Service Management and Innovation

Kalo ada mata kuliah yang paling berkesan buat saya selama dua tahun di Unimelb itu jelas: Service Management and Innovation alias SMI. Ini benernya mata kuliah elective alias ga wajib, trus juga cuma ditawarin di Semester 1. FYI, di Unimelb sini beda dengan di Syracuse University (SU) di mana Unimelb kenalnya Semester 1 (periode Februari sampai Mei) dan Semester 2 (Juli sampe Oktober) sementara SU nyebutnya Spring Semester (Januari sampai Mei) dan Fall Semester (Agustus sampe Desember).

Balik lagi ke SMI, udahlah ini mata kuliah pilihan, cuma ditawarin sekali dalam setahun, plus.. dosennya sombong. Diajar oleh seorang akademisi Jerman yang kuliahnya melanglang buana, SMI ini bener-bener baby-nya si dosen karena memang relatif baru (baru ada tahun 2015), diusulkan oleh sang dosen dan juga di-handle dia sendiri. Konon sih dari ceritanya, mata kuliah ini merupakan usulan dia pas masih di New Zealand sono. Dia nge-pitch idea ke Unimelb kurang lebih tuh gini

“Eh, jurusan lo tuh masih kurang oke deh. Gimana kalo ditambahin mata kuliah yang namanya ini dan gue yang ngajar. Nih proposal gue.”

Trus katanya, setelah birokrasi kampus yang mayan njelimet, akhirnya dalam kurun waktu setahun dia berhasil menapaki Unimelb sebagai dosen tetap yang megang dua mata kuliah: Emerging Technologies and Issues (ETI) dan SMI ini. Bedanya, ETI itu subject wajib jadi dia ngerasa agak kurang greget kalo nyeritain ETI. Wong bukan dia yang inisiasi, ibaratnya gitu.

Kalo gitu kenapa sampe ditulis jadi satu blog post segala? Simply, because this subject is truly enjoyable! Sejak akhir semester sebelumnya saya sudah dapat e-mail yang isinya woro-woro soal subject ini. Katanya kalo tertarik mau ambil SMI, saya harus kirim transkrip akademik dan dua pernyataan pendek. Satu statement soal kenapa saya tertarik ambil ini dan satu lagi tentang gimana saya menyikapi soal kerja kelompok. Oke, saya kirim lah dokumen sesuai dengan persyaratan yang diminta. Beberapa minggu kemudian saya dapat e-mail lagi yang isinya menyatakan bahwa saya lulus seleksi buat ambil subject itu. Gile, buat ngambil subject aja ribet gini 😀

Di Week 1, tanpa basa-basi si dosen langsung membentuk kelompok secara acak dengan menggunakan undian lotere. Saya kebagian kelompok dengan 2 orang India dan 1 China, makanya terbentuklah sebuah kelompok: I2C Corporation. Berasal dari: India – Indonesia – China. Belakangan kemudian si China ini nge-drop mata kuliah, eh tapi trus tnyata ada satu cowok Colombia ngegabung di I2C. Yeay, namanya masih tetep valid: Indonesia – India – Colombia.

Week-week berikutnya adalah masa di mana kita berempat (I2C Corporation) ketemuan. Every. Single. Week. Gila ini sih, ga ada yang namanya Sabtu atau Minggu atau bahkan Sabtu dan Minggu yang kita ngga pernah ketemuan bareng buat ngerjain tugas. Tugasnya sih sederhana, cuma ngisi inputan di sebuah web simulasi perusahaan. Mutusin angkanya itu yang ga sederhana. Mesti pake itung-itungan untung rugi, analisa posisi saat ini, perhitungan langkah kompetitor, trus juga prediksi pasar berikutnya gimana.

Belum lagi dengan kuis dua mingguan. Iya, tiap dua minggu sekali kita ada kuis pendek yang bahannya diambil dari reading. Kalo cuma ambil satu atau dua mata kuliah dalam satu semester sih enteng aja, lha kalo yang ambil empat? Untung aja saya kemarin cuma ambil tiga, karena udah ngeduluin ambil summer semester. Nice move, I’m proud of myself.

Udah, itu doank? Hah! You wish. Di Week 9-11 ternyata lebih parah lagi. Simulasi web memang udah kelar, tapi ada yang namanya ANZ Hackaton di mana semua kelompok wajib mengusulkan ide-ide terkini mengenai inovasi apa yang bisa diterapkan oleh ANZ Australia. Ini bener-bener hectic, soalnya bukan cuma SMI doank yang banyak tugas khan. Mata kuliah lain juga lagi heboh-hebohnya tugas akhir. Di Week 11 ini juga kita semua diboyong ke ANZ Headquarter buat presentasi di depan juri-juri dari ANZ.

32699011_10214784017727322_3564172228264198144_n.jpg

I2C Corporation team

Baru kali itu pertama kalinya saya berangkat kuliah pake bedak! Hahahaha. Biasanya mah kalo kuliah saya cuma pake krim muka trus udah deh langsung cabut. Tapi malam itu beda dari biasanya.. baju saya spesial, muka saya spesial walopun cuma pake bedak plus saya bawa handbag spesial soalnya biasanya saya bawanya tas punggung.

Walopun ide kami bukan menjadi pilihan juri malam itu, dosen saya bilang bahwa dia cukup kaget bahwa kami ga menang. Soalnya menurut beliau, kelompok kami bagus dan idenya fresh dan inovatif.

Jujur, walopun mata kuliah ini lumayan ribet, ngerepotin dan heboh tapi semua itu tertebus dengan adanya kelompok yang menyenangkan, ga ada drama dan juga lucu. Selama kerja kelompok biasanya kita isinya ketawa mulu, kalopun ada perbedaan pendapat ga pernah sampe eyel-eyelan ngga jelas. Udah gitu yang bikin saya hepi adalah… Alhamdulillah dapat nilai bagus! Ahem 🙂

One Trackback to “Service Management and Innovation”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: