginapan yang ada di kota Twizel, sekitar 4 jam dari Christchurch sambil sesekali berhenti di pinggir jalan kalau nemu spot yang menarik dan pas cuacanya lagi bagus (pas di tengah jalan, langit tiba-tiba mendung banget lalu turun hujan yang lumayan deres).

Untungnya sih, sampai di pinggir Lake Pukaki, hujan mereda. Akhirnya mobil pun kami parkirkan sambil turun meluruskan kaki di pinggir danau dan menikmati pemandangan Mt. Cook dari kejauhan. Menjelang sunset, baru deh jalan lagi menuju hotel yang masih sekitar 30 menit-an lagi dari danau tempat kami rehat.

Ada satu hal lucu mengenai cuaca di sini. Jadi sebelum berangkat, saya dengan sok tau bilang ke Yoga

“Udah ga usah bawa jaket, wong di sana musim panas kok. Baru-baru ini ada kebakaran hutan di Perth saking panasnya.”

Yoga ga percaya, dia ngecek weather forecast dulu. Untung aja dia pake ngecek forecast karena suhunya di sana bisa mencapai 11 derajat Celcius, sodara-sodara. Ini kalo sampe ga bawa jaket musim dingin, bakal ngga seru liburannya gara-gara masuk angin.

Pokoknya malam itu kami safe and sound nyampe di hotel, bebersih bentar, beres-beres, ini itu, pasang heater (ngga pernah saya nyangka bakal pasang heater di musim panas.. NZ memang aneh) trus bobok manis deh. Istirahat buat: besok!

4 Comments to “New Zealand – Hari Pertama”

  1. Gimana Winter yaaa hehe. Pasti dingin bgt

  2. Cuacanya ga bisa ditebak ya, kayaknya emang harus persiapan baju tipis dan jaket sekalian biar ga kecele sama cuaca di sana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: