First Farewell

1

“Pulpen kamu jatuh”, 

kata saya sambil ngambilin pulpen cewek yang duduk di belakang.

“Oh thanks..”

Beberapa saat kemudian

“It seems that you keep dropping your stuff.” ujar saya sambil lagi-lagi ngambilin benda yang berjatuhan dari mejanya.

“Yeah. This is the nature of me I think.” kata si cewek itu sambil ketawa.

Saya lupa itu di pertemuan sesi ke-berapa. Yang pasti itu terjadi awal banget di semester 1, pas saya masih belum punya banyak temen. Seperti yang bisa ditebak, akhirnya kita kenalan dan ngobrol tentang banyak hal.

Namanya Emma.

Semester 1 kita ternyata ambil beberapa mata kuliah yang sama jadi pas mau ujian akhirnya kita belajar bareng di perpustakaan atau bahkan di rerumputan kampus sambil berjemur ala-ala bule gitu. Di semester ini sayangnya kami masing-masing udah punya kelompok jadi ngga ada mata kuliah yang se-grup.

Semester 2, ada mata kuliah yang kita ambil barengan tapi lagi-lagi saya nggak jodoh sama Emma buat sekelompok. Dia trus kayaknya langsung pasang strategi: langsung nge-book saya pas bahkan semester 2 belum berakhir. Langsung nembak gitu:

“Putri! Kamu udah punya kelompok buat mata kuliah Impact semester depan? Ayo kita harus berhasil sekelompok kali ini!”

Berhubung saya emang bersedia buat sekelompok sama Emma, mau donk saya. Turn out I never regret the decision. Anak ini rajin dan fair dan terbukti trus Alhamdulillah trus tugas kelompok kita kali itu dapat bagus.

IMG_7566

ki-ka: Flora, Emma, Rissa, Sonam dan saya

Minat saya dan Emma kebetulan mirip, jadi mata kuliah elective yang kita ambil juga hampir sama. Ada subject yang saya ambil duluan, ada juga kebalikannya. Nah yang kayak gini biasanya menguntungkan soalnya bisa tukeran tips dan trik ngerjain tugas dan exam.

Emma ini rajin banget. Gimana ngga rajin, mata kuliah yang harusnya diselesaikan dalam 2 tahun berhasil dia ambil dalam 1.5 tahun. Caranya? Tiap break dia selalu ambil subject! Jadi ngga ada tuh yang namanya summer break atau winter break. Udah gitu ada beberapa semester di mana dia ambil 5 subject, bukan 4 seperti yang disarankan kurikulum.

Gila itu sih, saya nangani 4 subject aja sampe bisa punya KTP Baillieu library. Gimana kabar kalo ambil 5 subject? Bisa-bisa saya ngajuin proposal buat book project room jadi kost-kost-an.

Pokoknya trus si Emma ini tau-tau udah kelar aja. Suatu saat dia message saya di WeChat, nanya besoknya bisa ketemuan apa engga. Karena…. Malamnya dia udah balik for good ke China! WHAT!! Gila ini, saya aja masih belum kelar ujian dia udah mau back for good aja. Jelas donk saya mau janjian sama dia besoknya di kampus, sekalian foto-foto di beberapa sudut kampus. Itu juga ngobrolnya nggak sempet lama, soalnya dia belum selesai packing.

Dan begitu pas saatnya kita pisah, saya jadi agak emosional sampe-sampe meluk Emma sampe dua atau tiga kali gitu. Sedih, hiks! Bisa dibilang Emma ini salah satu teman pertama saya di Melbourne. Trus kalo diinget-inget lagi ternyata terlalu banyak subject yang kita lalui bersama sampe susah senengnya juga sekarang masih keinget. Belum lagi history chat kita yang walopun isinya bahas tugas n saling kepoin nilai (aha!) tapi bikin saya senyum-senyum sendiri.

Ah! All I can do is hope that our paths will cross again one day 😀

One Trackback to “First Farewell”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: