Review Kedai Kopi Ala Saya

Oke, saya menyalahkan Melbourne dan kopinya yang enak atas kecanduan saya terhadap kopi. Sebenernya sebelum sekolah pun hampir tiap hari saya ngopi. Semakin diperparah waktu kuliah, di mana biasanya sehari saya bisa sampai menghabiskan dua gelas kopi: flat white dan mocha.

Rutinitas harian saya di Unimelb biasanya dimulai dengan berangkat ke kampus jam 7.30 pagi, mampir ke kedai kopi bernama Market Lane di Queen Victoria Market buat memenuhi asupan flat white pagi saya, trus lanjut ke Baillieu library. Habis itu tergantung jadwal hari itu, apakah ada kuliah atau engga. Kalo misal lagi ga ada kuliah ya saya sampe siang di library sebelum beranjak makan siang. Habis makan dan shalat di mushala, biasanya saya beli kopi lagi di House of Cards atau kedai kopi di gedung Law yang sampai sekarang saya lupa namanya.

Balik lagi supaya nyambung sama judulnya, pas libur kali ini saya juga ga bisa lepas dari kopi. Didukung oleh suami yang ngumpulin list kedai kopi Jakarta yang sering disebut di beberapa website, ada beberapa yang lokasinya kebetulan berada dalam radius 10 kilometer dari Kalibata City. Ini dia beberapa yang berhasil saya sambangi:

Lucky Cat Coffee
Kedai kopi ini buka 24 jam, jadi pas jam biologis saya masih ngikutin jam Melbourne banget, saya bisa langsung narik suami berangkat ke sini. Demi apa ini jam 7 pagi WIB saya gelisah gara-gara belum dapat kopi. Iya, soalnya di Melbourne khan berarti udah jam 11 siang, di mana biasanya gelas kopi saya justru udah kosong. Sayang ternyata saya harus merelakan ekspektasi saya terhempas karena kopi di sini rasanya biasa aja, ga istimewa.

St. Ali Jakarta
St. Ali di sini merupakan salah satu cabang St. Ali Melbourne. Berhubung udah nyobain yang di sana, wajarlah kalo trus saya pengen ngebandingin sama yang di sini. Hasilnya, ternyata flat white-nya masih enakan yang di Melbourne. Harga makanan di sini pun terlalu mahal buat ukuran saya. Interiornya sih simple, modern dan cozy, trus juga ga jauh dari Kalibata City. Tapi kemungkinan untuk datang ke sini lagi kayaknya hampir nihil.

IMG_8613.jpg

Fakultas Kopi
Datang ke sini bukan karena hasil riset suami, melainkan diajak sama mantan bos saya buat ngobrol-ngobrol sambil dia ngelanjutin kerja sementara saya dicuekin. Hahaha ngga dink. Kebetulan saya ternyata datang di saat dia lagi sibuk berat jadi ketemuan sama saya pun dia masih bawa laptop buat ngeberesin presentasi yang harus dikirim hari itu juga.

Lokasi Fakultas Kopi ini ngga jauh dari kantor baru mantan bos saya. Ada dua area: smoking dan non smoking. Waktu itu sih kami milihnya yang bagian non smoking jadi lumayan ngga terlalu panas. Kali ini saya nyobain latte-nya dan ternyata kopinya agak terlalu kuat. I dislike the taste, sorry.

IMG_8627.jpg

Goeboex Coffee
Kalo pagi-pagi ngidam kopi, saya langsung turun ke area mall di bawah apartemen buat menuju ke Goeboex Coffee. Kayaknya si Goeboex ini buka 24 jam deh soalnya jam 7.30 aja udah siap terima orderan. Saya nggak pernah iseng nanya sih, habis kalo ke situ beneran cuma duduk, pesan kopi, minum, trus begitu kopi habis langsung pulang lagi. Simple. Secara rasa, saya lebih suka kopi di….

Upnormal
Nah, ini dia andalan saya kalo lagi mager di apartemen. Ketimbang Goeboex, saya lebih suka cappucino-nya Upnormal. Sayang si Upnormal ini baru buka jam 10 pagi jadi harus sabar-sabar dikit deh kalo butuh suntikan kafein.

IMG_8620.jpg
Giyanti Coffee
Saya awalnya tahu Giyanti Coffee dari instastory salah satu selebgram. Waktu itu sih cuma mikir “Ih ini tempatnya keren banget. Kapan-kapan ke sana ah.” Eh ternyata Giyanti Coffee termasuk dalam kedai kopi yang disebut-sebut sebagai salah satu yang harus dikunjungi. Satu saat akhirnya kita sempetin deh mampir Giyanti. Hasilnya? Bener-bener nggak nyesel! Udah tempatnya asik, nyaman buat ngobrol, kopinya pun enak.
IMG_8693.jpg

One Fifteenth
One Fifteenth menempati tempat tertinggi dalam kompilasi riset suami saya. Disebut sebanyak 7 kali dalam beberapa daftar berbeda. Off we went, on sunny Sunday I and husband spent our quality time together at One Fifteenth. Flat white-nya enaaaak.

IMG_8795.jpg

Bakoel Koffie
Pertama mampir sini gara-gara si Dita Malesmandi yang ngajak ketemuan di Bakoel Koffie. Ketagihan, trus saya ngajak suami kencan di malam Natal lalu. Interiornya jadul tapi tetap memberi kesan nyaman. Di sini ngga tersedia menu flat white jadi saya pesen latte aja. Kopinya sih biasa aja… Yang bikin luar biasa adalah dengan siapa ngabisin kopinya *uhuk*.

IMG_8840.jpg

Tanamera
Saya agak heran sih kenapa Tanamera termasuk sering disebut-sebut, soalnya setelah saya datangi dan cicipi kopinya, menurut saya biasa aja.

IMG_8829.jpg

Crematology
Kedai kopi yang satu ini lumayan juga. Berlokasi di Senopati, Crematology menempati area yang cukup luas jadi kayaknya banyak yang jadiin buat tempat janjian sama temen-temen. Kelebihan lain Crematology adalah wifi-nya yang cepat dan mas baristanya yang ramah. Flat white-nya lumayan, walaupun nggak terlalu meninggalkan kesan buat saya.

IMG_8846.jpg

Trus dari 10 kedai kopi yang udah disebut di atas, kesimpulannya gimana?

Sejauh ini favorit saya adalaaaah: GIYANTI dan ONE FIFTEENTH. Dua-duanya juara dalam hal rasa flat white yang uenak dan suasananya yang menyenangkan. Giyanti asik banget deh buat kentjan sambil ngobrol ngga penting gitu. Sementara One Fifteenth lebih ke suasana modern kekinian. Kalo misalkan mau balik lagi, saya jelas bakal balik ke Giyanti dan One Fifteeenth.

2 Responses to “Review Kedai Kopi Ala Saya”

  1. Aku belum pernah ke Giyanti, tapi One Fifteenth emang favorit bangeeet! dan sama, aku juga gak suka Tanamera.. kayaknya selera kopi kita mirip nih 😉

Trackbacks

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: