Archive for November, 2012

November 24, 2012

Syracuse.. I mean My… First Snow

November 23, 2012

Black Friday 2012

Selama di Indonesia saya beberapa kali mendengar istilah Black Friday tapi tidak pernah tahu kapan waktu pastinya. Lagipula karena di sana tidak mengenal budaya shopping ini, jadilah saya juga tidak ngeh dengan kata yang penuh dengan nuansa konsumtif ini.

Setelah tinggal di sini barulah saya mencari tahu kapan Black Friday ini sebenarnya. Kalau menurut saya sih event ini lebih ke marketing gimmick alias akal akalannya retailer yah. Karena istilah discount yang digembar-gemborkan tidak terlalu nendang 😀

Berhubung sudah di sini dan cuma akan 2 kali ngerasain Black Friday, saya dan suami sepakat buat ikut-ikutan meramaikan. Jadilah malam Thanksgiving kali ini kami bergegas menuju mal terdekat yang untungnya termasuk mal besar. Cukup datang ke mal ini kami sudah punya incaran akan ke toko mana saja. Tujuan pertama jelas adalah Best Buy, retailer besar yang mengkhususkan diri di elektronik. Suami sudah punya incaran, yaitu harddisk eksternal minimal 1 TB. Namanya juga cowok, biasalah.. koleksinya macam-macam. Selain itu suami juga ingin kamera digital (lagi). Walaupun sebenarnya sebelum berangkat ke US kami sudah membeli Casio Exilim, tapi beberapa insiden (charger batere lupa terbawa sewaktu ke Manhattan, batere kamera habis di tengah jalan-jalan di Disney World, memory card error), membuat suami ingin punya kamera cadangan.

Selain tujuan utama itu, saya juga mengemban misi titipan teman di Indonesia untuk membelikan pernak-pernik Bath and Bodyworks untuk dijual lagi, tas Coach, jam tangan Timex dan sunglasses (yang ini untuk keperluan pribadi yang bersangkutan). Okay, saya ga merasa direpotkan kok, wong nantinya ditransfer ke rekening rupiah dengan kurs 10.000 *smirk*.

Jam 7 malam kami berangkat dari apartemen dengan melawan dinginnya suhu di luar. Untung saja kami mengecek jadwal bis terlebih dahulu, jadi tidak perlu menunggu terlalu lama dalam siksaan udara dingin.

di bus stop, menunggu Centro bus menuju Downtown

destiny usa, mal di Syracuse. jangan tertipu dengan tampak luarnya yang sepi

kami kebagian antre di sisi pintu belakang best buy *sigh

siap kemping

yang saya suka di sini: orang-orangnya tertib dan mudah diatur. di sini antrian saya tidak diselak orang 😀

foto ini diambil sekitar jam sebelas malam!

Setelah setia mengantri hingga 4,5 jam, jam 12 teng, antrian mulai dipersilahkan masuk ke toko, tidak langsung semua diperbolehkan masuk oleh security guard Best Buy. Beberapa kali laju calon pengunjung dihentikan (mungkin sekitar 3 menit), memberikan waktu bagi pengunjung sebelumnya menyelesaikan transaksi di kasir dan keluar dari toko, jangan sampai pengunjung yang masuk duluan overcrowded.

Kelar dari Best Buy, saya pun menjelajahi toko-toko lain yang ada di Destiny USA dan buka saat itu.

ada diskon 25% di coach, tapi sayang tas titipan teman tidak ada

lumayan, dapat jam tangan diskon di macy’s.. titipan teman

pilih-pilih pocket bac lengkap dengan holder, titipan teman juga

seorang teman asyik memilih oleh-oleh untuk istrinya

kali ini dia ceria tapi bingung di depan jejeran lisptick mac

pria bri syracuse bisa kalap juga.. foto bisa menipu, teman!

disambut mentari pagi

Setelah berkelana semalam suntuk di mal, akhirnya kami membawa pulang belanjaan (yang cuma punya kami sendiri) sebagai berikut:

  1. Harddisk eksternal Seagate 1TB seharga 69 USD (quite a steal)
  2. Nikon Coolpix S3300 seharga 99 USD. Harga asli sekitar 139 USD
  3. SD card 16GB seharga 9.99 USD.
  4. Wallflowers Bath and Bodyworks (yang ini ga diskon)
  5. Wallflowers Bath and Bodyworks refill seharga 5 USD. Harga asli 13 USD
  6. MAC Studio Fix foundation. Eladalah malah beli bedak tho yooo.. Yang ini blas ga diskon. Dibeli karena saya penasaran masuk shade berapa berdasarkan kategori MAC. Ternyata shade saya NC30. I still think this is a good deal since its price is 27 USD compared to 365K IDR for this pressed powder. 

total damage

Tags:
November 17, 2012

Me and Autumn

Winter is coming, at least I thought so. Starbucks Fall Seasonal drink has over. It’s succeeded by red paper cup, the one that I enjoy this afternoon. It’s my first autumn.. my first winter also.  Can you imagine how excited I am?

it’s fall! not winter yet

Tags:
November 13, 2012

Magic Kingdom (Where the Magical Happens, part 3)

…. sambungan dari part 2 dan part 1

Karena sebelumnya sudah mengambil tiket ini,

lumayan, berbonus FastPass Dumbo

saya pun beranjak menuju ke ujung Main Street USA, tepatnya ke:

Town Square Theatre

Di sini pengunjung bisa berfoto bersama Mickey Mouse dan Disney Princesses (salah satu impian masa kecil istri saya berfoto bersama mereka). Daripada punggung saya didera cobaan, pun menemani istri antri di jalur FastPass menunggu sesi foto. Beda waktu, beda pula Disney Princess yang available. Kebetulan saat itu hadir Rapunzel, Aurora the Sleeping Beauty princess, dan Cinderella.

with a friendly Rapunzel

Aurora

akhirnya bisa berfoto sendiri dengan the beautiful Cinderella, pikir istriku ^^

Saat antrian foto dengan Mickey Mouse terlihat sepi (mungkin yang lain sudah bersiap menunggu parade jam 8 malam), saya pun memutuskan langsung bergabung di antrian, normalnya jalur antrian foto bisa sangat panjang, makan waktu 1 jam sendiri jika padat-padatnya.

Mickey yang senang sekali melihat saya memakai kaos bergambar dia 🙂

Dumbo the Flying Elephant

Sebenarnya wahana ini tidak termasuk dalam daftar saya (bosan dengan wahana yang hanya berputar-putar begitu saja sejak datang dari Indonesia), tetapi karena dapat bonus FastPass, apa salahnya kalo dimanfaatkan juga? Iya kan?

terasa pusing juga naik ini

Prince Charming Regal Carousel

Nah, kalau yang ini special request dari istri, dia ingin mengenang kembali kenangan masa kecil saat sekeluarga pergi bersama naik komidi putar. Hati-hati, kudanya ternyata tinggi sekali, pegang erat-erat ya? Saya sendiri koq malah jadi terngiang video klip PSY’s Oppa Gangnam Style ya? *errrr*

seraaaaang… lho?

Main Street Electrical Parade

Datang terlambat karena terlalu asyik main di Fantasyland membuat kami kerepotan mencari spot untuk melihat parade yang rencananya jalan jam 8 malam, Disney cast member benar-benar mengatur agar pengunjung menempati spot yang telah mereka tentukan, tanpa pandang bulu, pengunjung yang membandel diminta untuk pindah ke spot yang masih tersedia, atau kalau benar-benar tidak dapat tempat meminta agar mereka menyaksikan parade yang sama nanti jam 10. Untung saja, akhirnya kami berhasil menyusup di sebuah ruang kosong yang tersisa. Hehehe.

Sesuai tema parade, semua lampu di park dimatikan saat parade melintas. Satu-satunya penerangan berasal dari kendaraan parade yang lewat. Minusnya, foto yang saya dapat tidak terlihat dengan jelas siapa saja yang melintas dalam parade. Alhasil, para pembaca blog nan budiman, silahkan berimajinasi saja masing-masing bagaimana suasana parade malam itu, mengheningkan cipta…, dimulai…

Berikut bisa dijadikan inspirasi dalam berimajinasi:

ini sepertinya Tinkerbell

hmmm, ini siapa ya?

Wishes

Tidak mengulang kesalahan sebelumnya, saya tidak beranjak dari tempat saat menunggu pertunjukan kembang api di Magic Kingdom yang akan digelar jam 9. Walau ternyata juga bukan spot yang terbaik juga sih. Dengan kamera seadanya, saya coba abadikan pertunjukan kembang api spektakuler malam itu (IMO, the best fireworks show ever in my entire life).

blue

red

purple

Mickey’s PhilharMagic

Another 3D movie. Mengenai kekacauan yang disebabkan oleh Donald saat persiapan konser orkestra yang akan di-conductor-i oleh Mickey. Film ini benar-benar khas Donald banget.

it’s a small world

Sudah pernah masuk ke Istana Boneka di Dufan kan? Nah, ini mungkin yang dicontek Dufan saat merancang Istana Boneka. Hanya saja, di sini levelnya internasional. It’s like TMII vs Disney World once more 🙂

perahu-perahunya berdatangan

inside the small world

The Many Adventures of Winnie The Pooh

Pengunjung diajak berjalan-jalan melintasi hutan tempat Pooh dkk bermain, menggunakan kereta, mirip dengan tema beberapa wahana yang lain kan? Disney punya banyak tema yang bisa dijadikan ide wahana yang serupa macam ini sih, apa boleh buat. Yang menarik di sini di sepanjang jalur antrian, ditempatkan banyak sekali permainan terinspirasi dari kisah Winnie the Pooh. A little kid will say “Yay!”.

Peter Pan’s Flight

Mirip dengan wahana sebelum ini, tetapi di sini pengunjung akan melintasi kota London dari udara (yup, seakan-akan kita habis ditaburi pixie dust oleh Tinkerbell dan mengikuti Peter Pan terbang di angkasa). Dengan kereta berwujud kapal layar digantung ke rel yang ditempatkan di langit-langit ruangan, perjalanan ini asyik sekaligus ngeri apalagi bila membayangkan kita jatuh ke bawah.

Haunted Mansion

3 wahana berturut-turut yang saya naiki malam itu memiliki ciri hampir sama, termasuk juga yang satu ini. Terletak di area Liberty Square (bukan di Fantasyland lagi), yang ini menawarkan petualangan menembus alam hantu dan roh a la barat.

Jangan bayangkan hantu-hantu yang seram seperti yang ada di film Suzana atau pocong di Indonesia, di sini hantu-hantunya cenderung kocak dan tidak menyeramkan (atau saya sudah terlalu terbiasa dengan hantu di Indonesia ya?). Tapi saat mau memasuki ruangan, bernuansa agak seram juga, plus ditambah saat itu juga hampir tengah malam, dan di-setting seperti di kuburan.

New Fantasyland

Saya sudah akan beranjak pulang sekeluar dari area Liberty Square, karena waktu sudah menunjukkan jam 11 lebih sedikit. Tetapi saat berjalan menuju bus stop, saya tersasar sekaligus menemukan wahana ada di area New Fantasyland sudah mulai menerima pengunjung.

Yang sempat saya kunjungi di sana: The Beast’s Castle (sepertinya baru souvenir shop saja yang dibuka), dan Under The Sea: Journey of the Little Mermaid (mirip dengan wahana Winnie the Pooh, bertemakan kisah Little Mermaid)

Saat jam di Cinderella Castle tepat berdentang 12 kali, saya pun bergegas pulang sembari mengucapkan selamat tinggal pada Disney World. Semoga masih ada kesempatan untuk berkunjung kembali some day.

Tags: