Archive for July, 2013

July 11, 2013

Detroit, Michigan

Ford clock tower

Ford clock tower

Beberapa hari setelah kembali dari West Coast trip, seorang teman yang akan memulai summer class di University of Michigan  di kota Ann Arbor  menghubungi kami untuk mengajak jalan-jalan ke sana.

Berunding dengan suami sebentar, kami sepakat untuk mengiyakan ajakan tersebut, kapan lagi bisa main ke Michigan. Apalagi di Ann Arbor kemungkinan bisa janjian ketemu dengan Ine, hehehe..

Dari Syracuse kami tidak langsung ke Ann Arbor melainkan mampir dulu di Detroit. Uhm, sebenarnya bukan di Detroit tengah kota sih melainkan di suburb yang bernama Dearborn. Alasan kami menginap di daerah sini adalah karena hotelnya murah, hahaha..

Sebelum berangkat saya sudah kontak Ine duluan untuk memastikan bisa bertemu atau tidak. Untung saja ternyata Ine dan suami tidak ada acara ke luar kota. Saat tahu kami menginap di Detroit Ine menyarankan untuk main ke Ford Village. Sesuai saran, setelah istirahat semalam kami berangkat ke Ford Museum. Ternyata memang tidak mengecewakan.

Ford Village merupakan salah satu area yang ada di kawasan Henry Ford Museum and Greenfield Village. Luasnya, jangan ditanya.. Kawasan ini bahkan menjadi salah satu landmark Detroit. Di sini kita bisa menikmati museum yang berisi mobil, pesawat, kereta bahkan beberapa benda kuno lain.

Tidak terlalu suka museum dan lebih suka aktivitas di luar ruangan? Ada Greenfield Village yang sesuai dengan namanya merupakan desa buatan lengkap dengan aktivitas penduduk sehari-hari. Para penduduk di desa ini memakai kostum sesuai dengan jamannya, jadi jangan heran apabila sedang asyik berjalan-jalan tiba-tiba tukang susu lewat dengan sepeda tuanya. Atau di kejauhan seorang wanita muda melambaikan tangan penuh semangat pada kita. Seruuu!

Selain museum dan desa, sebetulnya masih ada IMAX Theatre dan Factory Tour. Sayang karena waktu yang tidak memungkinkan jadi saat itu kami hanya sempat mengunjungi museum dan Ford Village saja. Menghabiskan waktu di kedua tempat itu saja sudah sangat menyenangkan kok 🙂

Tags:
July 9, 2013

Six Flags Great Adventure – Jackson, New Jersey

2013-06-28 10.38.19

Roller coaster Green Lantern dan Superman berdiri berdampingan nampak dari parkiran

Suami saya penggemar berat roller coaster. Dia sering bergumam saat masih di Indonesia kalau kebanyakan theme park yang ada di Indonesia bukan theme park yang sesungguhnya karena paling banter hanya ada 2 wahana roller coaster. Saya? Biasa-biasa saja. Cenderung takut, malah. Tapi sewaktu suami mengajak ke Six Flags, arena roller coaster di Amerika masa saya membiarkan suami pergi sendiri, hehehe.

Setelah ada kepastian akan S2 di Amerika, hal pertama yang di-googling suami waktu itu adalah ‘best roller coaster in US‘. Saking niatnya, tak tanggung-tanggung hasilnya pun dia kelompokkan menjadi steel roller coaster (yang lintasannya terbuat dari baja) dan wooden roller coaster (yang masih tradisional, lintasannya masih terbuat dari kayu). Benar-benar niat deh pokoknya. Sampai suatu ketika, dia berseru, “di sana kita harus ke Six Flags New Jersey!”. Jadilah di sela summer break kemarin kami memutuskan untuk mendatangi theme park yang terletak di kota Jackson, New Jersey itu.

Sekilas info, Six Flags adalah 1 di antara 3 pemegang franchise theme park terbesar di Amerika, 2 yang lainnya tentunya nama-nama yang sudah umum terdengar di Indonesia, Disney dan Universal Studios. Di Amerika sendiri Six Flags mengoperasikan 13 theme park, lumayan banyak kan? Mereka juga memegang lisensi DC Comics dan Looney Tunes untuk digunakan dalam wahana-wahananya.

2013-06-28 10.36.31

Kalau yang ini Kingda Ka dan El Toro dari areal parkir juga

Dari kesemua theme park itu, Six Flags Great Adventure New Jersey salah satu yang terdekat dari kota kami, walau bukan ini faktor utama mengapa pilihan suami jatuh ke sana. Nanti deh diceritakan lebih lanjut ya. Total di sini ada sekitar 12 atau 13 roller coaster, di samping jenis wahana lain tentunya. Saking banyaknya sampai-sampai saya selalu lupa pastinya berapa. Dan uniknya kesemuanya memiliki ciri khas dan tingkat keenegan (hihi, mulai dari children-friendly sampai risiko tanggung penumpang) masing-masing, tak ada yang sama satu sama lain.

Karena jumlahnya yang cukup banyak itulah tidak semua roller coaster saya naiki seharian itu. Ditambah lagi dibutuhkan waktu ekstra untuk memulihkan kondisi badan dari segala efek samping yang ditimbulkan. Maklum, badan sudah bukan remaja lagi, hehehe.

Superman Ultimate Flight

Roller coaster ini yang pertama kali saya naiki setelah masuk ke dalam park. Bagaimana tidak, sosoknya langsung terlihat jelas dari parking lot saat itu, berdampingan dengan roller coaster Green Lantern. Coaster satu ini mensimulasikan kita terbang ala Superman: tengkurap. Lintasan Superman lumayan panjang tapi kecepatannya tidak terlalu tinggi. Lintasannya pun tidak tinggi-tinggi amat, sehingga tidak semenakutkan perkiraan awal saya. Seturunnya saya dari sana, badan masih terasa baik-baik saja, dan siap untuk naik coaster berikutnya.

2013-06-28 12.08.42 2013-06-28 11.11.16

Green Lantern

Belum selesai takjubnya kami dengan coaster Superman yang posisi pengendaranya ga kaya roller coaster konvensional yang biasanya berposisi duduk saja, disambutlah kami dengan roller coaster Green Lantern yang terletak persis di sebelahnya. Coaster gila yang satu ini memaksa kita berdiri selama permainan. Ah, sesuai dengan slogannya, “Stand Up to Your Fear!”. Kira-kira bisa dibayangkan nggak, naik roller coaster sambil berdiri? Sepertinya belum puas menakuti calon pengendaranya dengan itu, di sini kita dibawa berputar-putar 5 atau 6 kali 360 derajat dan rasa-rasanya tidak ada roller coaster lain di sana yang sepanjang ini. Ugh, alhasil, turun-turun, kepala pusing plus perut eneg. 15 menit istirahat dan 2 gelas besar soda harus dikerahkan buat kembalikan badan seperti semula. Fiuuuh… Kapok? Hampir saja 🙂

2013-06-28 13.06.16

Coba perhatikan billboard yang berwarna hijau itu, seperti itulah kira-kira posisi pengendara di roller coaster ini :p

2013-06-28 12.11.23

Kingda Ka

Nah, inilah alasan suami saya memilih pergi ke sini. Kingda Ka! Roller coaster tertinggi di dunia. Kata petugas yang berjaga, oleh coaster kita akan dibawa naik tegak lurus setinggi patung Liberty, sekitar 600 m di atas tanah, wow! Awalnya saya bahkan tidak mau naik coaster yang satu ini tapi dalam hati saya juga tidak mau rugi sudah membayar mahal-mahal tapi tidak mencoba semua coasternya, hahaha.. Ternyata coaster yang ini menyenangkan!! Kingda freakin’ Ka! Suami berseloroh sensasinya seperti dibawa naik lurus ke langit ketujuh kemudian diterjunkan kembali ke bumi. Benar-benar 20 detik yang paling menakjubkan. Kami berdua tidak henti-hentinya berteriak kagum sehabis dari wahana yang satu ini. You must try this!

this is awesome!

this is awesome!

El Toro

Selain Kingda Ka, impian suami yang lain adalah menaiki roller coaster yang lintasannya masih terbuat dari kayu. Klasik katanya. Ada sensasi yang lain. Suara gemeretakan lintasan kayu yang tidak terdengar saat menaiki roller coaster dari besi. Nah, di Great Adventure ini, ada El Toro, wooden roller coaster terpanjang jalur turunannya, tertinggi dan tercepat sedunia. Coba cek saja di Wikipedia (ini sih kata suami saya), ya paling tidak se-Amerika deh. The best lah, for wooden one. Leganya sih, sudah pasti tidak ada putaran balik 360 derajat kalau naik roller coaster kayu. Tapi hati-hati leher ya, karena kepala kita dipontang-panting, ada momen saat kepala saya dan suami sempat bertumbuk saat naik ini, saking ganasnya. Seru!

2013-06-28 15.13.00 2013-06-28 14.42.46

2013-06-28 15.28.34

Batman the Ride

Kalau di coaster Superman kita diposisikan terbang ala Superman, di Batman the Ride ini kita digantung duduk sebelum diputar-putar.

2013-06-28 16.24.01 2013-06-28 16.21.13

Bizarro

Petualangan coaster kami ditutup dengan Bizarro, roller coaster nan panjang (walaupun masih kalah dengan Green Lantern) dengan sensasi semburan api dan air di beberapa titik. Bayangkan, sewaktu berteriak-teriak tiba-tiba ada hembusan panas atau percikan air di dekat kita. Hehe sensasi yang lain lagi. Hal yang menarik lagi, Bizarro ini punya 7 putaran 360 derajat, paling banyak di antara roller coaster yang lain. Kebetulan saat naik wahana ini, malam sudah tiba, pengunjung tinggal 1 atau 2 saja. Saat itu ada pasangan setengah baya yang sampai naik wahana ini 2x berturut-turut, dengan memilih posisi paling depan dan paling belakang, eksentrik sekali mereka.

2013-06-28 20.58.14 2013-06-28 21.04.58

Bertualang ke theme park semacam Six Flags memang harus siap nyali. Saya saja awalnya cukup keder melihat lintasan-lintasan ekstrim. Tapi karena tidak mau rugi dan sedikit ancaman akhirnya berhasil juga naik roller coaster yang bahkan termasuk paling ekstrim seperti Kingda Ka.

Apabila hendak ke sini lebih baik memesan tiket masuk online saja karena dari harga normal beli di tempat sebesar USD 74.99 kita bisa dapatkan harga yang lebih murah USD 44.99 saja, tiket online ini bisa kita pakai kapan saja, sampai batas expired yang ditetapkan, itupun lama kok, sekitar 2 atau 3 bulan dari tanggal beli. Atau kalau mau lebih murah lagi, pesan tiket online 3 Days Advanced seharga USD 39.99. Kalau bawa mobil sebaiknya beli tiket parkirnya juga online, dapat diskon tax USD 2.00 dari harga beli di tempat yang sekitar USD 22.

Sepulang dari sana, suami saya yang ketagihan sudah mulai merencanakan perjalanan ke Cedar Point di Sandusky, Ohio atau ke Six Flags New England di Agawam, Massachusetts, ckckck…

Tags:
July 8, 2013

San Francisco, California

Perjalanan bermobil dari Los Angeles ke San Francisco adalah perjalanan terlama yang kami alami selama road trip West Coast kemarin. Ga tanggung-tanggung, total jendral perjalanannya sekitar 7 jam, lumayan panas juga pantat kelamaan duduk di mobil.

Kalau ke San Francisco jangan lupa mampir sebentar ke Stanford University yang jaraknya 37 mil dari pusat kota. Lingkungan kampus ini asri dan hijau sekali. Belum lagi di sini ada beberapa obyek yang sepertinya memang dimaksudkan untuk mengundang pengunjung seperti Sculpture Garden dan Gereja. Kalau lihat di website sih memang tersedia tour gratis harian bagi pengunjung. Bayangkan, sampai disediakan ada tour segala, saking banyaknya yang ingin melihat-lihat Stanford dari dekat. Kami sepakat saat itu, ini salah satu kampus tercantik yang pernah kami kunjungi di Amerika.

2 hari 1 malam sebenarnya tidak cukup kalau datang ke San Francisco, sebenarnya lumayan banyak hal menarik yang bisa dikunjungi di sana. Tetapi minusnya, biaya penginapan di sini tidak semurah dibandingkan kita menginap di Las Vegas atau Los Angeles. Menginap di hotel berbintang 2 saja memaksa kami merogoh kocek USD 100 semalam. Mahalnya setara dengan Boston dan Chicago. Itupun letaknya tidak dekat dengan downtown, sekitar 30 menit bermobil dari sana.

Alhasil di San Francisco kami hanya sempat mengikuti boat tour mengarungi San Francisco Bay dari Pier 39, makan siang, naik cable car lalu mengunjungi Golden Gate Bridge dengan mobil.

Kami langsung menuju ke Pier 39 saat itu, atau yang juga dikenal dengan Fisherman’s Wharf, di sana semacam dermaga di pelabuhan yang dipenuhi dengan toko-toko, tempat makan, museum Ripley’s, akuarium samudera dan masih banyak lagi di sana. Semacam pusat keramaian di sana. Banyak obyek wisata bisa diakses dengan datang langsung ke sana.

Pier 39, awal jalan-jalan kami

Pier 39, awal jalan-jalan kami

Setelah makan siang di salah satu restoran sea food yang ada di Pier 39 kami memutuskan untuk mengikuti boat trip yang membawa kami mengelilingi pulau Alcatraz, kemudian berlayar ke bawah Golden Gate Bridge dan melihat skyline San Francisco dari perairan. Sebenarnya lebih bagus lagi kalau bisa mengunjungi penjara Alcatraz, sayangnya untuk hari itu tiket sudah habis terjual. Apa boleh buat kami hanya foto-foto dari jauh saja.

Alcatraz dari jauh

Alcatraz dari jauh


boat tour

boat tour


Golden Gate

Golden Gate

Sepulang dari boat trip pikiran kami terbelah antara pengin mencoba cable car atau mengikuti Duck Tour yang juga ada di SF. Lagi-lagi karena pertimbangan waktu dan biaya, rombongan kami memutuskan untuk mencoba naik cable car, transportasi publik yang hanya ada di San Francisco (CMIIW). Cable car sendiri mirip dengan bus yang layaknya dijumpai di setiap kota di Amerika, kita bisa naik atau turun di salah satu stop atau terminal di sepanjang rutenya. Kebetulan di dekat Pier 39 ada salah satu rutenya, kami pun bergegas menuju terminal. Sesampai di sana, sudah nampak antrian panjang pengunjung yang punya niatan yang sama dengan kami, setelah membayar karcis USD 6 per orang, kami pun ikut mengantri.

Eh, ternyata terminal tempat saya antri merupakan terminal akhir cable car, saya pun akhirnya bisa melihat bagaimana cara cable car putar balik menuju rute yang berlawanan. Karena berjalan mengikuti lintasan rel yang ada di jalan, butuh usaha untuk memutarbalikkannya. Tapi ga perlu dengan usaha yang rumit, cukup didorong di rel yang khusus berputar sehingga bagian depan yang awalnya ada di belakang bisa kembali ke depan lagi.

 pantas saja yang bekerja di sini badannya gede semua

pantas saja yang bekerja di sini badannya gede semua


cable car

cable car

Lucunya, dari naik sampai turun kembali dari cable car suami saya masih kebingungan dengan cara bagaimana kereta ini berjalan, karena di keretanya sendiri tidak nampak terlihat dan terdengar mesin yang sedang bekerja. Hanya ada 1 orang operator yang sibuk menarik tuas rem ketika ada penumpang berteriak, “Stop!”, meminta agar kereta diberhentikan karena dia telah sampai di tujuannya.

Setelah puas berjalan-jalan di pusat kota, kami pun kembali bermobil untuk mengunjungi Golden Gate Bridge dari dekat, tidak puas dari ujung selatan jembatan yang terletak di ujung kota San Francisco, kami juga mengambil foto-foto jembatan dari ujung seberang jembatan. Hehehe mumpung.

 dari South Bound, seberang kota SF

dari South Bound, seberang kota SF


jalan-jalan sore di atas Golden Gate Bridge

jalan-jalan sore di atas Golden Gate Bridge

Kalau dari sisi South Bound (atau di seberang kota San Francisco) di sekitar jembatan hanya ada parkiran dan bukit-bukit saja, sangat terlihat apabila terletak jauh dari kota.

dari North Bound, ujung kota San Francisco

dari North Bound, sisi kota San Francisco

pagi-pagi berselimutkan kabut...

pagi-pagi berselimutkan kabut…

Tapi kalau dari sisi North Bound (atau di sisi kota San Francisco) lebih tertata apik dengan taman-taman dan visitor center tempat kita bisa membeli souvenir khas Golden Gate Bridge dan kota San Francisco. Lumayan buat buat kenangan sudah pernah datang ke sini.

Tidak menyangka petualangan kami di West Coast selama 15 hari berakhir pada hari itu juga. Siang harinya kami langsung bertolak ke Oakland, kota kecil di utara San Francisco yang berjarak sekitar 30 menit berkendara. Dari sana, kami bertolak kembali ke NYC naik pesawat selama 6 jam nonstop.

July 7, 2013

4 Juli 2013

4 Juli tahun ini adalah satu-satunya 4 Juli kami di US. Tahun lalu kami belum mendarat. Tahun depan kantor suami sudah memanggil. Berhubung cuma satu-satunya, jadi harus dimanfaatkan dengan maksimal donk. Konon kabarnya setiap tanggal keramat ini ada kembang api besar-besaran di NYC dan Washington DC. Saya sempat ragu memutuskan apakah ingin ke NYC atau ke Washington. Dengan berbagai pertimbangan, jadinya ke NYC 😀


Forest Hills

rumah tempat kami menginap

rumah tempat kami menginap

Kalau ke NYC kami bisa menginap di Forest Hills, kawasan cukup elite di Queens. Walaupun sudah dua kali ke sini rasanya tak pernah bosan dengan daerah ini. Hampir semua rumah di sini merupakan bangunan kuno karena konon kabarnya di sini adalah konservasi budaya jadi rumah-rumah yang ada tak boleh dirombak tanpa ijin pemerintah.


Lapor Diri

Konjen RI

Konjen RI

Kami belum lapor diri sama sekali padahal sudah berada di US  sejak berbulan-bulan lalu. Sebelum berangkat saya mengecek website Konjen RI dahulu untuk memastikan apakah mereka libur tanggal 3 Juli atau tidak. Untung saja kantor Konjen buka seperti biasa saat itu.

Awalnya saya kira lapor diri cukup hanya dengan datang lalu mengisi formulir, selesai sudah. Untung saja saya cari-cari informasi dulu karena dokumen yang diperlukan banyak, antara lain:

  1. paspor asli (ini untuk dicap)
  2. fotokopi paspor
  3. fotokopi visa
  4. fotokopi I-20
  5. fotokopi I-94
  6. fotokopi bukti alamat tempat tinggal
  7. foto diri

Tuh khan lumayan banyak. Kalau tidak disiapkan bisa-bisa bolak balik ke Konjen atau terpaksa kirim lewat pos. Sebenarnya lapor diri bisa lewat internet tapi web yang disediakan justru menyulitkan karena sewaktu akan memasukkan tanggal lahir, kita harus berkali-kali refresh sampai mendapatkan tanggal lahir yang benar. Mungkin yang pernah mencoba lapor diri lewat internet paham maksud saya 🙂


American Museum of Natural History

Museum yang menjadi setting film Night at the Museum ini sebenarnya sudah menjadi incaran sejak lama. Tapi entah mengapa belum juga kesampaian. Setiap kali ke NYC selalu saja ada agenda lain sehingga museum ini belum sempat kami kunjungi.

2013-07-03 14.18.43

salah satu dokumen berhuruf Arab

salah satu dokumen berhuruf Arab


2013-07-03 13.02.48
shrunken head

shrunken head


2013-07-03 13.50.392013-07-03 14.11.372013-07-03 14.18.04


Laduree

di Madison Ave

di Madison Ave

Seorang teman berkali-kali menyebutkan macaroon Laduree ini sebagai kudapan favoritnya, apalagi sejak Laduree buka di Singapore. Saya jadi penasaran, seperti apa sih rasanya. Lokasi Laduree di Manhattan dekat sekali dari Konjen RI, jadi kenapa tidak mampir sekalian.

Pas masuk tokonya agak kagok juga. Sang pelayan toko ganteng-ganteng dan cantik-cantik (lho!). Sepertinya mereka orang Prancis, karena saya mendengar logat yang asing (bukan aksen Amerika maupun British). Dugaan saya terbukti sewaktu saya menunjuk macaroon pilihan saya kemudian membayar di kasir. Suara mereka sengau-sengau gimana gitu. Apalagi saya dipanggil ‘Madame’.


Kembang Api

polisi berkuda

polisi berkuda

Ini dia tujuan utama kami: Macy’s Fireworks! Ternyata bos yang rumahnya kami tebengi menginap juga ingin melihat kembang api. Jadi sejahteralah kami, berangkat ke Manhattan dengan menumpang mobil bos, hihihi.. Berangkat dari Queens sekitar pukul 3, lalu saya dan suami diturunkan di 34 th Street sementara pak Bos dan keluarga parkir mobil di kantor kemudian jalan-jalan dulu. Pada akhirnya malam itu pulangnya juga sendiri-sendiri kok. Kerumunan yang padat tidak memungkinkan untuk janjian tunggu-tungguan, jadi saya sudah bilang ke pak Bos kalau akan pulang naik subway saja.

Seperti saat tahun baru di Times Square, saat itu luar biasa ramai. NYPD di mana-mana, berjaga ketat membentuk barikade, patroli dengan kuda, sepeda, mobil bahkan helikopter. Mereka membuka barikade sekitar pukul 4 sore, itupun beberapa kali mengusir-usir kami. Pasrah diusir, kami mengikuti sajalah disuruh pindah ke tempat yang ditunjuk.

secuil foto keramaian

secuil foto keramaian

Kembang api yang dijadwalkan pukul 9 malam ternyata agak molor. Ledakan kembang api yang meriah baru dimulia sekitar 9.25 dan berlangsung selama 25 menit. Memang tak sia-sia menunggu sampai antri segala, karena nuansa perayaan yang megah itu terasa sekali.

sunset di tepi Hudson River

sunset di tepi Hudson River


pojokan bersejarah

pojokan bersejarah


2013-07-04 21.28.222013-07-04 21.28.352013-07-04 21.28.492013-07-04 21.39.09

Tags: