Hello from New Zealand

Pengennya sih postingan kali ini disamain dengan blog post yang dari Melbourne ini alias lanjut sekolah lagi di New Zealand. Tapi sayangnya belum, mudah-mudahan suatu saat nanti πŸ˜€

This time, this very minute, blog post ini ditulis langsung dari Napier, sebuah kota kecil di North Island. Mumpung punya kesempatan nge-blog dan kebetulan bawa laptop, jadilah dipake buat nulis cerita-cerita. Lagipula saya sudah punya niat ke diri sendiri kalau hari Sabtu itu harinya nge-blog. Sebisa mungkin setiap Sabtu ada hal yang bisa ditulis, walopun mungkin ga ada yang baca.

Ide buat ke New Zealand ini bener-bener mendadak, mungkin baru dicetuskan sekitar akhir Maret lalu setelah suami saya melihat kondisi istrinya yang belakangan ini keliatan butuh banget liburan dan hiburan sejenak dari kerjaan yang lagi deras arusnya. Setelah hitung-hitungan budget, lokasi yang ingin dituju, visa turis setahun lalu yang ternyata masih berlaku, serta cuti yang bisa diambil, jadilah kita berdua ngambil cuti selama 2 hari kerja tapi dapat libur sebanyak 5 hari. Mayan, buy 2 get 3 free.

Itinerary ke mana aja?

kurang lebih beginilah kalau digambar di peta
  • Hari pertama: Bridal Veil Falls
  • Hari kedua: Hobbiton Movie Set (di Shire Rest) dan Waitomo Glowworm Cave
  • Hari ketiga: Wai-O-Tapu dan Huka Falls
  • Hari keempat: city tour di Wellington
  • Hari kelima: saatnya kembali ke kehidupan nyata

Bridal Veil Falls

Mencari ketenangan setelah hiruk pikuk dunia kerja? Tepat sekali kalau ke air terjun ini. Saya merasakan sendiri saat duduk diam, mengamati derasnya air terjun, pikiran yang awalnya berkecamuk tak karuan lama-lama lenyap. Beneran itu cuma duduk ngeliatin air doank lho, tapi terasa seperti obat yang menyejukkan hati.. tsaaaah…

Air terjun ini sebenarnya dipilih random aja buat didatangi buat mengisi waktu karena pas landing di Auckland kebetulan masih tengah hari jadi rasanya sayang kalo langsung menuju hotel buat istirahat, blessing in disguise sepertinya ini.

Bridal Veil Falls

Hobbiton Movie Set

Tur ini adalah tujuan utama kami kembali ke NZ, karena di kunjungan pertama dulu ga kesampaian. Jadi kalo biasanya orang-orang tuh pesen tiket pesawat dulu, baru order tur, yang ini justru kebalikannya. Saya memastikan dulu tur-nya tersedia baru pesen tiket pesawat. Gila ya, sampe segitunya.

Sebenarnya saya termasuk orang yang sama sekali belum pernah nonton film trilogi The Lord of The Ring ataupun The Hobbit dan belum pernah baca buku J.R.R Tolkien, jadi pas ditanya di sana ditanya ama tour guide-nya siapa yang belum pernah nonton atau baca kisah-kisah LOTR sebelumnya, saya malu juga buat mengacungkan tangan, wong ke sini aja cuma ngikut ajakan suami saja. Tapi ternyata dari seluruh turis yang datang ke Hobbiton, ada sekitar 40% memang sama sekali belum pernah bersinggungan dengan karya Tolkien. Aneh juga ya?


Tapi di sini pemandangannya baguuuuus banget, ga heran mereka yang tidak mengikuti narasi Frodo ataupun Bilbo Baggins pun happy saat mengunjungi satu-satu hobbit hole yang dibangun di sana. Landscape lokasi aslinya yang digunakan sebagai set film yang memang bagus dari asalnya ditambah dengan detil-detil set yang dibangun dengan sepenuh hati bakal bikin yang liat pun bahagia banget, termasuk saya.

Waitomo Glowworm Cave

Tempat wisata ini adalah sebuah gua yang dipenuhi oleh cacing-cacing berpendar. Seram? Engga sama sekali. Malah di dalam gua itu lagi-lagi rasanya tenang dan damai karena memang seluruh pengunjung diminta untuk hening dan tidak bersuara sedikit pun selama tur yang menggunakan perahu ini melewati kerumunan glowworm.

Sebelum tur dimulai, kami diminta untuk berpose sok-sok ngeliat ke atas di depan sebuah green screen. Setelah tur selesai, baru deh dikasi tunjuk hasilnya. Kayak gini nih.

Berhubung ga boleh foto sama sekali, akhirnya kita beli foto modifikasi ini deh

Dan sebelum turun ke dasar gua yang ternyata sungai bawah tanah, seperti biasa kita diajak berputar-putar dulu oleh tour guide, menjelaskan stalaktit, stalakmit dan sedikit kisah soal daur hidup serangga (bener, cacing-cacing itu sebenarnya termasuk insecta) bercahaya yang menghuni di gua itu yang cuma ada di sini dan Aussie itu. Uniknya lagi, ada bagian gua yang mereka banggakan punya akustik ruangan yang keren. Sebenarnya di antara rombongan diminta ada yang sukarela unjuk suara tapi karena tidak ada yang maju, akhirnya tour guide-nya sendiri yang kemudian membuktikan dengan bernyanya salah satu lagu rakyat Maori.

Tapi kalo mau nyanyi sendiri juga boleh kok, waktu itu saya sempat dengerin rombongan di depan kami rame-rame nyanyi 1 lagu rakyat Korea dengan semangat, mirip paduan suara. Lucu karena nadanya riang seperti lagu anak-anak..

Wai-O-Tapu

North Island ini terkenal kaya dengan wisata geotermal, mengingat secara geografis letaknya di patahan kerak bumi yang sejak dari jaman purba sangat-sangat aktif. Ada beberapa opsi tempat yang bisa dipilih, mulai dari Crater of the Moon serta Wairakei di Taupo atau Te Pua dan Waimangu di Rotorua. Tapi setelah ngecek gambar-gambarnya di Internet, suami memutuskan buat pergi ke Wai-O-Tapu saja sebagai perwakilan πŸ˜€

Tempat ini mirip kayak Yellowstone di Wyoming yang pernah saya tulis di sini. Masih lebih bagus Yellowstone sih, soalnya di sana geyser-nya lebih banyak. Didukung dengan pemandangan sekitar yang jauh lebih bagus. Tapi Wai-O-Tapu lumayan lah buat dikunjungi.

masih aktif bekerja nih jadi baunya ampun-ampunan

Huka Falls

Walaupun sama-sama air terjun, Huka Falls ini beda banget dengan Bridal Veil Falls. Obyek wisata ini ruameeeee banget dikunjungi wisatawan berbagai negara. Ga ada titik sunyi buat asyik dengan pikiran sendiri. Alhasil di sini akhirnya saya juga tidak berdiam terlalu lama. Cukup mengamati aliran air yang nge-gas, foto-foto, trus pulang deh.

Pak.. Pak.. Ga boleh kampanye, Pak

Saya dan suami malah lebih tertarik nontonin yang lagi pada naik Powerjet buat ngeliat Huka Falls dari deket. Mirip atraksi sirkus sih, perahu boat yang kenceng itu muter-muter di dekat air terjun dan nyipratin limpahan air terjun ke penumpang-penumpangnya yang cuma bisa jerit-jerit pasrah πŸ™‚

Nah khan, ga kerasa tahu-tahu udah hari ketiga aja kita jalan-jalan. Besok pagi kami masih harus menempuh perjalanan sejauh 322 kilometer. Kata Google Maps sih bakal ngabisin waktu kurang lebih 4 jam-an. Seperti biasa, yang nyetir sepanjang perjalanan ya pak supir AKAP. Saya sih cuma nebeng di kursi penumpang sambil bobok manis πŸ˜€

See ya!

3 Comments to “Hello from New Zealand”

  1. Mbak Put:

    Pertama, sebagai pembaca setia blog posts mu, ku dukung program nge-blog tiap Sabtu!! Pasti ada yang baca (saya!).

    Kedua, sebagai pembaca setia aku kecewa kamu diem aja waktu tour guide glow worm cave minta sukarelawan untuk unjuk suara… Harusnya langsung aja: β€œZaaaman… Yaa zaman… Ya rasuuuuulll aaaallaaaahhh…”

    😘 Enjoy the rest of your trip!

    – Miranda

  2. Happy traveling Mba 😍

    kagen NZ πŸ˜‚
    Semoga kunjungan saya kedua ke NZ ((((oneday)))) bisa ke Hobbiton Movie Set

    Foto-fotonya kece Mbak 😍😍

  3. Jadi makin ke NZ, lanjutkan mba cerita itinerary nya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: