Archive for August 27th, 2012

August 27, 2012

Paypal

note: catatan ini lanjutan dari cerita suami saya

Pemahaman ini saya dapatkan dari salah satu senior yang lebih dulu berdiam di luar negeri. Bahwa, PayPal sebenarnya dengan trik tertentu dapat digunakan untuk mengendalikan arus kas antara 2 rekening bank yang dipisahkan oleh batas-batas negara. Yak, bener, simpelnya PayPal dapat dipakai saat kita butuh transfer uang ke/dari rekening di luar negeri.

Kebetulan, sebelum berangkat ke Amerika, saya seringkali memanfaatkan PayPal (PayPal Indonesia/ID tentunya) terutama saat transaksi dengan online merchant. Dengan PayPal saya tidak perlu repot mengeluarkan kartu kredit dari dompet, input nomor, expiry date dan CVV kartu kredit yang biasa menjadi prasyarat saat transaksi online. Cukup input user dan password, PayPal selaku broker akan membayar terlebih dahulu dan selanjutnya menagih ke bill kartu kredit yang kita link dengan akun tersebut.

Ok, PayPal ID sudah dari dulu punya, link dengan rekening tabungan dan kartu kredit pun sudah dilakukan. Link dengan rekening tabungan dan kartu kredit hanya bisa dilakukan pada full website PayPal, http://www.paypal.com.

Login dengan akun PayPal ID kita terlebih dahulu,

 full website PayPal

full website PayPal

kemudian daftarkan rekening tabungan, kartu kredit dalam menu: My Account – Profile – Add/Edit Bank Account atau Add/Edit Credit Card,

 tampilan awal dan menu PayPal

tampilan awal dan menu PayPal

Salah satu rekening atau tabungan harus di-set sebagai primary apabila ada beberapa rekening atau kartu yang kita registrasikan. Cara ini berlaku universal, untuk PayPal negara lain pun sama. Verifikasi pun akan dijalankan oleh PayPal untuk memastikan validitas rekening dan kartu kita.

Untuk kartu kredit, kita diminta input sejumlah angka pada nominal transaksi yang akan didebetkan oleh PayPal pada bill kartu kredit bulan berjalan, sedangkan untuk rekening tabungan, kita diminta mengupload scan buku tabungan/butab. Hal ini keseluruhannya dilakukan di website PayPal.

Langkah berikutnya? Tentu saja, membuat akun PayPal US setelah di US, sekaligus link dengan salah satu checking account yang kita punyai di sana. Verifikasi juga dilakukan oleh PayPal US, kita diminta input xx+yy pada kolom validasi account dari 0.xx dan 0.yy yang didebetkan oleh PayPal ke dalam account kita.

Jangan kuatir, seluruh nominal yang didebet akan dikembalikan kembali setelah validasi berhasil dilakukan.

Sip? Ok, kita mulai dari transfer dari PayPal ID ke PayPal US.

——————————————————————————————————————————

Apabila ada balance/saldo di akun PayPal ID saat transfer ke PayPal US akan lebih bagus karena tidak ada fee jika balance akun mencukupi nominal transfer. Dari mana datangnya balance? Biasanya berasal dari incoming transfer dari user PayPal lain, karena policy PayPal ID tidak memungkinkan untuk mengisi balance kita dari sumber yang lain, contoh: tabungan atau kartu kredit kita sendiri.

Tidak ada opsi lain bagi saya (saat itu) saat outgoing transfer, selain transfer ditagihkan ke kartu kredit yang ter-link sebagai primary credit card dengan PayPal ID. Hal inilah yang menjadi limitasi transfer PayPal yang pertama: nominal transfer terbatas dari credit limit kartu kredit tersebut. Ada baiknya primary credit card diambil dari kartu kredit yang memiliki credit limit yang terbesar.

Kerugian kedua dari transfer via PayPal: fee yang dikenakan tidak bersifat fixed fee, melainkan percentage fee. Dan sampai sekarang pun, saya tidak mengerti persentase fee yang dikenakan setiap payment out. Berikut, saya contohkan beberapa outgoing transfer yang saya lakukan,

outgoing transfer sebesar USD 5 terkena fee USD 0.5 sehingga nett terkirim menjadi USD 4.5
outgoing transfer sebesar USD 10.96 terkena fee USD 0.89 sehingga nett terkirim menjadi USD 10.07

dalam website PayPal ID sendiri dinyatakan besar fee: 3,4% + USD 0.3, Tetapi pada 2 contoh transaksi di atas, fee tidak mengikuti aturan tersebut. Aneh memang. Kesimpulannya, selama fee masih di bawah (IDR 25K + USD 15.00), prioritaskan menggunakan PayPal ketimbang Swift, betul?

O iya, outgoing transfer dari PayPal ID tidak bisa diinisiasi dari pengirim, melainkan harus ada trigger berupa permintaan payment dari calon penerima, ok lah, tinggal login ke PayPal US, klik menu Request Payment, dan request ditujukan ke akun PayPal ID. Request payment akan langsung muncul di PayPal ID, kemudian adanya request ini, kita dapat melakukan transfer keluar.

Keuntungan transfer Paypal tentu saja pada faktor Speed. Tidak lama berselang, balance PayPal US bertambah sesuai nett outgoing transfer. Balance ini bisa langsung kita gunakan dalam transaksi online di US, terutama untuk eBay, yang dominan menggunakan PayPal sebagai media pembayaran.

Karena baru akan ditagihkan pada bill berikutnya (sesuai tanggal periode kartu kredit tentunya), ini menjadi benefit lainnya menggunakan PayPal saat transfer. Walaupun bagi yang sudah punya utang bertumpuk di kartu kredit itu tentu saja bisa menimbulkan isu tersendiri.

Bagi yang perlu uang cash, transfer tadi tidak serta merta sampai di rekening kita di US. Kita perlu melakukan withdraw account ke rekening secara manual (bisa dilakukan dari website PayPal, menu Withdraw). Untuk PayPal US, pro bono alias gratis. Lega? Sedikit. Rekening baru benar2 bertambah 3 hari kemudian.

—————————————————————————————————————————–

Bagaimana dengan sebaliknya? Transfer ke PayPal ID? Bisa dong, dengan cara yang lebih simpel malah.

Sebelum itu, selain checking/saving account, empunya akun PayPal US juga perlu me-link debit card (kartunya, bukan hanya account ya) dengan PayPal US. Hukumnya wajib, sebab jika tidak, transfer akan diterima berwujud eCheck, dan saya tidak yakin eCheck itu bisa diuangkan di Indonesia.

Untuk link kartu, tidak ada verifikasi apapun dari PayPal, asalkan checking account sudah berhasil divalidasi.

Setelah link dengan debit card berhasil, outgoing transfer dilakukan via menu Send Money, input akun PayPal ID tujuan, dan KLIK! PayPal US akan langsung menjalankan instruksi transfer.

Apabila ada balance PayPal, akan pertama kali dipotong untuk men-cover nominal transfer. Balance tidak ada atau saldonya tidak cukup? PayPal akan langsung mendebet rekening yang ter-link as primary. Sederhana kan?

Fee di sini sama persis perilakunya dengan saat transfer sebaliknya (dari ID ke US), berlaku persentase dan tidak jelas. Walau dalam website disebutkan fee yang berlaku adalah: 2.9% + USD 0.3 per transaksi, tetapi kenyataannya:

– transaksi transfer out sebesar USD 4.5 terkena fee USD 0.46 sehingga nett terkirim menjadi USD 4.04
– transaksi transfer out sebesar USD 14.11 terkena fee USD 0.07 sehingga nett terkirim menjadi USD 14.04

Jangan ditanya asalnya angka-angka ajaib ini, mau nanya ama Mbah Dukun juga, kena sembur berkali-kali juga tetap aja dia bengong mau bilang apa.

Transfer juga berlaku real time, saat itu juga balance akun PayPal ID otomatis bertambah sesuai nominal nett transfer.

Untuk memindahkan dana dari balance PayPal ID ke rekening tabungan, kita perlu melakukan perlu melakukan withdraw account ke rekening secara manual (dengan menu yang sama untuk setiap akun PayPal negara manapun). Tetapi ada perbedaan apabila withdraw dilakukan menuju rekening US atau menuju rekening Indonesia, lebih jelasnya bisa dilihat dalam ilustrasi berikut.

 beda Withdraw pada rekening US/non US

beda Withdraw pada rekening US/non US

Intinya, ada extra cost kalo withdraw ke rekening bank-bank non US. Seems unfair huh?

But anyway put aside all the drawbacks, and voila! 3 hari kemudian fund akan sukses terbuku di rekening tabungan yang dituju.

Sebenarnya, ada lagi hidden loss saat melakukan transfer PayPal: loss karena selisih kurs peralihan IDR-USD atau USD-IDR, but based on previous experience, kurs valas PayPal lebih murah ketimbang dari kurs valas bank pada umumnya, juga termasuk kurs bank tempat penulis bekerja 🙂

Happy transfering!

Tags:
August 27, 2012

Wedding Day: Where to Splurge, Where to Save

Alhamdulillah my wedding rundown ran perfectly. I was extremely happy, blessed and oh so exhausted. Dealing with anyone (my beloved dad, wedding vendors, and family) is not easy. You might ask, why do you write this down after 6 months? Simply because I like to 🙂

I and my husband are not demanding character. We both prefer low-budget and friendly wedding. Here are our argument in splurging in an item and saving in another.

Splurge on

Catering. I decided on the best catering. Thanks to Caterindo Catering Service. I loved every second of working with them. Gina from Caterindo guided us to choose the best menu turned to be ours too 😀

Venue. I want the ideal spot for my reception venue. Aside from that, it’s my father insists on having a venue that easy to be accessed from toll road. OK, dad. Your wish is my command. So we decided to take Gedung Antam as our wedding venue.

Make Up Artist. I splurge my budget for package (make up + kebaya akad + reception for me and beskap for my husband) from Miarosa Rias Pengantin. Please look at these pictures below. They’re not disappointing, is it?

akad

you can click my newer post about Miarosa

Save on

  1. Invitation. Nobody will stash your invitation, believe me! It’s you the only one think yours is worthy to keep.
  2. Photography. I said no when this vendor asked whether I want neither video nor pre wedding session. Hey, I’m on my early thirties, too old for that –“. Besides I knew that my husband soon to be (at that time) won’t survive the photo session.
  3. Decoration. I took the standard package from Aura Decoration. I can see questioning gesture from the marketing when she asks about flower, decoration and kind of gebyok that I want.

Her      : “What kind of gebyok do you want? Traditional? Modification?”

Me       : “Anything would be fine”

Her      : “What flower do you prefer?”

Me       : “Nggg… I don’t have any idea. Can you choose it for me?”

Her      : “Do you want any added plant in front of your gebyok? It would be extremely beautiful.”

Me       : “Should I pay higher that your standard package?”

Her      : “Yes.”

Me       : “I prefer not. I choose your standard package. That’s it”

Though it was the most inexpensive package available, the quality was not the lowest, for sure.

not bad, huh?

this is beautiful. i love Aura Decoration’s job

i don’t need extremely beautiful. this IS beautiful

  1. Entertainment & MC. I don’t want any extra baby piano, saxophone whatsoever. The most minimal one. Period. Nevertheless Revi’s Entertainment did fabulous job.

    i never met this vendor before my wedding day. contact them by e-mail only. too lazy to spend my time in arranging songs list

  2. Wedding souvenir. Almost every wedding souvenir I got ended on trash bin. Seriously, what’s the point of having FIVE notes, SEVEN pencils, and THREE towel cake? I chose souvenir that really meant to be ended to trash bin. Praline. Throw it away, I don’t care. The positive side of having food as wedding souvenir is when the ceremony’s over and there were hundred pieces left, my brother ate it happily. 
  3. Bride dress. I took Miarosa Sanggar Rias Pengantin as my MUA & bride dress vendor. Instead of making a new kebaya or asking them to make one as fresh collection then give me ‘sewa perdana’ price, I chose the (again) most standard one from that Make Up Artist.

    the expert is working on my hijab

  4. Dresses for family. I search in Tanah Abang and Pasar Baru (lucky me I got discount price) for the fabric then let it modificated by them 😀

Then again, it’s life after the ceremony that counts.. not the wedding reception that only took 3 hours.

Tags: