Archive for May, 2019

May 5, 2019

Kunjungan ke Panti Asuhan Yayasan Sayap Ibu Bintaro

“Ntar gw follow up ya, Put. Siang ini gw mau ke panti asuhan dulu.”

Demikian WhatsApp rekan kerja saya pada suatu siang. Memang, jam kerja kantor saya yang fleksibel memungkinkan kami buat kerja dari rumah alias remote working. Jadi kalau memang sedang ada keperluan, ga datang ke kantor pun ga apa-apa.

Tapi bukan, bukan masalah remote working ini yang sedang ingin saya bahas. Melainkan kata-kata sang teman yang bilang bahwa dia sedang di panti asuhan. Mendadak ingatan saya dibawa ke masa kecil, di mana orang tua saya kerap mengajak berkunjung ke panti, bersalaman dengan teman-teman sebaya, mengundang mereka pengajian atau berbuka bersama di rumah. Di usia dewasa ini, dengan sedikit malu saya akui bahwa belum pernah sekalipun saya berkunjung ke panti.

Makanya pas membaca pesan teman ini saya tergerak buat nanya-nanya lebih lanjut. Beberapa hari kemudian setelah ketemu langsung, teman saya cerita bahwa ia dan istrinya beberapa kali mengajak putri kecilnya main ke panti asuhan. Kebetulan yang habis ia kunjungi itu namanya Yayasan Sayap Ibu.

Namanya juga saya, begitu mendapat sedikit trigger pasti langsung bergerak sendiri. Dalam hitungan hari, saya melempar ide kunjungan ke teman-teman kantor yang langsung ditanggapi dengan baik. Yay! Hasilnya hari ini saya dan tiga teman lain menghabiskan hari terakhir sebelum puasa Ramadhan dengan main ke panti asuhan.

Panti yang kami pilih memang sengaja yang berlokasi di Bintaro, dengan pertimbangan kalau yang di Jakarta pasti sudah banyak dikunjungi orang. Kami sampai di panti sekitar jam 14.20, waktu yang tepat karena ternyata jamnya anak-anak tidur siang sudah selesai dan saatnya bermain. Oya, Yayasan Sayap Ibu Bintaro ini merupakan wadah anak-anak yatim piatu dengan disabilitas. Jadi anak-anak yang kami kunjungi memang spesial. Beberapa di antaranya hanya bisa bergerak dengan bantuan kursi roda. Yang lainnya tidak bisa mengungkapkan maksudnya dengan kata-kata. Ada juga yang hanya bisa berkomunikasi dengan berteriak-teriak.

Apapun kondisinya, pihak panti selalu sabar menangani mereka. Mulai dari bapak pengurus, penjaga keamanan sampai dengan mbak dan mas volunteer. Iya, sewaktu kami berkunjung ada beberapa mbak-mbak muda yang meluangkan waktunya untuk berjaga di panti tersebut. Ngapain aja? Mulai dari mengajak main, menyuapi makanan, mendorong kursi roda, menyetel musik, menari, sampai juga bersih-bersih. Salut!

Saya dan teman-teman tidak terlalu lama berinteraksi di panti karena salah satu teman ada jadwal ibadah sore di Gereja di Senayan City. Teman lainnya lagi harus sudah sampai rumah sebelum Maghrib karena malam ini merupakan Tarawih hari pertama. Waktu yang singkat itu ternyata cukup bagi kami semua. Malah ada yang mengusulkan untuk menjadikan kunjungan seperti ini sebagai agenda rutin. Entah ke panti asuhan lagi, ke panti jompo atau mungkin ke panti-panti lain. Saya sih jelas setuju-setuju saja 🙂

PS: saya sengaja tidak memasang foto untuk blog post kali ini karena momen yang kami lewati bersama terasa lebih indah dilalui langsung ketimbang diabadikan melalui kamera.

May 1, 2019

Australian Alumni Gala Dinner 2019

yep..saya dan Rissa benar-benar #wesurvive

Sebulan lalu saya dapat ajakan dari Ayi dan Ica buat ikutan acara makan malam. Bukan makan malam biasa, kesempatan yang diadain oleh Kedutaan Australia ini sebenernya bermaksud untuk mengundang para bekas mahasiswa mahasiswi Indonesia yang pernah sekolah di Aussie. Pas diajak mereka, iseng-iseng saya daftar deh. Ga terlalu ngarep bakal dapat tempat, tapi kalau dapat ya Alhamdulillah.

Singkat cerita, ternyata dapat undangannya. Jadi deh beberapa hari sebelum acara saya sibuk bongkar lemari buat cari ide mau pakai baju apa. Soalnya baju saya itu ga banyak, mungkin hanya sekitar 20 potong atasan, di mana 7 di antaranya adalah baju atasan bahan waffle, beberapa potong kaos dan sisanya baru kebaya dan blus sifon buat kondangan. Itupun hanya satu. Ternyata di antara atasan yang sedikit itu saya nemu satu blouse hitam yang ga pernah saya pake. Plus nemu juga kain jarik batik almarhumah Mama yang saya lupa juga dulu buat apa saya angkut ke apartemen. Pokoknya urusan baju bereslah, ga usah pake perkara beli baju baru.

Di hari H, saya nge-Grab Car menuju lokasi buat janjian ketemu Rissa, temen MIS juga. Di ballroom Ritz Carlton ternyata udah ruameee banget. Ya ga heran lah, wong yang diundang itu seantero Australia dan dari jenjang pendidikan S1 sampe S3.

ini antrian buat dapetin kartu nama

Setelah pintu ruangan dibuka, saya disambut deretan meja seperti ini

Acara makannya sendiri mevvah.. dengan tiga makanan mulai dari appetizer, entree dan dessert. Enak? Enak buangett.. Ya iyalah, wong gratis.

Teh Isyana lagi ngajakin penonton buat nyanyi

Di tengah-tengah makan, sampailah pada saat hiburan dari Isyana Sarasvati. Orangnya ternyata lucu ya, suka nyeletuk dan ngegodain penonton. Trus juga bahasa tubuhnya pas lagi ngisengin orang itu beneran iseng, ga dibuat-buat. Mayan banyak juga lagu yang dia nyanyiin, ada kali 7 lagu.

Walopun ada daya tarik macam-macam, benernya bukan makanan, Teh Isyana, atau goodie bag sih yang saya incer pas daftar acara ini. Apa lagi kalo bukan kesempatan buat ketemu temen-temen yang dulu kuliah bareng di Unimelb. Dan juga temen yang dulu nari bareng di Bhinneka. Kangennnnn!!!

ini bareng Rissa dan Cahyo, dua-duanya MIS Unimelb juga

Credit photo: taken from Australian Embassy Jakarta’s Instagram