Dari Buffalo kami lanjut ke Washington, DC. Dibela-belain nih menempuh 13 jam perjalanan demi menyaksikan cherry blossom yang sedang bersemi, sekaligus nonton parade tahunannya di sini. Cherry blossom alias sakura ini istimewa, pemberian dari Jepang sekitar tahun 1912 untuk Amerika. Karakteristik cherry blossom ini juga unik. Tanaman ini hanya bersemi selama 1-2 minggu saja dalam setahun, untuk kemudian berguguran. Benar-benar momen spesial, dinanti-nantikan oleh semua orang di sini. Plusnya lagi, ada teman seangkatan yang bisa dikunjungi dan ditebengi di sini :D.
Kami sampai di DC jam 6 pagi dan langsung disambut hujan. Untung saja sudah siap dengan payung. Benar-benar deh ternyata salah satu hal yang perlu diperhatikan di sini adalah ramalan cuaca. Sebelum berangkat saya cek suhu di Buffalo berkisar antara 1-5 derajat Celcius. Perlu jaket tebal nih! Kontrasnya, suhu di DC akan berkisar 16-27 derajat Celcius ditambah guyuran hujan. Lhadalah, piye iki.. Jaketnya trus mau dikemanakan? Suami saya akhirnya memutuskan hanya pakai jaket biasa plus sweater, bukan berbungkus jaket tebal.
Dari Union Station DC kami menuju US Capitol, gedung para legislator Amerika. Walaupun Desember lalu kami sudah ke sini tapi tempat ini tetap saja menarik untuk dikunjungi. Taman dan pepohonan yang ada di sana indah, berwarna-warni. Bangunannya megah, bersih dan tertata apik. Apalagi letaknya berdekatan dengan tempat-tempat menarik lainnya seperti Library of Congress, National Supreme Court, National Botanical Garden, National Mall, Smithsonian Museum dan lain-lain.
Sepanjang perjalanan di sekitar US Capitol saya tertarik mengambil beberapa gambar bunga-bunga yang indah. Ini dia hasil pic collage bunga itu. Indah khan?
Library of Congress juga tak kalah menarik. Perpustakaan ini terbuka untuk para peneliti dan turis. Tentunya turis tidak bisa mengakses koleksi buku, micro film dan lain-lain. Fasilitas tersebut hanya bisa dimanfaatkan untuk keperluan riset setelah mendaftarkan diri terlebih dahulu. Tetapi di hari-hari tertentu, sering digelar pameran dengan tema-tema tertentu, saat kami ke sana, sedang ada pameran US Civil War, sejarah kuno kerajaan Inca, dan gelaran kitab-kitab kuno Torah. Sayang sekali di dalam ruangan tidak diijinkan mengambil gambar, jadi terpaksa yang di-share di sini hanya foto area-area tertentu yang bukan daerah terlarang.
Bagian luar Library of Congress juga bagus. Ada air mancur dengan patung perunggu Neptunus nan megah. Neptunus tidak berdiri sendirian, ia diapit oleh dua nymph yang menunggangi kuda di kanan kirinya.
Dari Library of Congress kami lanjut makan siang sebentar di Smithsonian National Air & Space Museum sambil istirahat mengumpulkan tenaga buat mengitari Tidal Basin. Tidal Basin ini waduk buatan antara Potomac River dan Washington Channel. Di sepanjang waduk ini bertebaran memorial khas Washington DC. Memorialnya keren-keren. Ada Jefferson Memorial, Martin Luther King, Jr. Memorial, Franklin Delano Roosevelt Memorial dan George Mason Memorial. Lincoln Memorial juga tidak jauh dari Tidal Basin ini. Cherry blossom pertama dari Jepang juga ditanam di sekitar waduk ini. Luar biasa cantiknya! Nuansa romantis sangat terasa, apalagi saat itu mulai berguguran. Bener-bener nggak nyesel deh menempuh perjalanan 13 jam malam sebelumnya kalau disuguhi pemandangan menarik seperti ini.
Memorial ini dibangun untuk menghargai jasa tokoh yang bersangkutan. Biasanya berupa patung berukuran besar dan megah disertai quote khas dari sang tokoh. Konstruksi terbaru adalah Martin Luther King Jr yang baru dibuka tahun 2011 setelah perencanaan dan pengumpulan dana selama lebih dari dua dekade. Saya sendiri suka Lincoln Memorial karena kesan megah dan indahnya sangat terasa.
Tak jauh dari Jefferson Memorial ada FDR Memorial. Ada patung unik yang kemudian dimanfaatkan sekelompok pelajar seru-seruan foto di sana.
Memorial terakhir yang ada di sekitar Tidal Basin: Martin Luther King. Jr.
Keindahan Tidal Basin bukan hanya terletak pada Memorial atau waduk yang bersih, tapi juga keasrian taman dan pemandangannya.
Yang pasti saya senang tahun ini bisa berkunjung untuk menyaksikan sakura berguguran. Semoga tahun depan masih diberi kesempatan lagi 🙂