Archive for April, 2019

April 20, 2019

Hello from New Zealand

Pengennya sih postingan kali ini disamain dengan blog post yang dari Melbourne ini alias lanjut sekolah lagi di New Zealand. Tapi sayangnya belum, mudah-mudahan suatu saat nanti 😀

This time, this very minute, blog post ini ditulis langsung dari Napier, sebuah kota kecil di North Island. Mumpung punya kesempatan nge-blog dan kebetulan bawa laptop, jadilah dipake buat nulis cerita-cerita. Lagipula saya sudah punya niat ke diri sendiri kalau hari Sabtu itu harinya nge-blog. Sebisa mungkin setiap Sabtu ada hal yang bisa ditulis, walopun mungkin ga ada yang baca.

Ide buat ke New Zealand ini bener-bener mendadak, mungkin baru dicetuskan sekitar akhir Maret lalu setelah suami saya melihat kondisi istrinya yang belakangan ini keliatan butuh banget liburan dan hiburan sejenak dari kerjaan yang lagi deras arusnya. Setelah hitung-hitungan budget, lokasi yang ingin dituju, visa turis setahun lalu yang ternyata masih berlaku, serta cuti yang bisa diambil, jadilah kita berdua ngambil cuti selama 2 hari kerja tapi dapat libur sebanyak 5 hari. Mayan, buy 2 get 3 free.

Itinerary ke mana aja?

kurang lebih beginilah kalau digambar di peta
  • Hari pertama: Bridal Veil Falls
  • Hari kedua: Hobbiton Movie Set (di Shire Rest) dan Waitomo Glowworm Cave
  • Hari ketiga: Wai-O-Tapu dan Huka Falls
  • Hari keempat: city tour di Wellington
  • Hari kelima: saatnya kembali ke kehidupan nyata

Bridal Veil Falls

Mencari ketenangan setelah hiruk pikuk dunia kerja? Tepat sekali kalau ke air terjun ini. Saya merasakan sendiri saat duduk diam, mengamati derasnya air terjun, pikiran yang awalnya berkecamuk tak karuan lama-lama lenyap. Beneran itu cuma duduk ngeliatin air doank lho, tapi terasa seperti obat yang menyejukkan hati.. tsaaaah…

Air terjun ini sebenarnya dipilih random aja buat didatangi buat mengisi waktu karena pas landing di Auckland kebetulan masih tengah hari jadi rasanya sayang kalo langsung menuju hotel buat istirahat, blessing in disguise sepertinya ini.

Bridal Veil Falls

Hobbiton Movie Set

Tur ini adalah tujuan utama kami kembali ke NZ, karena di kunjungan pertama dulu ga kesampaian. Jadi kalo biasanya orang-orang tuh pesen tiket pesawat dulu, baru order tur, yang ini justru kebalikannya. Saya memastikan dulu tur-nya tersedia baru pesen tiket pesawat. Gila ya, sampe segitunya.

Sebenarnya saya termasuk orang yang sama sekali belum pernah nonton film trilogi The Lord of The Ring ataupun The Hobbit dan belum pernah baca buku J.R.R Tolkien, jadi pas ditanya di sana ditanya ama tour guide-nya siapa yang belum pernah nonton atau baca kisah-kisah LOTR sebelumnya, saya malu juga buat mengacungkan tangan, wong ke sini aja cuma ngikut ajakan suami saja. Tapi ternyata dari seluruh turis yang datang ke Hobbiton, ada sekitar 40% memang sama sekali belum pernah bersinggungan dengan karya Tolkien. Aneh juga ya?


Tapi di sini pemandangannya baguuuuus banget, ga heran mereka yang tidak mengikuti narasi Frodo ataupun Bilbo Baggins pun happy saat mengunjungi satu-satu hobbit hole yang dibangun di sana. Landscape lokasi aslinya yang digunakan sebagai set film yang memang bagus dari asalnya ditambah dengan detil-detil set yang dibangun dengan sepenuh hati bakal bikin yang liat pun bahagia banget, termasuk saya.

Waitomo Glowworm Cave

Tempat wisata ini adalah sebuah gua yang dipenuhi oleh cacing-cacing berpendar. Seram? Engga sama sekali. Malah di dalam gua itu lagi-lagi rasanya tenang dan damai karena memang seluruh pengunjung diminta untuk hening dan tidak bersuara sedikit pun selama tur yang menggunakan perahu ini melewati kerumunan glowworm.

Sebelum tur dimulai, kami diminta untuk berpose sok-sok ngeliat ke atas di depan sebuah green screen. Setelah tur selesai, baru deh dikasi tunjuk hasilnya. Kayak gini nih.

Berhubung ga boleh foto sama sekali, akhirnya kita beli foto modifikasi ini deh

Dan sebelum turun ke dasar gua yang ternyata sungai bawah tanah, seperti biasa kita diajak berputar-putar dulu oleh tour guide, menjelaskan stalaktit, stalakmit dan sedikit kisah soal daur hidup serangga (bener, cacing-cacing itu sebenarnya termasuk insecta) bercahaya yang menghuni di gua itu yang cuma ada di sini dan Aussie itu. Uniknya lagi, ada bagian gua yang mereka banggakan punya akustik ruangan yang keren. Sebenarnya di antara rombongan diminta ada yang sukarela unjuk suara tapi karena tidak ada yang maju, akhirnya tour guide-nya sendiri yang kemudian membuktikan dengan bernyanya salah satu lagu rakyat Maori.

Tapi kalo mau nyanyi sendiri juga boleh kok, waktu itu saya sempat dengerin rombongan di depan kami rame-rame nyanyi 1 lagu rakyat Korea dengan semangat, mirip paduan suara. Lucu karena nadanya riang seperti lagu anak-anak..

Wai-O-Tapu

North Island ini terkenal kaya dengan wisata geotermal, mengingat secara geografis letaknya di patahan kerak bumi yang sejak dari jaman purba sangat-sangat aktif. Ada beberapa opsi tempat yang bisa dipilih, mulai dari Crater of the Moon serta Wairakei di Taupo atau Te Pua dan Waimangu di Rotorua. Tapi setelah ngecek gambar-gambarnya di Internet, suami memutuskan buat pergi ke Wai-O-Tapu saja sebagai perwakilan 😀

Tempat ini mirip kayak Yellowstone di Wyoming yang pernah saya tulis di sini. Masih lebih bagus Yellowstone sih, soalnya di sana geyser-nya lebih banyak. Didukung dengan pemandangan sekitar yang jauh lebih bagus. Tapi Wai-O-Tapu lumayan lah buat dikunjungi.

masih aktif bekerja nih jadi baunya ampun-ampunan

Huka Falls

Walaupun sama-sama air terjun, Huka Falls ini beda banget dengan Bridal Veil Falls. Obyek wisata ini ruameeeee banget dikunjungi wisatawan berbagai negara. Ga ada titik sunyi buat asyik dengan pikiran sendiri. Alhasil di sini akhirnya saya juga tidak berdiam terlalu lama. Cukup mengamati aliran air yang nge-gas, foto-foto, trus pulang deh.

Pak.. Pak.. Ga boleh kampanye, Pak

Saya dan suami malah lebih tertarik nontonin yang lagi pada naik Powerjet buat ngeliat Huka Falls dari deket. Mirip atraksi sirkus sih, perahu boat yang kenceng itu muter-muter di dekat air terjun dan nyipratin limpahan air terjun ke penumpang-penumpangnya yang cuma bisa jerit-jerit pasrah 🙂

Nah khan, ga kerasa tahu-tahu udah hari ketiga aja kita jalan-jalan. Besok pagi kami masih harus menempuh perjalanan sejauh 322 kilometer. Kata Google Maps sih bakal ngabisin waktu kurang lebih 4 jam-an. Seperti biasa, yang nyetir sepanjang perjalanan ya pak supir AKAP. Saya sih cuma nebeng di kursi penumpang sambil bobok manis 😀

See ya!

April 14, 2019

Do Fun at Dufan

Dufan ternyata masih menarik lho.

Pernyataan yang awalnya juga saya ragukan kebenarannya. Tapi mungkin juga harus dicatat bahwa terakhir kali saya ke Dufan itu 10 tahun yang lalu jadi mungkin perbedaannya memang signifikan.

foto diambil di depan komidi putar

Dufan dahulu yang saya ingat itu agak kotor, kurang terawat dan juga vendor makanan ga jelas dengan harga yang mahal. Sekarang di dalam area Dufan banyak franchise makanan dan minuman favorit dan harganya juga ngga beda dengan harga di luaran. Fasilitas di Dufan juga bagus, ada water fountain refill station, area duduk untuk istirahat, tempat sampah yang bertebaran di mana-mana, mushala dan masjid yang besar. Mungkin yang agak kurang adalah papan penunjuk arah yang masih minim.

Ini emang momen random banget kok tiba-tiba saya bisa nyasar sampe ke Dufan. Gara-garanya adalah suami saya ada acara outing kantor di hari Sabtu dan Minggu ini. Berhubung males sendirian, jadi saya ngajak temen kantor buat main bareng. Eh trus dia ngajak ke Dufan, plus berinisiatif buat narik temen-temen lainnya juga. Jadi akhirnya dia berhasil menarik empat korban lain buat berkelana.

keliatan seumuran ga?

Jangan jiper dulu kalo ngeliat harga tiket Dufan yang mencapai 295ribu di akhir pekan. Cek aplikasi perjalanan semacam Traveloka buat dapat harga spesial. Terbukti saya hanya cukup membayar 170ribu sahaja, mayan khan?

Dari sisi wahana, beberapa di antaranya memang atraksi lama seperti Roller Coaster, Kora-kora, Bianglala, Gajah Bledug dan Rumah Boneka. Tapi ada juga yang baru seperti Ice Age Arctic Adventure. Eh jangan-jangan Ice Age ini wahana lama ya, saya aja yang ga tau.

Secara keseluruhan, Dufan ternyata masih layak buat jadi opsi menghabiskan waktu bareng teman. Asal.. Siap-siap aja pegal dan kecapekan setelah seharian main. Apalagi dengan punggung dan tulang tua seperti saya ini 😀

April 7, 2019

Mystery Blogger Award

I steal this picture from Ai’s blog

aisaidluv

So, this is the first award has been given to me during my 10 years-blogging moment. I think it’s because I’m not so good in having interaction within blogosphere so I don’t really have blog-buddies over there. Usually I pour my heart and head out onto the journal, read the others’ stories but not religiously write in their comment section nor respond to the comment in my own site. Apologies, guys.. But usually once the draft has been posted, my mind is occupied by other things.

Back to the award… I did my research and found out that the award is dedicated to amazing bloggers with ingenious posts that captivate, inspire and motivate. Usually these people run the blog with passion and love.

Does the above paragraph sound like me? Apparently Ai thinks so because she dedicated the award for me.. Hahahaha. Thank you so much, Ai 😀

3 Things About Me

To be honest, this part is not because I’m self-centric and thinking that the world revolves around me or anything.. But the award requires me to do so, so here I am.

  • I’m a ‘good citizen’. I obey the rule. I take things seriously. I don’t know whether this is due to my personality or just the outcome of my parents taught me to follow the rule. Maybe both.
  • Telling a joke is not my forte. But I laugh at even the low quality ones. My close friends told me that I’m too easily amused on everything, to which I have mixed-feeling not knowing whether it’s a compliment or vice-versa.
  • Coffee, travel and books work great for me. Yep, I’m giving you all hints in case you want to treat me.

Answers to Ai’s Questions

  1. What’s your biggest motivation to travel the world? At the beginning, traveling is not the thing that I initiated by myself. Yes, I travelled a lot since I was a kid and I travel even more in my adulthood. But the first time I travel is because my father, and the latter due to my husband. Being an easily triggered on anything, a simple statement like “hey, do you wanna go to Lombok next month?” will provoke me searching on Traveloka :D.
  2. Who inspires you to travel? Again, it’s not my idea but my husband’s. It’s easier for us to travel coz we got double-income and childless. Things would have been totally different if I was a stay-at-home lady and/or we had kids.
  3. The travelling book you fancy? Believe what.. I got none! Despite my hobby to read both fiction and non-fiction, I never find the fun in reading any other people’s experience in books. Mostly because I hate to pay something for the things I can search online for free.
  4. Have you ever get lost? Once. And that was because I’m not really good at reading Google Maps direction. A year ago, I and my husband went to Perth, one of the most enjoyable cities I’ve ever visited. I created plan to go to Blue House then walked all the way through the park to reach Kings Park. My chosen path was really a quiet, uninteresting city park leads to nowhere. Turns out that there was the better track with the more attractive view to choose. Yeah, silly me!
  5. Please mention your favourite country to visit. Without any doubt: United States of America. I would love to visit US again and again and again. There are too many things to do, so many activities to choose and so many natures to enjoy.

Actually the award also states that I have to produce 5 random questions and nominate 10-20 people for this award. I think it’s ironic that I mentioned I always follow the rule but I break one almost immediately. But truly, I don’t really have lots of friends so I decided to not forward the award to others.

Sooo. That’s all folks. I hope you enjoy reading this blog post.