Archive for June, 2012

June 27, 2012

Steak Holycow

Holycowsteak.. Steak Hotel.. Holycow.. Whatever!

All I know is I love the juicy taste it has. My favorite is always medium-sirloin-mushroom-sauce. Not to mention its free-refill ice green tea. I know that the previous owner has broken their partnership. But who cares? This young-beef steak still has its heavenly taste.. Nyamm

and see this rainbow cake

Tags:
June 26, 2012

Visa (is) Approved!!

Pengajuan Visa F-1 dan F-2 saya dan suami sudah disetujui, Alhamdulillah 🙂 Berbekal tulisan teman saya ini saya jadi punya bayangan apa saja langkah yang diperlukan. Selisih 2 tahun dari pengalaman Arga ternyata ada sedikit perubahan.

Saya tiba di Kedutaan Amerika Serikat pukul 6.40. Di sana sudah berderet antrian lumayan panjang. Antrian ini sepertinya ditujukan untuk mengusir orang-orang yang belum punya jadwal wawancara. Saya dan suami hanya ditanya punya jadwal wawancara jam berapa, dan diminta menunjukkan paspor. Setelah itu si petugas mencoret nama kami dari daftar yang dia pegang.

Selama berbaris kami diberi baki untuk meletakkan semua barang elektronik mulai dari MP3 player, iPad, kamera, charger, USB, kunci mobil dengan remote, token bank dan headset. Selain itu benda semacam gunting kuku, silet dan pistol pun dilarang dibawa ke dalam. Seluruh benda elektronik dan senjata didaftar dan kami diberi kartu bukti penitipan barang. Oya, di sini juga semua makanan dan minuman harus dibuang. Tidak boleh dibawa masuk ke dalam.

Antrian kedua adalah antrian verifikasi kelengkapan dokumen. Ada 4 atau 5 loket yang menunggu kita. Kalau aplikasi visa diajukan sekeluarga, sebaiknya maju bersamaan. Di sini ditanya beberapa hal yang mungkin luput diisi selama mendaftar online. Suami saya ditanya nama dan lokasi SMP serta tahun berapa bersekolah di sana. Saya sendiri tidak ditanya apa-apa. Yang harus disiapkan adalah paspor terakhir dan yang lama (kalau ada); satu lembarfoto 5 x 5, form I-20 asli (harus sudah ditandatangani), bukti bayar SEVIS fee, bukti bayar  visa application fee dan lembar DS-160

Selesai verfikasi dokumen, kami diberikan kartu bertuliskan nomor kelompok serta panduan apa yang akan dijalani berikutnya. Beruntung saya dan suami datang berdua. Bayangkan kalau datang sendiri. No Blackberry. No iPad. No handphone. Mungkin sebaiknya bawa buku biasa (bukan e-book reader, maksudnya) supaya tidak bosan. Untung juga di sana bertemu teman seangkatan suami (Hardani, Aju & istri serta Andreas & istri).

Setelah duduk menunggu cukup lama, akhirnya kelompok kami dipanggil (saya dapat kelompok no 18). Loket yang harus kami datangi adalah loket sidik jari. Jangan kuatir, di sini dipandu oleh mas mas petugas kedutaan. Selain loket sidik jari ada lagi loket kasir. Apabila belum membayar bisa bayar di sini.

Nunggu lagi.. nunggu lagi… Berikutnya tahapan yang menentukan apakah anda diberi kertas putih atau kuning atau bahkan merah :D. Saya dan suami diwawancara bersamaan (untuk memudahkan saja). Suami ditanya mau sekolah di mana, jurusan yang diambil apa, nanti gelar yang diperoleh apa, berapa lama di sana,  apakah biaya hidup istri ditanggung juga dan dia minta surat jaminan finansial. Kami sudah menyiapkan surat yang dimaksud (oh, thanks BRI) dan.. ya.. si pewawancara langsung beralih ke saya.

Mr. X:  “where did you married?”  <– kedengarannya “are you two married?” –> hal bodoh sebenernya, tapi memang itu yang saya dengar, LOL

Me:  “YES”

Mr. X: “WHAT?”

Suami: “Ng.. In Jakarta! Here!”

Oalah dia tadi nanya tempat meritnya toh (–“)

Mr. X:  “Can I see your marriage certificate?”

Me:  “Here it is!”

Jadi resmilah saya hanya mengucapkan dua kalimat. “YES!” dan “Here it is”.. Hahahaha.. Sampai sekarang suami masi meledek terus-terusan dan dia komplain kenapa saya hanya kebagian pertanyaan yang mudah-mudah. Hehe, bagianku khan memang menulis.

Setelah itu si bule mengembalikan surat jaminan finansial dan buku nikah kami, dan menyerahkan kertas putih yang berarti permohonan visa diterima.. YES!

Note yang perlu diingat:

Sopan n biasa saja. Petugas kedutaan baik-baik dan ramah. Kita senyum saja, mereka juga akan balas senyum. Asal jangan nyengir ga jelas ya.

Foto untuk yang mengenakan jilbab sebaiknya dengan telinga terlihat. Saya malas mengambil resiko disuruh balik lagi gara-gara foto tidak sesuai, jadi beginilah foto yang saya upload dan bawa. Kalau menyangka foto paspor adalah yang terjelek, maka anda salah! Foto Visa lebih jelek lagi!

Percuma bawa makanan, di penjagaan disuruh buang.

Bawa bahan bacaan ya. Buku atau koran. Percaya deh, bete nunggunya.

Tags:
June 25, 2012

A Picture Is Worth A Thousand Words

I adore picture tho I’m not talented at making one (drawing, painting or taking a picture). No matter how hard I tried, an art class became terror and tedium rolled into one *sigh*.  If you were my high school teacher, you’ll probably remember that skinny-clumsy-girl. It is not exaggerate thing if I say I completely relieved once I graduated from high school.  That means I will never ever have any art (singing, drawing, handicraft-making) classes. Still, one should not be bothered by that fact, rite? Everybody has right freely to enjoy the arts.

Recently I click WordPress Freshly Pressed religiously. I love the ideas, content and the pics! Last night I stunned over these pictures

That picture tells about the person behind the desk. Very clean, punctual yet discipline. I might be wrong but clearly it impress me much. Can you imagine working in this beautiful shed? Oh my….

the pictures were taken from here.

Tags:
June 24, 2012

Win Some Lose Some

Speaking about residence, apartment is not an option for most Indonesian. We tend to choose living in landed house. Blame it on Jakarta unbelievable traffic jam, I change my mind about a future home to family. I don’t want to spend hours in the middle of nowhere, grumbling about being stuck. Hence I choose to reside in such a tall building in the downtown. Lucky me for having husband who has same idea like me.

He bought a unit apartment before our marriage, intended to be our beloved home. Sure it has pros and cons. You can’t win at everything.

on your door step

saturday morning

where my future kids playing around

monggo diunjuk kopine

me busy writing this post

Tags: