Uluru Trip – Hari Ketiga

Cerita tentang hari terakhir di Uluru ini nyaris aja ngga muncul di blog. Padahal benernya foto-fotonya udah di-upload sejak beberapa bulan lalu, tinggal ditulis ajah. Tapi ya tetep aja ketinggalan ditulis. Payah 😀

Sama dengan hari kedua, di hari terakhir ini kita berangkat jauh sebelum matahari terbit. Dan hari ini kita keduluan sama dua mas Jepang yang sekamar sama kita. Mereka udah cabut sejak jam 4 kurang, katanya sih mau hiking pagi-pagi. Di hari terakhir kami di Uluru, Yoga mengajak berangkat pagi lagi karena pengen melihat perspektif yang lain lagi dari hari sebelumnya untuk menikmati indahnya sunrise. Kalo hari sebelumnya lebih ke bagaimana indahnya matahari pagi menyinari Uluru, sedangkan yang kali ini, dia pengen melihat bagaimana semburat matahari yang muncul dari balik Uluru. Mungkin karena itu sih, beda dengan area yang kami datangi sehari sebelumnya, kali ini jauh lebih sepi. Pas kami datang di Uluru Sunset Viewing Area itu malah cuma ada sepasang kakek nenek menanti sunrise berdua. Keliatan dari namanya kan? Datang ke spot sunset malah pas matahari terbit hahaha…

Saya bilang ke suami,

“Nanti kalo kita udah anyuk-anyuk, ke sini lagi nunggu matahari terbit berdua kayak mbah-mbah itu yuk..”

Yang tentu saja disambut dengan pandangan aneh.

20180409_06590720180409_070245

Puas memandangi sunrise, kok ngantuk banget ya. Alhasil saya pun melanjutkan molor di mobil  sementara suami ngajak lanjut ke area lain. Sebagai penumpang yang  ga bisa nyetir dan ngantuk luar biasa, saya pun manut dibawa dia ke mana aja. Bahkan sampe-sampe dia iseng motoin juga saya pura-pura ga sadar. Makanya posenya bisa bobok cantik gitu, bukan bobok mangap.

20180409_072957

Setelah membolak-balik peta dan membaca-baca web review wisata Uluru, akhirnya suami memutuskan kita mendingan ke Mala Walk saja, salah satu jalur Uluru base walk yang ada di dekat-dekat situ dan track-nya ga terlalu panjang, jadi kita jalan-jalan santai tanpa kuatir kehabisan waktu buat terbang pulang ke Melbourne.

Di titik awal Mala Walk ini pula ada spot awal buat orang yang pengen manjat ke puncak Uluru dengan cliff climbing, tentu saja buat ini perlu permit khusus pengelola kawasan ya. Walau kalo diliat-liat sih, lebih condong cliff walking ya ketimbang cliff climbing kalo mau naik ke atas sana hehehe.. Kebetulan pas kami datang, tidak ada orang yang lagi memanjat. Mungkin karena angin pada saat itu sedang bertiup kencang jadi tidak ada yang diperbolehkan untuk naik ke atas.

20180409_07373820180409_074514

Uluru ini kalo pagi dinginnya minta ampun, tapi begitu matahari udah terbit.. Langsung deh kita disinari dengan sepenuh hati. Ga sante gitu panasnya. Alhasil kalo pas di area yang ga kena matahari, saya pasang jaket. Begitu disapa lagi trus jadi lepas lagi deh.

20180409_082357

Mala Walk hari itu benar-benar terbebas dari keramaian dan bis tur. Berjarak sekitar 2 km bolak-balik dan berujung di Kantju Gorge, jalur walk ini umumnya hanya didatangi pengunjung dengan kendaraan sendiri atau yang memang sengaja hiking dari jalur trekking lain. Total lintasan bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 1.5 jam saja.

20180409_083626

Selepas trekking di Mala Walk kami pun kembali mengunjungi visitor center, melihat-lihat isi galeri di sana yang kebanyakan isinya menceritakan kehidupan suku aborigin yang tinggal di sekitar Uluru beserta mitos, folklore-nya dan menikmati fasilitas kafe sambil menunggu capek hilang sehabis jalan-jalan juga sih.

20180409_094138

Habis nge-charge diri dengan makan siang dan kopi, kita berdua trus muterin Uluru dengan mengikuti alur jalan mobil di seputar Uluru base walk. Tentu saja dengan mobil :D. Paling engga bisa bilang kalo udah pernah muterin Uluru, walopun bukan hiking, wkwkwk. Hiking bisa makan waktu 8 jam sedangkan dengan mobil cukup 15 menit, gimana? Sangat efisiensi waktu kan?

20180409_103048

Hari mulai beranjak sore, saatnya kami menuju bandara untuk kembali terbang ke Melbourne. Kita udah nyampe bandara sekitar 3 jam sebelum penerbangan dan ternyata ada sedikit masalah di bandara: airport scanner rusak! Berhubung bandara di Uluru ini bandara sangat kecil yang bahkan jauh lebih kecil dari Halim Perdanakusuma, jadi mereka cuma punya satu scanner. Dan rusak.

Sumpah, itu antrian pengecekan jadinya puanjaaaaang banget karena semua barang bawaan dicek manual. Bener-bener manual, semua resleting dibuka, kompartemen diaduk-aduk, tumpukan pakaian dalam dibuka-buka, tas kosmetik, tas peralatan mandi, tas isi elektronik, semua tanpa kecuali dibongkar. Saya salut banget sih sama petugas bandaranya yang kelihatan jelas kalo lelah dan letih tapi mereka tetap melayani kami dengan senyum, ramah, tapi tegas. Ngga ada kesan intimidasi atau menyemburkan emosi ke calon penumpang sama sekali.

Iya, penerbangan kami saat itu akhirnya delay gara-gara nungguin semua tas dan koper penumpang selesai dicek. Sekarang sih pengalaman itu bisa diinget sebagai hal yang lucu, tapi pas ngalaminnya mah ngga enak banget dan jelas ga mau kita ulangi lagi 😀

5 Comments to “Uluru Trip – Hari Ketiga”

  1. Uluruuu ini bagus banget yaaa 🙂

  2. hai mbak salam kenal ya 🙂

    wah uluru ini cantik banget ya mbak. Suka deh lihat pemandangannya. Apalagi pas sunrise itu

  3. Kereen ya…..melihat matahari muncul di pagi hari….woo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: