Open Trip ke Pulau Harapan – Kepulauan Seribu

44920405_10215961515404028_2552477305708478464_n

Mo jalan-jalan tapi duit cekak? Atau bernasib kayak saya yang cungpret dan ga punya jatah cuti? Ada solusinya nih: ikutan open trip ke Kepulauan Seribu.

Jujur, ini pertama kali saya ikutan jalan-jalan dengan metode open trip, jadi masi agak bingung dengan apa saja yang ter-cover biaya dan yang enggak. Biaya trip kali ini kurang lebih 380 ribu per orang yang mencakup tiket kapal Muara Angke – Pulau Harapan pulang pergi, tour guide selama di lokasi, homestay, makan tiga kali, sewa motor boat dan sewa peralatan snorkeling. Buat saya pribadi, ada sedikit masalah dengan homestay. Berhubung ini open trip, jadi kamarnya digabung dengan peserta lain. Yasud, akhirnya saya upgrade kamar supaya bisa sekamar berdua dengan suami. Jadi nambah 350 ribu deh. Gapapa, masih terjangkau banget kok.

20181027_070124

ini dia kapal yang kami naiki: kapal Dolphin

Di hari yang sudah ditentukan, kami berangkat pagi-pagi ke Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke. Jam 6 pagi udah di lokasi padahal kapal berangkat jam 8.30, kurang rajin apa coba. Di sinilah terjadi…

KESALAHAN PERTAMA: GA SARAPAN
Masih pagi, ngantuk, plus males makan.. Jadilah kami ga sarapan sama sekali, cuma ngabisin dua potong martabak manis sisa semalam. Walopun sisa, tapi masih manis kok. Dua potong itu ternyata ga cukup buat mengisi perut kosong.

KESALAHAN KEDUA: DUDUK DI DEK BAWAH
Dek paling bawah adalah area yang paling kerasa guncangannya. Kapal goyang dikit, perut ikut bergoyang.

KESALAHAN KETIGA: GA MINUM ANTIMO
Fatal. Ini fatal banget.

Akumulasi dari tiga kesalahan itu, udah bisa ditebak: saya jackpot empat kali. Gile itu rasanya bener-bener ga enak banget. Sampe mikir, ini mo jalan-jalan aja kok rasanya sengsara bener.

Tiga jam yang cukup menyiksa bikin saya klenger pas mendarat di Dermaga Pulau Harapan. Dasar saya anaknya doyan makan, pas nyampe itu saya langsung jajan telur gulung dan es kelapa, eh dalam hitungan menit trus langsung seger lagi.

45008526_10215961560245149_8049087291903180800_o

Di Pulau Harapan itu kita ga ditelantarkan begitu aja sama tour guide. Mereka nganterin kami ke homestay yang ternyata udah bersih, rapih, sejuk karena ber-AC dan juga.. udah disediain makan siang! Whaaa! Nikmat banget rasanya, habis klenger mabuk laut trus dapat sajian makan siang.

Pulau Harapan sendiri sebenarnya bukan tujuan akhir open trip ini karena di pulau yang kecil dan padat ini full banget dengan pemukiman penduduk yang sepertinya kebanyakan usahanya terkait dengan homestay dan buat memenuhi kebutuhan makan atau minum para turis yang datang. Wisatanya sendiri ada di pulau-pulau kecil yang ada di sekitarnya, termasuk wilayah Kepulauan Seribu yang paling utara dan dipenuhi gugusan pulau yang umumnya masih sangat bersih karena jauh dari manapun.

Kelar makan siang, sekitar jam 1 siang gitu kami digiring menuju dermaga lagi buat naik kapal motor kecil. Buat apa lagi kalo bukan buat snorkeling. My FIRST snorkeling ever! Ya ampuuun, baru nyobain snorkeling pas umur udah hampir empat puluh. Ke mana aja, Bu?

DCIM100GOPROGOPR1457.

nyelamnya pakai kaos dry fit lengan panjang plus celana renang

Ada beberapa spot snorkeling di sekitar sana dan kita bisa aja rekues pengen liat spot snorkeling (kalo paham atau mungkin cari alternatif spot lain selain yang dulu pernah didatangi), tapi kalo ga paham dan baru pertama kali macam saya sih terima pasrah dibawa ke mana aja semau Bapak yang punya kapal wkwkwk..

20181027_140027

deretan kapal wisata di area snorkeling

Selepas snorkeling, kami diberikan opsi antara snorkeling lagi di spot yang lain atau langsung ke pantai saja. Karena rombongan open trip kami rata-rata memilih opsi kedua, kami pun kemudian diangkut lagi menuju ke sebuah pulau buat beristirahat leyeh-leyeh sambil makan camilan. Pulau Dolphin, katanya. Pulau kecil yang berpantai pasir putih dan berair jernih. Di sini saya sempat main banana boat, minum es kelapa muda dan makan pisang goreng hangat. Di pulau ini pulalah terjadi bencana, kacamata hitam saya hilang pas main banana boat. Ya jelas hilang lah wong diterjang ombak dan si boat-nya itu. Hiks, bye bye kacamata dua puluh dolaran kesayangan.

44994491_10215968846347297_4070053048553046016_o

pulau Gosong, sebuah mini island di tengah lautan

Kapal kami berangkat kembali menuju Pulau Harapan menjelang matahari beranjak tenggelam. Tidak langsung pulang sih, masih ada 1 pulau lagi yang disinggahi. Pulau Bulat, pulau yang konon katanya milik keluarga Cendana yang sudah tidak terurus lagi. Di pulau ini ada pantai menghadap ke ufuk barat yang biasanya digunakan untuk spot berfoto atau sekedar buat memandangi matahari yang beranjak pergi.

photo6264796395420624978

Badan saya yang mulai menua ini bersukaria ketemu kasur malam itu. Ada sedikit insiden kecil malam itu, pas saya yang udah capek banget dan pengen istirahat memaksakan diri buat ikutan barbecue yang digelar di area dekat pelabuhan. Sayang, satu jam lebih kami menunggu ternyata barbecue belum juga siap. Belum lagi ditambah dangdut koplo yang diputar di sound system stereo yang liriknya kurang lebih

“Aku gadis tapi bukan perawan. Gara-gara pacarku kelewatan.”

Yasalam. Liriknya murahan, suaranya memekakkan telinga, alhasil saya jadi cranky. Melihat muka saya yang capek plus ditekuk tujuh, suami pun mengalah dan mengajak saya kembali ke penginapan. Benar saja, begitu sampai kamar saya langsung teler ga bangun-bangun sampai… 1 jam kemudian pintu kamar digedor. Kaget, saya bangun dengan terburu-buru. Ternyata apa coba? Mas-mas tour guide-nya dateng bwt nganterin hasil bebakaran malam itu. So sweet.  Jadilah trus malam itu saya dan suami makan ikan bakar berdua di dalam kamar. Berasa abis pesen layanan kamar 😀

Hari berikutnya saya bangun dalam keadaan pegal-pegal seluruh badan. Tapi ga bisa istirahat lebih lama karena jam 6 pagi sudah harus sarapan dan siap-siap berangkat ke pelabuhan untuk jalan-jalan ke pulau Kelapa, island hopping gitu mah kalo kata anak Jaksel. Jalan-jalan ke pulau siang hari ini cukup menyenangkan walaupun kalo dibanding dengan pulau yang kami kunjungi sehari sebelumnya masih bagusan yang kemarin sih.

20181028_090257

di atas kapal

Jalan-jalan ke pulau tetangga ga memakan waktu lama, 1,5 jam saja. Itupun cukup untuk mengunjungi penangkaran penyu dan budidaya bakau. Jam 11 siang saya dan peserta open trip lain sudah duduk manis di dalam kapal. Belajar dari pengalaman sebelumnya, kali ini saya memutuskan untuk makan siang secukupnya, bawa tas plastik kecil buat jaga-jaga kalo jackpot lagi, minum antimo sebelum kapal berangkat, dan memilih duduk di deck atas. Manjur, karena saya berhasil tidur dengan sukses dan ngga mabuk laut sama sekali.

Sebenarnya sih, kalo tidak mau naik kapal tradisional yang berpotensi memabokkan itu, masih ada opsi lain kalo mau datang ke Pulau Harapan, naik speed boat 1,5 jam dari Marina Ancol, tapi harganya memang selisih jauh banget, dari awalnya 60 ribu per orang dengan kapal tradisional jadi 500 ribu per orang kalo naik speed boat. Tapi itu kembali ke masing-masing orang kan?

Secara keseluruhan, trip ke Pulau Harapan ini termasuk jalan-jalan termurah kami. Cukup menghabiskan biaya 1,2 juta untuk berdua untuk dua hari satu malam. Itupun sudah termasuk semuanya: kapal, penginapan, makan. Murah meriah khan?

2 Comments to “Open Trip ke Pulau Harapan – Kepulauan Seribu”

  1. Bhaiq banget si mas-nya, mau anterin makan malam ke kamar.

  2. Aku belum pernah ke pulau harapan, karena selalu takut denger cerita teman yg kerja disana, takut sama perjalanan 3 jam 😅. Tapi seru ya mba, bisa dijadikan opsi buat weekend getaway, dekat plus murah lagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: