Interview Pertama

Heyyyaaa…. Masih lanjut cerita tentang OZIP Magazine, ini tentang tugas kedua saya. Buat tema edisi mendatang kami harus mewawancarai beberapa sosok wanita Indonesia di Melbourne. Dari beberapa pilihan nama yang disodorkan untuk diwawancarai, saya memilih seseorang yang kebetulan saya kenal. Sosok ini, sebut saja Sarah (nama sengaja diganti). Please note, ini saya yang kenal.. Beliaunya mah ga kenal saya.

Sarah adalah dosen senior di jurusan saya: Master of Information Systems. Malah kebetulan semester ini saya mengambil mata kuliah yang beliau ajar. Awalnya agak ragu juga sih, kuatir kalo habis ketemu Sarah trus beliau jadi ngeh saya. Malu kalo ternyata nilai ujian saya ancur. Tapi pas saya cerita gini ke Ica, dia malah nyemangatin.

“Harusnya itu malah jadi motivasi, mba. Jangan dijadiin beban.” Okelah, Ca.

Beberapa kali balas-balasan e-mail dengan Sarah, nada jawabannya selalu ramah dan terbuka. Akhirnya kita sepakat janjian ketemuan di kantornya. Kebetulan di komunikasi awal kali ini saya sengaja nggak kasih tahu bahwa saya sebenernya mahasiswanya. Walopun akhirnya ya ketahuan juga sih, wong sapaan pertama Sarah: “Kuliah di mana?” Kayaknya sih karena Sarah familiar dengan muka saya.

Singkat cerita, wawancara berjalan dengan sangat lancar, Alhamdulillah. Sarah, seperti yang tergambar lewat bahasanya di e-mail ternyata memang sosok yang baik dan lembut. Sombong, itu jelas bukan bagian dari dirinya. Wong rencana wawancara yang berjalan sekitar 20 menit atau maksimal 30 menit deh, malah jadi satu jam lebih. Pembicaraan kami berlangsung ngalor ngidul ke mana-mana, menyenangkan deh.

photo6264914313747736511

Di akhir wawancara, saya sempat beberapa kali ambil foto Sarah. Trus pas terakhir, saya beranikan diri buat ngajak selfie. Eh beliau mau! Hahahaha.. Norak dikit, maaf ya.

Belum berakhir sampai di situ, besoknya saya malah terima e-mail ucapan terima kasih dari Sarah, “thank you for interesting conversation yesterday.” Ini saya jadi malu banget. Harusnya saya yang kirim e-mail ucapan terima kasih, kok malah jadi yang dikirimi? Aduh, ampuuun.. Bener-bener harus banyak belajar nih.

 

One Comment to “Interview Pertama”

  1. seneng ya kalo ketemu orang yang hebat tapi humble…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: