Refleks

Susah memang kalo punya kebiasaan refleks dan ngga bisa nyembunyiin perasaan lewat air muka atau komentar. Apapun yang dipikirkan dan dirasakan, pasti langsung kelihatan lewat ekspresi. Entah itu senang, lagi mikir, sedih, atau kecewa.

Sehari-hari saya ini orangnya suka cerita. Apalagi kalo ketemu teman yang enak diajak bicara. Kalo ga ada? Suami lah jadi korban dengerin semua kisah hidup saya. Segala hal remeh saya ceritain ke dia.

“Aku siang ini makan sama si ini.”

“Tadi aku ngobrol sama barista Seven Seeds, dia nanya bla bla bla..”

atau

“Di mushala aku ketemu si ini.”

See? Hal ga penting semacam ketemu si ini di mushala aja diceritain padahal mana lah suami saya tahu si ini itu siapa, kuliah di mana dan kenal sama saya di mana. Saya rasa sih sekarang suami saya udah maklum.

Kebiasaan saya suka cerita ini juga diadopsi oleh teman saya: Sonam. Dia ini suka cerita sehari-hari ngapain aja, sekelompok sama siapa, ngerjain tugas sama siapa, dan sebagainya. Beberapa nama yang pernah dia sebut: Alice, Lulu, dan Gavin. Kata Sonam, Alice ini anak Malaysia sementara Lulu dan Gavin dari China. Awalnya saya ngga kenal sama mereka bertiga, sampai suatu saat di sebuah kelas ada cewek yang duduk di belakang saya nyolek-nyolek dari belakang.

Si cewek: “Hey hey! What’s your name? From Indonesia, haa?” *dengan aksen Melayu.*
Saya: “Yes. I’m Putri. You?”
Si cewek: “Alice.”
Saya: “Hooo! So you’re Alice!” 
Si cewek: “You know me?” *muka kaget
Saya: “You’re Sonam’s friend’s right! She talks about you”
Si cewek: “What?”
Saya: “No no, not talking about you. I mean, mention your name.”

Hyaah, salah ngomong deh. Jangan sampe disangka Sonam sering nggosipin dia. Beberapa menit berikutnya saya habiskan dengan ngejelasin bahwa Sonam sering cerita tentang kuliahnya dan sering nyebut temen-temennya bla bla bla…

Hal yang sama terulang waktu saya ketemu Lulu dan Gavin, hanya saja kali ini kebetulan ada Sonam jadi dia bisa komplain keras.

Saya: “What’s your name?”
Lulu: “Lulu..”
Saya: “Aaaah! You’re Lulu!”
Lulu: “You know me???”
Sonam: “PUTRI!”

Dengan Gavin juga.

Saya: “What’s your name?”
Gavin: “Gavin..”
Saya: “I see..! You’re Gavin!”
Gavin: “What do you mean???”
Sonam: “P U T R I ! Don’t do that again!”

Dan saya cuma bisa ketawa sambil bilang “I couldn’t help it, sorrryyyy. It’s my reflex response.”

3 Comments to “Refleks”

  1. hahaha karena sering denger ceritanya jadi berasa kenal ya….

  2. Hahahaha aku jg punya mantan temen kek gitu hehe. Bedanya dia gosipin ke sana sini. Pas ketauan jd males temenin lagi.

  3. Kalau diem berarti sakit ya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: